Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Resepsi


__ADS_3

Hari sudah sore, namun kedua pasangan pengantin itu belum juga ada tanda-tanda untuk membuka matanya. Antin menggeliat sedikit namun dia merasakan ada sesuatu yang menimpa perutnya. Antin membuka matanya dan menemukan seseorang yang sudah menjadi suaminya yang masih bergelut dengan mimpinya dan juga memeluknya.


Leon merasakan pergerakan kecil dari istrinya yang perlahan memindahkan tangannya dari perut istrinya. Perlahan Leon membuka matanya lalu menangkap netra mata istrinya yang tengah memandangnya.


"ada apa sayang?" tanya Leon yang menangkap mata istrinya masih menatapnya.


"ah, ti,tidak ada aku..." ucapannya terhenti saat Leon menempelkan jari telunjuknya di bibir antin.


"apa karna ketampanan ku yang membuatmu tak ingin berhenti menatapku" ucapnya percaya diri.


"dih, percaya diri sekali" antin berbalik membelakangi suaminya namun Leon menarik dan memeluknya.


"kau mau kemana, kau diam disini" tukas Leon.


" aku tidak akan kemana-mana, apaaaahh" antin kaget saat matanya menatap jam di dinding yang sudah menunjukkan jam 5 sore.


"kenapa?" tanya Leon bingung melihat istrinya yang terkejut.


"ini kan sudah jam 5 sore dan acara akan segera di mulai, kenapa kita masih santai-santai saja, aduh gawat bisa-bisanya nanti mama sama papa marah sama aku" antin akan siap bangkit namun melihat keadaannya yang masih belum menggunakan apapun, antin kembali menyambar selimut yang masih di pakai Leon.


"ada apa dengannya hingga se panik itu" ucap Leon heran yang melihat tingkah istrinya itu.


****


Di bawah lantai dasar, mama Yola dan suaminya belum juga melihat kedua pasangan pengantin itu keluar.


"ma, kenapa antin sama Leon belum juga keluar, acara sebentar lagi akan di mulai, apa mereka belum bangun?" tanya papa Ferdinan.


"entahlah pa, tapi papa jangan khawatir, mereka itu sedang membuatkan kita cucu dulu" ujar mama Yola pada suaminya.


Tuan Ferdinan hanya menggelengkan kepalanya mendengar penuturan istrinya.


"Baiklah pa, mama panggil mereka dulu ya" mama Yola segera menaiki lift dan menuju kamar Leon.

__ADS_1


Sesampainya mama Yola di depan pintu kamar Leon, mama Yola mengetuk pintu itu dan tak berapa lama Leon membukanya.


"ya ampuun, kamu itu gimana sih, sekarang kan waktunya kamu dan antin bersiap-siap karna acaranya akan segera di mulai" ucap mama Yola pada Leon yang masih saja menggaruk-garuk kepalanya.


"iya ma, habis mama sendiri yang menyuruh Leon untuk membuatkan cucu, jadinya Leon terlalu bersemangat sampai-sampai Leon tidak ingat waktu" ujar Leon.


"kamu itu ya, awas saja kalau sampai menantu mama kelelahan dan kecapekan akibat ulah kamu, mama akan menyuruh antin tidur bersama mama" ujar mama Yola.


"jangan gitu dong ma, kalau mama memisahkan kami tidur, yang ada Leon tidak bisa membuatkan mama cucu" ancam Leon.


" tidak apa-apa, yang terpenting menantu mama tidak kecapean" jelas mama Yola.


"sekarang cepat-cepat kamu bersiap-siap dan bawa antin ke kamar riasnya, supaya MUA bisa langsung meriasnya" titah mama Yola yang tidak ingin di bantah.


"iya ma iya," Leon berjalan ke kamar dengan malas.


******


Dengan heels yang tidak terlalu tinggi membuat antin merasa nyaman oleh penampilannya hari ini. Sedangkan Leon juga sama, dia menggunakan jas berwarna biru langit yang senada dengan gaun milik Antin.


