Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Kemarahan Leon dan tuan Ferdinan


__ADS_3

💌Happy reading


Leon sudah tiba di bandara atau lebih tepatnya lapangan markas black Eagle seluas bandara. Karena menggunakan jet pribadi miliknya, Leon sudah tiba sekitar satu jam yang lalu mendarat sempurna di halaman markasnya.


Boy yang selalu setia berada di belakang bosnya juga sudah bersiap untuk melanjutkan perjalanan menuju tempat mobil kesayangan bosnya.


Kini mobil milik Leon sudah melaju membelah jalan ibu kota, dengan kecepatan yang maksimal, karena perjalanan sedikit renggang dan tak terlalu padat, Leon tak hentinya berharap dan berdoa untuk keselamatan istrinya. Leon membuka ponselnya yang iya matikan semenjak berada di dalam jet dan sekarang iya melihat begitu banyak pesan dari Alex dan juga mama Yola.


Iya membuka pesan dari mama Yola terlebih dahulu dan membacanya seketika dia merasa lega karna istri dan anaknya bisa di selamatkan.


Dia juga akan bertanya perihal terjadinya kecelakaan mengenai istrinya. Leon terus saja menatap lurus ke depan, entah apa isi pikiran pria itu, bahkan beberapa kali terlihat rahangnya mengeras membuat boy yang sesekali melirik bosnya mengernyit heran. Namun boy tak ingin banyak bertanya, dia hanya konsentrasi melajukan mobil agar bisa secepatnya sampai di rumah sakit tempat istri bosnya di rawat.


Sekitar 15 menit, rumah sakit dan markas black Eagle memang tak terlalu jauh, membuat perjalanan keduanya hanya membutuhkan waktu 15 menit.


Setelah sampai, Leon segera membuka pintu mobil dan hampa menunggu lama, Leon segera berlari memasuki rumah sakit dan mencari dimana ruangan istrinya.


Leon sudah menemukan dimana tempat istrinya di rawat, dan dia juga melihat di luar ruangan istrinya, kedua orang tua dan mertuanya berada di kursi tunggu.


"ma, pa" panggil Leon.


Semua yang ada di kursi itu mengarahkan penglihatannya ke sumber suara. Mama yola langsung berdiri dan mendekati Leon dan memeluknya, tangisan mama Yola yang dari tadi dia tahan langsung saja pecah dan Leon segera menenangkan mamanya.


"son, pergilah lihat keadaan istrimu" ucap tuan Ferdinan.


"Leon mama tidak bisa bayangkan jika sedikit saja antin telat mendapatkan donor darah, mungkin sekarang antin tak akan selamat beserta anaknya" tangis mama yola.


"mama tenang ya, Leon mau liat istri Leon dulu " mama Yola melepas pelukannya pada Leon dan Leon segera meninggalkan semuanya disana dan memasuki kamar tempat istrinya berada.


Leon bisa melihat wajah cantik istrinya terlelap yang masih terlihat sedikit pucat. " sayang" Leon mengusap lembut wajah cantik istrinya dan mengelus lembut perut buncitnya.


"sayang, maafkan Daddy yang tidak bisa menjaga Kalian, Daddy lalai telah membuat kalian celaka, maafkan Daddy sayang" Leon mengecup berulang kali perut dan juga kening istrinya. Butiran bening terjatuh dari kelopak matanya. Leon sangat menyesali ketika dalam keadaan seperti ini Leon tak bisa melihat istrinya tersenyum seperti pada saat dia meninggalkannya.

__ADS_1


"aku berjanji kepada kalian, akan membalaskan siapa yang telah membuatmu seperti ini" ucap Leon dengan sorot mata tajamnya dengan gigi yang bergesekan dan mata yang memerah menyimpan banyak amarah yang siap akan meledak.


Kemarahan Leon terhadap siapa pelaku yang membuat istrinya terjatuh akan menjadi bencana bagi siapapun yang sudah menyinggungnya, entah itu Leon tak memandang wanita atau pria, iya akan tetap memberikan hukuman yang setimpal pada orang itu.


Leon keluar dari ruangan itu dengan penuh amarah, wajah tegasnya tersirat kebencian yang mendalam. Semua yang melihat wajah seorang Leonardo sekarang pasti akan sangat ketakutan, terlebih lagi mata tajamnya yang sangat mengerikan membuat mereka yang berada di luar melihat Leon, merasakan amarah yang siap menghancurkan apapun yang ada di dekat mereka.


"sudah cukup Kalian bermain-main, kau telah membuat istriku celaka dan kalian pikir aku akan memaafkan kalian, tentu tak semudah itu" batin Leon.


