Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Pendarahan


__ADS_3

Leon belum mengetahui keadaan istrinya, dan entah mengapa saat ini Leon merasa gelisah dan terus menatap foto istrinya. Leon coba menghubungi nomor antin namun nomor istrinya tidak aktif, membuat dirinya cemas. Ia teringat untuk menelpon mamanya dan dengan cepat mencari kontak mama Yola.


Setalah menunggu beberapa menit di sebrang telpon mengangkatnya, mama Yola terdengar sesegukan menangis membuat perasaan Leon campur aduk.


"ma apa yang terjadi kenapa mama menangis?" tanya Leon panik.


"Leon, syukurlah kamu menelpon nak, mama lagi di rumah sakit membawa istrimu karna jatuh dari tangga" ucap mama Yola.


Jantung Leon terasa berhenti mendengar penuturan mama Yola, terdiam sejenak meneteskan air mata membasahi pipinya. Leon meras dunianya runtuh ketika mendengar keadaan istrinya.


"ma tunggu Leon akan pulang secepatnya, Leon akan berangkat sekarang tolong mama jaga istriku" ucapnya sedih.


"kamu tenang saja nak, antin akan baik-baik saja" ucap mama Yola


"baiklah ma aku akan berangkat sekarang" Leon mematikan ponselnya dan segera menemui boy yang tengah sibuk menyiapkan segala barang-barang bawaannya selama di Amerika.


"boy, cepat panggil jet pribadi kita" ucap Leon dengan wajah dinginnya. Entah apa yang ada di dalam pikiran pria itu.


"tunggu saja pembalasanku" ucapnya dnegan mata merah menahan amarah. Hatinya terluka mendengar istrinya kecelakaan, lalu bagaimana nasib anaknya yang masih dalam kandungan. Tentu dia tidak akan bisa membayangkan bagaimana anaknya.


"ya Tuhan selamatkan istri dan anakku, aku mohon tuhan" ucapnya kembali meneteskan air mata, tentu keadaannya sangat rapuh dan di sisi lain dirinya akan memberikan hukuman bagi siapapun dalang di balik semua ini.


"tunggu aku sayang, kau harus kuat kau pasti bisa" ucapnya.

__ADS_1


Setalah beberapa saat jet pribadi miliknya datang, tak menunggu lama Leon segera menaiki jet bersama boy dan setelahnya jet pribadi miliknya segera terbang meninggalkan tempat dan negara itu.


****


Di sisi lain, antin masih berjuang dengan kritis nya.Dia kehilangan banyak darah karna akibat terjatuhnya. Namun beruntunglah bayinya selamat dan tak ada sedikitpun gangguan dalam janinnya. Semua dokter juga dan perawat begitu terkejut atas keajaiban itu, jika itu orang lain sudah pasti bayinya tidak akan selamat, tapi Ini sungguh keajaiban.


"dia kehilngan banyak darah, bagiamana ini, cepat beri tahu anggota keluarganya segera, dia membutuhkan darah. Stok darah di rumah sakit juga sudah habis" ucap dokter yang memeriksa Antin.


"baik dok" salah satu perawat itu keluar dan menemui keluarga antin.


"keluarga nona antin" seru perawat itu.


"iya kami" ucap tuan Ferdinan berdiri dan segera menghampiri perawat itu.


"maaf tuan, nona antin kehilangan banyak darah dan stok darah di rumah sakit juga sudah habis, tolong secepatnya Carikan pendonor darah" ucap perawat itu.


"oh ya ma, bagaimana kalau kita telpon tuan Rizal, karna dialah orang tua antin sekarang" ucap tuan Ferdinan.


"baiklah, tapi apa mereka akan mau mendonorkan darahnya untuk antin?" tanya mama Yola.


"setidaknya kita harus berusaha" ucap tuan Ferdinan.


"baik pa" segera tuan Ferdinan mengambil ponselnya dan menghubungi sahabatnya sekaligus besannya.

__ADS_1


Salah hitungan detik suara di sebrang sana mengangkat panggilan tuan Ferdinan.


"ada apa?" tanya tuan Rizal di sebrang telpon terdengar suara Anggota keluarga yang entah terdengar sedang bahagia di sana.


"maaf sebelumnya Rizal , boleh kah kau mendonorkan darah untuk anakmu antin, dia sedang kritis sekarang di rumah sakit" ucap tuan Ferdinan.


"apa, baiklah aku akan segera ke sana" tuan Rizal mematikan panggilannya dan segera berdiri dari duduknya.


"papa mau kemana?" tanya mama Desi melihat suaminya yang buru-buru.


"ma antin jatuh dari tangga, dia kritis sekarang dan kehabisan banyak darah, kita harus ke sana memastikan bagaimana keadaannya dan papa akan siap mendonorkan darah untuk anak papa" ucap tuan Rizal.


"pa, apa papa mau berbaik hati pada anak sampah itu lagi,mama tidak setuju jika papa mendonorkan darah untuk anak kampung itu," teriak mama Desi.


"cukup ma, dia anak kita juga, dia menjadi gadis kampung juga gara-gara kita, aku tidak mau memikirkan ego ku sendiri ma, sementara anakku sedang berjuang dengan hidupnya" tuan Rizal tak habis pikir dengan jalan pikiran istrinya yang tidak menganggap antin anak kandungnya.


"pa papa kenapa keras kepala sekali dia itu sudah menyakiti anak kita Rezi pa" ucap mama Desi mencegah suaminya keluar.


"ma aku tidak ada waktu lagi sekarang mama mau ikut atau tidak, papa tidak ingin berdebat sekarang" tuan Rizal meninggalkan istrinya dan menuju mobilnya, dan tak berapa lama mama desi mengikutu suaminya.


Sementara di atas kamar Rezi, wanita itu menatap kepergian kedua orang tuanya di atas balkon kamarnya.


"aku tidak akan membiarkan mu hidup wanita kampungan" ucap Rezi dengan wajah mengerikan.

__ADS_1


Bersambung......


Minta like nya kak, komennya dong😢


__ADS_2