
Bruk....
"Aawwwsshhh"
Seseorang menabrak antin yang akan berjalan ke kamarnya namun seorang pria menabraknya hingga mereka berdua terjatuh.
Dia adalah Leon, Leon dan antin terjatuh dengan posisi antin yang berada di atas dan Leon yang berada di bawah.
Sejenak mereka terdiam dan antin yang memejamkan matanya repleks.
"Apa masih betah berada di atas ku?" tanya Leon memecahkan keheningan saat mereka Saling menatap.
"Ah, ma- maaf tuan, saya tidak sengaja menabrak tuan karna tak bisa melihat" jelas antin.
Antin pun segera berdiri lalu setelah itu Leon juga berdiri karna merasa sakit pada lengannya karna benturan lantai.
"Apa tuan tidak apa-apa?" tanya antin.
"Tidak " ucap Leon datar.
"Sekali lagi maaf tuan"
"Ya"
"Kalau begitu saya ke kamar dulu" antin ingin segera memasuki kamarnya karna terlalu malu untuk mengingat kejadian tadi. Namun Leon menghentikannya.
"Tunggu"
__ADS_1
"Ada apa tuan?"
"Buatkan makan malam" ujar Leon
"Bukannya tuan akan pergi makan malam bersama tuan dan nyonya?" ucap Antin.
"Saya tidak jadi ikut, karna banyak pekerjaan yang belum selesai di kantor" ujar Leon.
"Baiklah saya buatkan makan malam tuan" Antin pun kembali ke dapur dan berkutat dengan alat dapur.
Setelah beberapa menit kemudian, makan malam untuk Leon sudah jadi dan Antin langsung menghidangkan makan malam untuk Leon di atas meja.
"tuan silahkan makanan sudah siap" Antin melihat Leon yang menunggu di ruang tamu.
Antin tak melihat pergerakan Leon di tempatnya. Dia menghampiri Leon ternyata Leon sudah ketiduran karna kelelahan sebab sedari siang tadi sepulang ia di kantor, dia tak pernah istirahat karena banyak sekali laporan yang harus ia selesaikan.
"Tu- tuan, makanan anda sudah siap," dan berhasil membuat Leon terbangun.
"Hem," ucapnya.
"Kenapa kau ketiduran tuan, padahal saya memasak tidak terlalu lama" ucap antin.
"Baiklah kau bawa saja makanan itu ke kamar" ucap Leon tanpa menyahuti ucapan antin.
"Baik"
Leon lebih dulu masuk ke dalam kamarnya dan kemudian antin mengikuti Leon dari belakang.
__ADS_1
Terlihat tidak ada pencahayaan di dalam kamar Leon membuatnya kesusahan untuk melihat di sekitarnya.
"Tuan, apakah tuan tidak ada lampu yang bisa di gunakan untuk menerangi kamar tuan?" tanya antin.
"tidak ada" ucap Leon
"baiklah, saya taruh di meja makanan tuan dan saya kan kembali ke bawah mengambilkan lilin" ujar antin.
"Tidak perlu, aku punya lilin di dalam laci bawah tempat tidur"
"Oke baiklah aku akan ambilkan" antin berusaha mencari keberadaan laci di bawah tempat tidur. Namun karna tak melihat jalan, dia tersandung dengan kakinya sediri dan...
bruk
Kejadian yang sama terulang kembali yaitu, antin terjatuh di atas dada bidang Leon dan sekarang terlihat lebih intim. bibir antin mencium bibir Leon. Dan tepat sekali saat itu lampu menyala.
Ciuman itu berdurasi lama, karna mereka saling menghayati dan tanpa sadar dengan apa yang terjadi dengan mereka. Hingga antin kembali sadar dan langsung segera berdiri.
"Ma-maaf tuan, aku tidak sengaja dan aku ta-tadi tersandung dengan kakiku sendiri" antin menjadi gugup dan tanpa berpikir panjang dia segera meninggalkan Leon yang masih mematung mendapatkan ciuman pertama antin.
"Manis" batin Leon tersenyum namun sesegera mungkin sadar dengan ucapannya.
"Tidak, mana aku mau dengan wanita seperti itu" ucapnya melarat ucapannya tadi.
Sementara antin yang ada di kamarnya merasa sangat malu akibat kecerobohannya itu. Dia menutupi wajahnya dengan bantal. "Aaaaaa, bodoh ,bodoh bodoh,, kenapa aku bisa ceroboh seperti itu. Aduuhh malunya aku" ucapnya sembari memukul-mukul bantalnya.
Bersambung....
__ADS_1
Cie cie ada yang lagi ngehalu nih😁