
Alice dan Gilang masih dalam keadaan polos di atas ranjang setelah melakukan kegiatan panas mereka hingga berkali-kali. Gilang seolah tidak puas atas permainan yang durasinya cepat. Alice yang mengerti ketidak puasan kekasihnya, kini dia kembali membangkitkan gairah Gilang dan untuk yang ke sekian kalinya mereka bergulat panas di atas ranjang.
Sementara antin baru saja selesai mandi dan berganti pakaian. hingga langsung menuju dapur untuk membuat makan siang.
"Kau buatkan makanan secepatnya karna ada tamu yang akan datang ke rumah ini, tamu itu sangat spesial sekali. Jangan sampai membuat kami malu karna kau mengaku jika kau adalah istri Gilang" ucap mama Merry yang tiba-tiba datang ke dapur.
Antin hanya diam, dan tak ingin berdebat.
"Kenap kau hanya diam?" teriak mama Merry geram atas terdiam ya antin.
"Aku bisa dengar dan jangan teriak-teriak nanti pita suaramu rusak nyonya" ucap antin pada mama Merry membuat mama Merry geram dan ingin menjambak antin tapi tangannya langsung di yg tahan oleh antin.
"Jangan sampai tangan jelek mu ini sampai melukai kepala serta menjambak rambutku karna kau tidak punya hak atas segalanya dariku" ucap antin dan menghempas kasar tangan mama Merry hingga mama Merry meringis kesakitan.
"Kau pembawa sial dari rumah ini, kau selalu membuat orang rumah menjadi banyak Maslah" emosi mama Merry naik.
"jika kau menganggap ku pembawa sial, kau harus bilang pada anakmu itu agar dia menceraikan aku, selesai kan apa uang harus di ributkan"
"Aku harus kasih tau Gilang supaya dia menyiksamu"
"silahkan, aku tidak takut pada ba***** itu" ucap antin pedas tanpa rasa takut.
"Dasar wanita j***** kau tidak tau di untung Sudah di bawa kesini oleh anakku, jika bukan karna kemauan anakku aku tidak Sudi punya menantu sepertimu"
"kau tau, aku juga sungguh tidak Sudi punya mertua sepertimu" ungkap antin menatap tajam mama Merry.
Kebetulan papa Andi lewat dan mendengar perseteruan antara isrri dan menantunya.
"Ada apa ini, kenapa ala kalian sangat suka sekali ribut, apa kalian tidak bisa tidak ribut sehari saja" bentak papa Andi.
"Ini pa, anak kampungan ini sudah berani melawanku, bahkan dia menamparku" ucap mama Merry ber dramatis.
"Apa benar hah, kau gadis kampung" teriak papa Andi.
"Iya aku menamparnya, papa tau aku menamparnya bagaimana?"
Papa Andi terdiam, dengan kata-kata antin.
Plak..
__ADS_1
"Aku menamparnya begitu tuan Andika wijaya" ucap antin setelah menampar mama merry membuat papa Andi terdiam dan berlalu pergi.
"Apa yang kau lakukan padaku kenapa kau menamparku hah"
"Aku hanya mewujudkan drama mu agar terlihat lebih nyata" ungkap antin pada mama Merry.
Mama Merry pergi meninggalkan antin dengan menghentakkan kakinya dan pergi dari dapur.
Antin menghela nafas berat dan memijit pangkal hidungnya.
"ya Tuhan aku juga tidak mau seperti ini, tapi sungguh mereka sangat keterlaluan. Apa aku salah jika aku harus melawan maafkan aku tuhan" Ucap antin dalam hati.
Antin melanjutkan aktivitasnya siang itu dan tidak berapa lama makanan sudah tersaji di atas meja makan dengan berbagai macam menu yang di buat oleh antin sendiri.
"Wah makanan sudah siap, di atas meja mmmm,,,apa benar ya tamunya akan datang" gumam antin melihat semua makanan tertata rapi di meja makan.
Dan benar saja tamu istimewa yang di maksud oleh mama marry sudah datang. Mereka adalah Alice dan juga Gilang yang baru saja pulang dari restoran milik Gilang. Gilang membawa masuk Alice kekasihnya ke dalam rumah. Setelah Alice memasuki rumah Gilang, matanya melebar dikala melihat seisi rumah megah itu.
Alice begitu semakin ingin selalu mendekati Gilang dan segera ingin memilikinya. Kebetulan antin lewat di depan mereka tanpa menyapa suaminya karna dia tau jika suaminya tidak akan Sudi bicara padanya. Antin hanya melewati kedua pasangan kekasih itu tanpa melihat atau menyapa mereka.
