Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Pengganggu


__ADS_3

Flashback on*


Wanita dengan gaun seksi tengah berada di dalam sebuah cafe dimana saat waktu Leon dan angel bertemu di sana saat membahas kerja sama mereka. Seorang wanita yang sangat di kenal oleh Leon sedang bersembunyi dan mengambil gambar saat angel dan Leon sedang seperti berpelukan. Wanita itu sengaja mengambil gambar dan mengirimnya pada antin sehingga antin terjatuh dari tangga.


Tanpa sepengetahuan wanita itu, boy melihat langsung wanita yang bersembunyi di balik rak hias yang ada di restoran itu dan dengan cepat boy menelpon bawahnya dengan diam-diam agar tak ada yang mengetahui.


Salah satu anak buah Leon membawa wanita itu pergi dan karna mendengar istrinya kecelakaan gara-gara melihat gambar itu, Leon mengurung wanita itu hingga nanti akan menghukumnya pada saat yang tepat. Dan pada kesempatan Mayang dan Rezi yang telah menjadi tersangka telah menganggu rumah tangga dan keluarganya, Leon pun kembali menangkap kedua wanita itu. Hingga sekarang ketiga wanita itu sudah di kurung ke dalam markas.


Flashback off*


Ternyata wanita yang di maksud adik perempuan itu adalah Mila dan perempuan yang menyerang Leon tadi adalah angel yang beberapa hari kemarin di Amerika bertemu dengannya. Leon bukan tak mengenal angel pada saat di kantor, tapi karna penampilan wanita itu yang sedikit berbeda. Pada saat di Amerika waktu itu, angel berpakaian sopan dan terlihat lebih dewasa, tapi setelah melihatnya datang ke kantor Leon, wanita itu seperti mirip wanita malam dengan hiasan wajah dan pakaian yang minim membuat Leon tak mengenalinya.


Angel mendatangi kantor Leon langsung dengan berkedok sebagai pelayan, agar tak ada yang curiga dengannya.


Alex mematikan layar monitor di depan wanita itu yang sudah selesai dengan menonton flashdisk yang sudah di berikan oleh Leon tadi.


Alex sesuai perintah dari king nya, membawa wanita itu pergi jauh dan mengirimnya ke tempat habitatnya di Amerika. Leon sudah berbaik hati untuk tidak membunuh wanita itu dan mengirimnya pulang dan melakukan penjagaan ketat di mansion. Karna jika sewaktu-waktu nanti kembali wanita itu datang, Leon tidak akan berpikir banyak dan akan lengsung membunuh wanita itu.


****


Leon sudah sampai di rumah sakit dan memasuki ruangan istrinya, dia melihat istrinya sudah siap dan barang-barang istrinya juga sudah di rapikan oleh mama Yola.


"mas" panggil antin yang melihat suaminya datang.


"sayang, bagiamana keadaanmu sekarang?"


"aku sudah lebih baik, dan sekarang aku sudah tidak sabar ingin pulang ke rumah"


"baiklah tapi sebelum itu, kamu harus tetap di periksa sebelum pulang" ucap Leon merapikan anak rambut istrinya yang sedikit berantakan.


Antin hanya mengangguk dan memeluk suaminya. Mama Yola sudah keluar saat Leon memasuki ruangan itu, jadilah tinggal mereka berdua di dalam sana.

__ADS_1


"yang, aku ingin" Leon melihat bibir ranum istrinya dan mengecupnya. melihat tidak ada perlawanan dari antin, Leon kembali merapatkan dirinya dan ******* habis serta mengecup manis vitamin c pada istrinya.


"nanti setelah kita pulang, aku mau menjenguk anakku" ucap manja Leon sembari menempelkan keningnya pada kening antin.


"apa itu tidak akan membahayakan anak kita?" tanya antin.


"nanti aku tanyakan pada dokter" ucap Leon kembali menempelkan benda kenyal itu pada miliknya.


Mereka berdua berpelukan lama, hingga pintu kembali di ketuk membuyarkan kemesraan mereka, tentu membuat Leon menjadi kesal saat dengan tidak tau diri orang itu mengganggu keromantisannya.


"masuk" ucap Leon dengan wajah datar.


Masuklah boy dengan wajah tanpa dosanya dan tersenyum manis membuat Leon kesal melihat asistennya itu.


"bos ada apa dengan wajahmu, apa kau sakit, kalau kau sakit aku akan memeriksaku pada dokter, ayo kita pergi ke dokter" cerocos boy.


"berani sekali kau menggangguku sialan"


"eeh slow dulu dong, jangan emosi aku kan hanya bertanya" ucap boy polos.


"tenang bos bukannya kau lagi sakit"


"hentikan omong kosong mu itu"


Antin hanya tersenyum melihat interaksi suami dan asisten suaminya.


"baiklah, aku hanya datang kesini ingin memberikan laporan yang sempat kau tinggalkan di ruangan mu tadi" boy melempar berkas itu ke pangkuan Leon yang sedang duduk.


"sialan kau"


"hehe sorry bos, aku tidak sengaja"

__ADS_1


Boy pun mengalihkan pandangannya ke arah antin.


"bagaimana kabar nona?" tanya boy.


"sudah lebih baik boy"


"syukurlah"


"boy cepat lakukan apa yang aku perintahkan, jangan sampai telat dan berikan padaku dokumen yang harus aku tanda tangani setelah pulang, karna aku tidak akan masuk besok" ucap Leon..


"memangnya mau kemana?" tanya boy


"aku mau di rumah"


"tapi aku bagaimana?" tanya boy.


"kau lembur malam ini karna banyak bertanya"


"jangan lah bos, aku juga rindu kamar tidurku"


"jika kau rindu pulang lah" ucap enteng Leon.


"oh terimakasih" boy akan menyalami bosnya tapi terhenti oleh ucapan Leon.


"asal kau kemasi barang mu di kantor, kau boleh tidur selamnya'


Glek


Boy langsung saja mencibir kesal.


"bos sialan memang" gerutu boy dan di dengar oleh Leon.

__ADS_1


"apa kamu bilang, aku akan membunuhmu" ucap Leon dan bersiap menyerang boy tapi pria itu lari sekuat tenaga keluar dari ruangan antin dan tentu membuat antin tertawa lepas. Leon juga sama, dia sangat begitu bahagia karna boy masih selalu setia meski terkesan menyebalkan di mata Leon.


Bersambung.....


__ADS_2