
Sepasang anak Adam masih bergulat dengan selimut yang menutupi tubuh keduanya yang masih terlelap di atas ranjang. Memang Leon adalah seorang CEO yang sangat tidak suka dengan suasana kotor di ruangan yang terbilang sangat luas itu. Kamar di kantornya saja begitu sangat luas melebihi kamar di rumahnya sehingga membuat antin begitu Nyaman dan nyenyak jika tidur di sana.
Sedikit pergerakan antin, membangunkan Leon dan melihat istrinya masih dengan tidur yang begitu nyenyak sekali. Leon memandang wajah istrinya kemudian iya menciumnya, dan segera bangkit dengan hati-hati agar istrinya tidak bangun.
Leon segera membersihkan diri dan bersiap untuk melakukan kembali pekerjaannya yang tertunda tadi akibat pergulatan dengan istrinya.
Leon tersenyum kecil saat melihat istrinya tertidur dengan pulas, lalu dia kembali ke mejanya untuk menyelesaikan pekerjaan nya.
****
"ma, kok Leon sama antin tidak pulang?" tanya papa Ferdinan.
"iya pa, biarkan saja mereka sudah besar dan sudah menikah, papa tidak usah pikirkan mereka, nanti juga mereka pulangnya bareng" ujar mama Yola sembari menyemprot bunga hiasan yang dia beli kemarin di mall.
"ya sudah, tidak apa-apa tapi papa takut jika antin di luar sana banyak sekali orang yang mengincarnya" ucap tuan Ferdinan.
"papa kok jadi posesif gini sih, biasanya papa selalu biarkan mereka berdua pergi sendiri" ucap mama Yola yang heran akan ke posesif an suaminya itu.
"tentu lah ma, kita kan harus menjaga mereka, sebab di luar sana ada banyak yang mencoba melakukan hal-hal yang tidak baik pada menantu kita, jadi kita harus selalu menjaga mereka berdua" ucap tuan Ferdinan.
"iya pa, suruh saja anak buah papa memantau mereka, dan menjaga mereka diamanapun mereka berada" ujar mama Yola lagi.
"pasti ma"
***
Di kantor, Leon sudah selesai dengan pekerjaannya, dia berinisiatif untuk membangunkan istrinya, namun terlihat antin lebih dulu keluar dari kamar yang tadi mereka tempati dengan pakaian rapi dan juga beberapa aksesoris yang melekat pada tubuhnya, karna Leon membelikan istrinya melalu perantara, siapa lagi kalau bukan boy.
"sayang, kamu sudah bangun,aku kira kamu belum bangun. Baru aku mau ke sana bangunin kamu" ucap Leon.
__ADS_1
"sebenarnya aku bangun sedari tadi, tapi aku malas untuk bangkit dan akhirnya aku tidur lagi dan untuk beberapa menit kembali aku bangun dan membersihkan diri lalu aku melihat pakaian yang ada di atas ranjang, lalu aku memakainya apa ini terlihat tidak menarik atau modelnya tidak bagus?" pertanyaan antin membuat Leon tersenyum tipis.
"sayang, apapun yang kamu pakai pasti akan terlihat cantik dan elegan. Karna bentuk tubuhmu yang ideal membuat kamu terlihat cantik dan seksi meski baju ini tidak terbuka" ucap Leon dengan nada genitnya.
"apaan sih kamu mas, jangan berlebihan deh. Kamu kan tau kalau sekarang aku itu gendutan" ujar antin membuat Leon terkekeh mendengar ucapan istrinya.
"mas aku ganti saja ya, pakaiannya" ucap antin.
"ohh no no sayang, kamu di larang untuk mengganti pakaian ini, karna ini spesial untuk kamu saja" ucap Leon membuat antin tak jadi mengganti pakaiannya.
"baiklah sayang, sekarang kita makan dulu ya, baru setelah itu kita pulang, hari juga sudah sore kamu pasti lapar setelah pertempuran yang membuat nagih tadi" ucap asal Leon.
