Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
tentang masa lalu


__ADS_3

"mas aku pergi, lepaskan tangan aku mas"


"tidak sayang, kau mau kemana aku disini. Aku tidak jadi pergi sayang, aku akan tetap menemani kamu"


"mas tolong lepaskan tangan aku mas, aku mau pergi dari sini"


"tidak kau tidak boleh kemana-mana, jangan sayang aku mohon"


"Mas lepas,"


"tidaaaaaakk" Leon terbangun dari tidurnya dengan bercucuran keringat yang membasahi keningnya.


Boy yang melihat Leon bangun segera memberikan air minum dan Leon mengambil dan meminumnya hingga tandas tak bersisa. "ada apa?" tanya boy pada Leon.


"entahlah aku bermimpi antin meninggalkan aku" ucapnya dengan nafas yang masih ngos-ngosan..


"jangan terlalu di pikirkan, kau harus fokus pada tujuanmu saat ini" ujarnya pada Leon.


"sebentar lagi pesawat akan mendarat sekarang kau harus bersiap-siap" ucap boy lagi.


Leon mencoba membuang pikiran negatif tentang istrinya dan berusaha fokus pada perjalanannya.


***


Skip


Setelah Leon sampai di bandara di Amerika, kedua pria itu turun dengan kaca mata hitam yang bertengger membuat ketampanan seorang Leon menjadi lebih berkarisma, bahkan ada beberapa penumpang wanita yang mengagumi sosok Leon. Begitu juga dengan boy, pria tampan dengan stelan jas hitamnya membuat dirinya semakin di kagumi banyak wanita yang melihatnya, namun sayang wajahnya yang tampan harus tertutupi dengan wajah dingin dan tegasnya.


Banyak wanita yang menjerit kagum saat keduanya turun. Keduanya merupakan pria yang sangat di idolakan para wanita, namun sayang jika para wanita akan putus asa melihat keduanya hanya memasang wajah dingin dan datar. Meski begitu, tak jarang keduanya mendapat pujian berlimpah dari beberapa wanita cantik yang melihat mereka


Keduanya telah memasuki mobil yang menjemput mereka untuk segera ke apartemen. Setelah menempuh perjalanan sekitar 25 menit, keduanya sudah sampai di depan apartemen mewah, dan menjulang tinggi itu.

__ADS_1


Leon dan boy sudah berada di dalam apartemen, keduanya beristirahat setelah perjalanan yang cukup lama, membuat tenagannya terkuras. Leon mengistirahatkan tubuhnya tanpa makan malam, jadilah mereka melewati makan malam dengan tertidur pulas.


Bahkan Leon lupa mengabari istrinya, jika sekarang dia sudah sampai pada tujuan.


***


Matahari sudah mulai menampakkan dirinya, Leon terbangun dari tidurnya saat cahaya matahari memasuki celah-celah korden jendela kamar apartemen yang iya tempati.


Leon mengerjakan matanya menyesuaikan cahaya penglihatannya. Leon menyambar handuk dan memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri.


Selang berapa menit, Leon sudah selsai dengan ritual mandinya, dan berganti stelan jas berwarna biru tua, dengan rambut di tata ke belakang sehingga membuat wajah dan penampilannya sangat menggoda. Wangi maskulin semerbak menggema di seluruh ruangan apartemen dengan wangi khasnya.


Selang berapa menit, boy datang dengan membawakan sarapan untuk bosnya.


"Leon, ayo kita sarapan sebelum metting yang akan kita laksanakan setengah jam lagi" ucap boy pada Leon.


Leon tanpa banyak bicara segera mendekati boy dan mengambil beberapa sarapan yang di sediakan boy untuknya.


"hari ini kau akan menemui perusahaan yang kita maksud semalam, apa kau lupa?" tanya boy yang bingung karna Leon melupakan jadwal terpentingnya.


"apa itu artinya kita akan bertemu dengan pria itu?" ucap Leon.


"tentu"


"baiklah, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk bertemu dengannya" ucap Leon dengan suara khasnya.


****


Di tempat lain seorang pria berperawakan jakung, dengan mata biru menatap tajam ke luar jendela perusahaan tempatnya menjadi seorang pemimpin. Pria yang sangat tegas dan berwibawa. Pria itu mengitari seluruh pemandangan dari atas gedung megah nan menjulang tinggi itu, luas kota yang padat dengan pemandangan yang indah dan memanjakan mata bagi siapapun yang melihatnya. Namun tidak bagi pria yang berwajah tampan dengan manik biru itu terlihat begitu menyimpan dendam kepada seseorang yang selama ini menjadi sahabatnya.