Leon terlihat sangat tampan dengan penampilannya, wajahnya yang datar dengan matanya yang tajam membuatnya terlihat berwibawa dan membuat hati siapapun wanita akan meleleh oleh penampilan Leon yang sangat mempesona.


Leon melihat dirinya di pantulan cermin sembari dengan senyum tipisnya tapi tidak ada satupun orang yang bisa melihat senyumnya selain author😁.


Leon berjalan di dampingi asistennya boy di samping kirinya. Leon menuju ke kamar Dimana tempat antin di rias untuk menyambutnya dan akan bergandengan tangan untuk keluar bersama.


Setelah Antin selesai dengan riasan serta penampilannya, antin keluar dengan di gandeng oleh Leon dan membawanya ke panggung resepsi pernikahan.


Antin dan Leon duduk di atas panggung dan beberapa tamu sudah mulai berdatangan, ternyata papa Ferdinan juga mengundang Gilang untuk datang di acara pernikahan anaknya.


Gilang yang melihat antin yang duduk bersanding dengan Leon membuatnya merasa menyesal telah menyia-nyiakan antin dulu saat masih bersamanya. Namun disisi penyesalannya ada sebuah seringaian jahatnya yang timbul dari otak seorang Gilang.


Leon yang melihat reaksi Gilang dari jauh, membuatnya sedikit curiga akan reaksi Gilang.

__ADS_1


"jika saja kamu berani berbuat sesuatu terhadap istriku, aku tidak akan membuatmu hidup dengan nyama, Gilang Surya" ucap Leon dalam hati saat melihat seringaian jahat Gilang.


Gilang datang bersama Alice, namun sedikitpun perhatiannya tertuju selalu pada keromantisan Leon dan antin.


Gilang menjadi sangat geram melihat pemandangan itu, dia semakin bertekad untuk mendapatkan antin kembali dengan caranya sendiri.


"lihat saja, aku akan mengambil milikmu dan jatuh ke tanganku dan aku juga akan membuat antin menjadi milikku seutuhnya" batin Gilang menatap tajam Leon yang tengah menatapnya juga.


Leon juga menatap tajam Gilang dengan tajam dan mereka beradu tatapan mematikan tanpa seorangpun yang tau.


Semua para tamu yang datang beriringan memberikan kata selamat untuk kedua pasangan pengantin yang duduk di atas pelaminan. Setelah semua para tamu memberikan selamat untuk kedua pengantin, merekapun kembali ke tempat masing-masing untuk menikmati hidangan yang sudah tersedia, ada yang tengah bercengkrama dengan sesama bisnis dan ada juga yang melakukan selfie bersama, beberapa juga orang yang tengah melakukan sebuah perkenalan dengan para bisnis-bisnis lain untuk bisa bekerja sama antara satu dengan yang lain.


"boy" panggil Leon.


"ya bos"


"cari tahu, apa yang akan di rencanakan seorang Gilang Surya nanti setelah acara selesai" titah Leon pad boy.


"siap bos, kamu tenang saja, aku juga sedari tadi memeprhatikan nya, kamu tenang saja" jelas boy.


"bagus"


Setelah jam menunjukkan 12 malam, semua para tamu sudah pulang dan acara resepsi pernikahan ini sudah selesai antin dan Leon juga sudah sangat kelelahan setelah pertempurannya dengan Leon tadi siang hingga acara resepsi yang semua tamu tidak ada habisnya membuatnya kehabisan tenaga.


Leon yang melihat istrinya yang terlihat kelelahan, diapun segera membopong istrinya dan membawanya ke kamar mereka. Setelah sampai di dalam kamar, Leon membaringkan istrinya yang tak lama langsung terlelap dari tidurnya.


Leon segera membersihkan diri dan setelah itu tertidur di samping istrinya. Antin tertidur sangat pulas sekali, semua aksesoris sudah di lepas oleh Leon meskipun kesulitan tapi Leon dengan telaten membantu melapaskn semua aksesoris istrinya termasuk gaun yang melekat pada tubuh Antin.


Bersambung.....


Jangan lupa selalu like, komen dan votenya ya kakak


I Love you all 😘🥰

__ADS_1


__ADS_2