"iya, kamu sih mas mainnya gk pernah sedikit, aku kan jadi capek dan juga anak kamu ikut kelelahan" ujar antin membuat Leon kembali tertawa mendengar penuturan istrinya"
"baiklah, ayo kita tunggu boy disini untuk mengantarkan makanan, lalu setelah itu kita pulang. Kerjaan juga sudah selesai" ucap Leon dan antin hanya mengangguk.
"bos ini makanan yang bos pesan tadi" ucap boy.
"berikan pada istriku" boy segera memberikan semua makanan untuk istri bosnya. Antin yang melihat makanan, dan tak sabar untuk mencicipinya. Begitu juga dengan Leon, Leon memang sudah kelaparan dan mereka berdua memulai menikmati makan siang mereka yang sempat tertunda tadi.
"apa jadwalku sore ini Boya" ucap Leon di sela-sela menikmati makanannya.
"sebentar bos saya lihat dulu" ucap boy mencari jadwal bosnya di iPad miliknya.
"hari ini kosong bos, sebenarnya siang ini ada klien yang ingin bertemu dengan anda, namun tidak jadi karna ada sedikit kendala dan mungkin tidak bisa di selesaikan hari ini, oleh sebab itu dia membatalkannya dan mengubah jadwal sampai besok pagi sekitar jam 9" ucap boy.
"bagus, kalau begitu aku akan pulang setelah makan siang, dan kamu urus semuanya. Berikan berkas yang di sodorkan oleh sekertaris Mia" ucap Leon.
"baik bos"
__ADS_1
"satu lagi, siapkan mobil aku akan pulang bersama istriku" ucap Leon lagi.
"siap bos" boy memang pria yang selama ini bekerja bersama Leon, dia memang kerap membantu Leon apapun masalahnya, boy merupakan seorang yang selalu bisa membantu menyelesaikan masalah perusahaan dan juga dunia bawah bersama Leon.
Tidak ada yang tau jika selama ini boy juga banyak menyimpan rahasia bersama bosnya Leonardo karya Anggara.
Mereka adalah dua orang yang paling penting di dunia bawah, banyak yang tidak tau siapa mereka berdua, oleh sebab itu apapun masalah yang mereka tempuh, mereka akan menghadapi dengan santai.
Begitu juga dengan keadaan istrinya, antin tidak tau jika selama ini suaminya selalu menjaga dan melindunginya, meski beberapa kejadian yang akan mencoba mencelakai istrinya dan beberapa kali orang yang sudah berani menguntit istrinya, mereka tak bisa sampai berani menyentuh istrinya. Jangankan sampai menyentuh istrinya, seseorang yang berani menatap istrinya saja, siap-siap jika orang itu akan di tandai dan di lenyap kan tanpa jejak oleh Leon dan kaki tangannya.
"ada lagi bos?" tanya boy.
"kamu periksa setiap laporan di dalam maf berwarna biru di laci, dan lakukan yang aku perintahkan" ucap Leon bernada dingin membuat bulu kuduk boy berdiri.
"wah permainan seru, tapi aku tidak boleh membuat istri bos curiga. Malam ini pastikan mereka yang sudah berani mengganggu istri bos akan mati di tangan kami" gumam boy dalam hati.
Setelah Leon dan antin sudah selesai makan siangnya, mereka segera bersiap untuk pulang. Mobil sudah di siapkan oleh boy dan mereka segera pergi meninggalkan kantor.
Leon sesampainya di luar, matanya tak sengaja menatap sosok yang sangat dia kenal tengah menatap ke hadapannya bersama antin. Leon tersenyum menyeringai di kala melihat sosok itu yang tetap saja berdiri di sana.
"prinsip ku, aku tidak akan menyentuh jika orang itu tak memulai, jadi jika berani mengusik aku dan istriku. Maka kematiannya sudah dekat." batin Leon dengan terus menatap ke arah orang yang tengah menatapnya.
"mas ayo" ucap antin yang melihat suaminya hanya berdiri.
"iya sayang" Leon segera memasuki mobil dan melajukan dengan kecepatan sedang.
Bersambung.....
Tetap tinggalkan jejak kalian ya...😘🥰
__ADS_1