"boy" panggil Leon pada boy yang setia di sampingnya.


"baik bos" boy yang paham maksud dari bosnya segera melakukan apa yang di perintahkan Leon.


Leon mengambil ponselnya di saku celana yang iya gunakan dan nelepon seseorang.


"*bawa semua sampah itu di hadapanku"


"......"


"aku tidak peduli"


Panggilan di matikan sepihak dan Leon masih dengan wajah dinginnya.


"son papa akan mendukungmu nak" tuan Ferdinan menepuk pundak anaknya pelan.


"apa yang akan kau lakukan Leon, ?" tanya mama Yola sedangkan kedua orang tua antin hanya terdiam.


"Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan ma pa, aku berjanji pada istriku untuk selalu melindunginya semenjak aku menikahinya ma, dan aku juga akan membuat siapapun yang berani menyakiti istriku menderita" ucap Leon dengan sorot mata mengarah ke mama Desi dan tuan Rizal.


"Leon papa sangat merasa bersalah karna papa tidak bisa menjaga istrimu nak, maafkan papa" tuan Rizal berbicara.


"kau tenang saja tuan Rizal, aku tidak menuntut anda untuk selalu menjaga istriku dan itu tugasku dalam menjaga dan melindungi istriku. Tapi aku hanya akan memberikan hukuman pada orang yang telah menyakiti perasaan istriku" ucap Leon menatap mama Desi yang tengah ketakutan dalam menatap menantunya. Bahkan Leon memanggil mertuanya dengan sebutan tuan bukan papa seperti yang biasa iya sebutkan.

__ADS_1


"kenapa kamu menatapku seperti itu Leon" tanya mama Desi masih dengan ketakutan.


"aku hanya berusaha memastikan jika kalian benar-benar menjaga dan melindungi istriku atau tidak" ucap Leon santai.


Tak berapa lama datanglah beberapa anak buah Leon dengan membawa tiga orang wanita yang bagian kepalanya di tutup oleh kain


Leon mengamati ketiga orang wanita yang di bawa ke hadapannya itu. Boy segera membuka kain penutup kepala ketiganya membuat mama Desi dan suaminya membulatkan matanya lebar.


"apa-apaan ini Leon, kenapa kau menyakiti anakku" ucap mama Desi yang berusaha mendekat ke arah Rezi yang ternyata di tangkap bersama Mayang dan juga Mila yang selama ini bekerja sama dengan Mayang untuk mengincar harta milik Leon.


"bagaimana kejutannya nyonya Desi" ucap boy membuat mama Desi menggeleng tak percaya.


"apa kalian pikir selama aku pergi tidak mengetahui semuanya, apa kalian pikir aku tidak bisa melakukan apapun pada Kalian. kalian salah besar telah berhadapan denganku" ucap Leon.


"Leon sayang, apa yang kau lakukan pada mama nak, apa kamu tidak lihat yang kamu perlakukan seperti ini adalah mama kamu nak" Mayang memulai aktingnya.


"setelah semua ini kau menganggap aku adalah anakmu, kau tidak pantas menyebutku anak, dan kau bukanlah ibuku semenjak kau pergi meninggalkan aku"


"tapi aku tetap ibumu yang telah melahirkan kamu"


"tapi sekarang kau bukanlah ibuku, karna seorang ibu akan benar-benar tulus mencintai anaknya bukan meninggalkan nya" tegas leon.


"Leon mama mohon jangan lakukan ini pada mama nak" tangis Mayang membuat rahang tuan Ferdinan mengeras dan menghampiri Mayang lalu.


Plak plak plak


Tangan tuan Ferdinan tiga kali menampar pipi Mayang, gemuruh di dalam dadanya meledak seketika melihat mantan istrinya yang sudah keterlaluan. Menyakiti menantu serta cucunya yang masih di dalam kandungan membuat amarahnya memuncak. Tuan ferdinan tidak tinggal diam dia juga menampar kedua gadis bersama Mayang yaitu Rezi dan juga Mila.


Keduanya meringis kesakitan menerima tamparan tuan Ferdinan.


"apa kalian belum puas menyakiti menantuku hah, Kalian benar-benar tidak memiliki perasaan" tuan Ferdinan begitu marah pada mereka bertiga yang sudah berani mengganggu ketenangan keluarganya.

__ADS_1


Mama Desi tak bisa melakukan apapun pada anaknya karna di larang keras oleh tuan Rizal untuk melindungi Rezi dari amukan tuan Ferdinan.


Bersambung........


__ADS_2