"Hey pembantu, buatkan aku jus jeruk, aku haus dan buatkan juga kekasihku ini" ucap alice pada antin yang hanya lewat di depannya. Antin tidak menanggapi ucapan Alice membuat Alice kesal.
"Aku bukan pembantu di rumah ini" ucap antin cuek.
"Kalau kau bukan pembantu kenapa kau mengerjakan pekerjaan rumah ini" ucap Alice membuat antin menoleh.
"Jadi calon menantu, jangan banyak protes. Jika ingin buat jus buat sendiri, punya kaki kan dan anda punya tangan juga kan, jadi buat sendiri jangan main suruh-suruh saja" ujar antin pedas. Gilang yang mendengar ucapan istrinya terkejut. "sejak kapan dia jadi pandai bicara begitu?" Gumam Gilang dalam hati.
"Hey, apa yang kau bicarakan hah, kau tau aku tidak mau karna nanti kuku ku rusak gara-gara berada di dapur" ucap Alice keras.
"Tapi, kau kan calon menantu di rumah ini, bagaimana nanti jika kau di suruh masak oleh mertuamu, apa kau akan menghidangkan alat kosmetik" ucap antin membuat Alice geram.
"Apa kau tau posisimu di rumah ini" ucap Alice menantang.
"Iya aku tau, aku hanya simpanan kekasihmu" ucap Antin membuat Alice geram ingin menampar antin namun antin mengelak membuat tamparannya hanya mengenai angin saja.
"Kau ini menampar orang saja tidak bisa, aku disini bukan disana. Jika ingin menampar orang itu harus tepat di pipinya dong seperti ini"
Plak
__ADS_1
Tamparan antin begitu keras di pipi Alice membuat Alice spontan menoleh ke samping akibat tamparan antin.
"Dasar wanita sialan. Sayang kenapa kau hanya diam saja melihat aku di tampar wanita sialan ini" adu Alice pada Gilang.
"sudah ya, aku akan beri dia pelajaran pada gadis sialan ini" ucap Gilang dan menyeret antin memasuki kamarnya. Antin menoleh pada Alice ketika dia di seret oleh suaminya.
Alice menyeringai namun hanya sebentar ketika mendengar ucapan antin membuatnya kesal lagi.
"Dada Wewe gombel, aku akan bercinta di dalam kamar bersama suamiku, kau tunggu lah disana sampai aku selesai" teriak antin dan di dengar oleh Alice membuat Alice kesal dan gelisah, apakah benar jika Gilang akan bercinta dengan antin pikirnya.
"Sudahlah, mungkin Gilang memang akan menyiksa wanita itu bukan bercinta. positif thinking saja lah" ucap Alice.
***
Di dalam kamar, antin melepaskan tangannya dari genggaman Gilang. "hey tuan, apa kau sudah gila menyiksa perempuan semanis dan seimut aku" ucap antin dengan percaya diri.
"dengar ya, posisimu hanyalah istri tak di anggap di rumah ini, dan jangan berpikiran jika kau akan menjadi ratu di rumah ini" ucap Gilang di depan wajah antin.
"Bisa tidak kau bicara lebih jauh sedikit, bau mulutmu sangat membuatku ingin pingsan" ujar antin mengejek suaminya.
"Aku tidak sedang bercanda antin" ucap Gilang menahan emosi.
"dan aku juga tidak sedang bercanda Gilang" ucap antin menatap suaminya. Gilang seperti di tusuk sesuatu dan mengusik perasaanya saat antin menyebut namanya tanpa embel-embel mas.
"Pokoknya jangan sampai kau membuat masalah dan membuat Alice kesal. Kau harus menghormatinya jika dia datang" ucap Gilang pada antin.
"Apa menghormati? apa aku tidak salah dengar, maaf ya tuan Gilang Surya, aku tidak terbiasa menghormati orang yang tidak punya sopan santun dan apa lagi wanita seperti dirinya" ucap antin menatap tajam suaminya.
Gilang yang menatap mata istrinya bisa melihat ada kerapuhan terdalam di dalam mata wanita yang menjadi istrinya. Namun Gilang kembali pada mode keras kepalanya.
"Oke baiklah, tapi jangan sampai kau berbuat masalah di rumah ini" ucap Gilang menurunkan nada bicaranya.
"Aku tidak pernah buat masalah, tapi semua penghuni rumah ini sangat senang sekali membuat hidupnya rumit dan menyalahkan aku yang selalu membuat Maslah" ucap antin tidak mau kalah.
Gilang yang kesal atas ucapan antin kini pergi meninggalkan antin sendiri di kamar yang menatap kepergian Gilang.
Bersambung.....
Jangan lupa dukung author dan follow author ya nanti author folback
__ADS_1