Karena sebuah kesalahpahaman, keduanya menjadi saling menjauh hingga kini. Pria itu memiliki sebuah dendam yang sangat besar pada seorang yang di anggap sebagai saudaranya sendiri.

__ADS_1


"aku akan membalas mu Leon, kau adalah musuh terbesarku saat ini" batin pria itu seolah kesalahan Leon sangat tidak bisa di maafkan


Sedikit cerita tentang pria bernama Davidson Wiguna Moyes dengan Leon


Semenjak usia Leon dan David masih remaja dan memasuki usia 18 tahun, mereka berdua adalah siswa yang sangat berprestasi di kelasnya, mulai dari kelas satu sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Keduanya merupakan sahabat yang baik dan sangat dekat waktu itu. Kemanapun mereka akan pergi mereka akan selalu bersama dan tidak pernah terpisahkan.


Namun karna sebuah kesalahpahaman membuat keduanya semakin merenggang dan Saling menyimpan dendam. Lebih tepatnya David lah yang banyak menyimpan dendam pada Leon waktu itu.


Pada saat itu, Leon dan David pulang sekolah bersama, berjalan ke arah motor gede mereka berada,David memiliki seorang kekasih bernama willy, gadis cantik dengan rambut panjang dan tinggi semampai dan gingsul yang sangat cantik menghiasi wajahnya. Dia merupakan gadis dari Davidson Wiguna Moyes yang terbilang hubungan mereka sangat menjadi terpopuler di penjuru sekolah.


Namun siapa sangka, Willy kekasih David ini mengagumi sosok Leon karya Anggara, Willy tak pernah fokus dengan hubungannya bersama David dan justru sangat menginginkan Leon. Karna terobsesi membuat Willy secepatnya ingin Leon menjadi kekasihnya. Awalnya Leon tidak mengetahui jika Willy menyukainya, namun lama-kelamaan melihat sikap Willy terhadapnya, jadi Leon semakin tau jika Willy menyukainya.


Leon tak pernah tertarik sedikitpun pada wanita itu, namun wanita itu terus saja mencari cara untuk bisa mendekati Leon. Hingga suatu ketika, saat ada sebuah janji Leon dengan David di ring basket yang sering mereka kunjungi dan akan berlatih bermain basket di sana, Leon pergi menemui sahabatnya itu ke apartemen miliknya karna David mengirimkan pesan pada Leon. namun Leon tak menemukan David disana bahkan berulang kali iya memanggil sahabatnya itu namun tak ada siapapun disana.


Leon memasuki kamar David dan tak menemukan juga sahabatnya itu, tapi Leon terperanjat kaget saat sebuah tangan halus lembut dan lentik itu memeluknya dari belakang, ternyata willy lah yang memeluknya.


Leon berusaha melapaskan pelukan wanita itu, namun tangan wanita itu tak bisa lapas dari tubuhnya. Hingga David melihat kelakuan kekasihnya, dan membuat darahnya mendidih melihat kekasih dan sahabatnya terlihat seolah berpelukan. Padahal di sana yang manjadi salah adalah Willy namun David juga menyalahkan Leon atas kejadian itu.


"apa yang Kalian lakukan?" terik David. Ternyata David memang tidak ada di apartemennya, namun karna wanita itulah yang menyuruh Leon ke apartemen David menggunakan ponsel David sehingga David menemukan kekasihnya yang tengah memeluk Leon dari belakang.


"jangan berpikir negatif dulu, aku tidak ada hubungan apapun dengan dia, tadi kau memintaku kesini-' belum sempat Leon melanjutkan ucapannya, David sudah lebih dulu menghajar wajahnya.


bugh...


Leon terhuyang ke belakang dengan darah segar yang keluar lewat bibir dan hidungnya. Bukannya melerai kekasihnya, Willy segera menolong Leon membuat David kembali marah dan ingin sekali membunuh kedua manusia itu di depannya.


Baru saja David akan menghajar Leon, Leon lebih dulu menghajarnya memberikan satu Bogeman membuat David terhuyang. Bahkan Willy tak menolong kekasihnya membuat David memerah menahan amarah.


"tolong jangan seperti ini, aku tidak pernah melakukan apapun dengannya" tutur Leon namun karna david terlanjur sakit hati dan menyuruh Leon pergi dari apartemennya.


"pergi kau berengsek dan jangan pernah temui aku lagi, aku sudah muak melihat wajahmu" ucap David membuat Leon mengepalkan tangan, karna merasa dia tidak bersalah bahkan dirinya harus di hajar dan kini persahabatannya dengan David hancur oleh karena satu perempuan. Leon pun pergi meninggalkan tempat itu dan pulang ke apartemennya sendiri dengan menata semua baju serta keperluannya dan meninggalkan Amerika untuk pulang ke Indonesia.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2