Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Jalan-jalan


__ADS_3

Jangan lupa tekan like, komen dan votenya biar semangat author jadi membara🔥😁


"kamu kenapa lama sekali seperti perempuan" kesal antin saat Leon sudah selesai dengan bersiap ya.


"kamu, apa kamu tidak menggunakan skincare atau bedak kek atau apa lah" heran Leon melihat istrinya yang sudah lebih dulu siap.


"aku tidak suka terlalu ribet dalam berdandan, dan aku tidak terlalu suka bedak tebal, menurutku itu sangat merepotkan" ucap antin.


"apa kamu tidak bau nanti?" tanya Leon membuat antin memandang sengit suaminya.


"apa kamu bilang"


"eehh maksudku, anu " Leon menggaruk-garuk kepalanya.


"apa" ucap antin dengan wajah garangnya.


"tidak ada aku tidak bilang apa-apa" ucap Leon yang takut melihat tatapan istrinya.


"awas saja kamu, malam ini kamu tidur di sofa" ucap antin membuat Leon membelalakkan matanya.


"jangan dong sayang, kita itu harus selalu tidur bersama ya, karna kata mama kita harus memperoleh keturunan secepatnya" ucap asal Leon membuat antin memutar bola matanya malas.


"aku kan bau, jadi...kamu harus tidur di sofa selamanya" ucap antin masih dengan mode kesalnya.


"aku bercanda sayang, aku mana mau tidur terpisah dari kamu" ucap Leon mencoba membujuk istrinya.


"aku tidak peduli" Antin pura-pura marah dan meninggalkan suaminya.


"sayang, tunggu aku mohon jangan marah" Leon berusaha mengejar istrinya.


"aku tidak ingin tidur terpisah,,, aku janji aku akan memberikan apapun yang kamu mau" ucap Leon berhasil menghentikan langkah antin.


"kamu serius?"


"iya sayang, aku serius"


"baiklah aku tidak akan marah, asal kau melakukan sesuatu untukku sesuai dengan ucapanmu tadi" ucap antin namun membuat perasaan Leon tidak enak.


"aku harus melakukan apa?" tanya Leon.


"tenang tidak sekarang kok, kita pergi jalan dulu baru aku sebutkan nanti apa yang harus kamu lakukan untukku" ucap antin dan Leon hanya mengangguk pasrah saja dengan istrinya.


"ya sudah, tapi jangan yang aneh-aneh ya" pinta Leon.

__ADS_1


"itu tergantung aku" ucap antin dan kembali berjalan menaiki lift.


Di bawah antin bertemu dengan kedua mertuanya yang tengah duduk bersantai menikmati suasana sore dengan dua cangkir teh tawar favorit keluarga Anggara.


"ma, pa, kami pamit keluar sebentar, ada yang mau papa sama Mama titipkan?" tanya antin.


"mmm mama mau makan martabak saja, dan bolu coklat" ucap mama Yola.


"ma tidak baik makan makanan yang terlalu manis" ucap Leon.


"mama masih sehat dan mama mau makan yang itu saja" ucap mama Yola.


"tapi ma..."


"sudahlah Leon, belikan saja kamu itu kenapa cerewet sekali sih." sela mama Yola membuat Leon hanya pasrah.


Menghadapi kedua wanita itu memang sangat sulit apa lagi masalah barang atau makanan kesukaan mereka, lebih baik turuti saja keinginannya kalau mau aman dan tidak ingin ada perang.


"bye ma, pa, kami berangkat dulu" antin melambaikan tangannya pada kedua mertuanya.


"hati-hati sayang, Leon kamu jangan ngebut bawa istri kamu. Awas saja kalau sampai terjadi sesuatu pada menantu mama" teriak mama Yola membuat tuan Ferdinan spontan menutup telinganya karna mendengar teriakan istrinya yang sangat cempreng itu.


Leon melajukan mobilnya menuju tempat yang akan mereka singgahi di sebuah taman di tepi danau yang sangat luas serta udara yang sangat menyejukkan mata.


Angin berhembus menerpa wajah cantik nan manis milik Antin membuat Leon yang memandang ke arah lain kini terperangkap oleh netra miliknya seseorang yang menjadi istrinya tengah menikmati semilir angin yang mengibaskan rambut panjangnya.


Senyuman serta setitik tai lalat di bawah bibirnya membuatnya terlihat sangat manis dan cantik. Leon menjerit dalam hati tatkala melihat keindahan yang tercantum dalam diri antin membuat hati Leon menghangat dikala sang cintanya tengah mengukir senyum di wajah cantiknya.


Hati dan pikirannya berperang dikala melihat bibir seksi milik istrinya, ingin sekali iya meraup dan tak melepaskannya jika saja tidka di tempat umum, sudah pasti Leon akan mengambil kesempatan untuk mencium istrinya. Namun sayang, dia harus menahannya sampai nanti malam, saat mereka sedang berada di rumah.


"sayang, jangan senyum-senyum gitu" ucap Leon yang terus melihat istrinya tersenyum.


"kenapa?" heran antin yang mendengar ucapan suaminya.


"nanti ada yang melihat, mereka pasti tertarik sama kamu" ucapnya.


"kamu aneh deh, masak senyum aja tidak boleh" ucap antin yang tak mengerti kecemburuan suaminya.


"kamu tidak mengerti sayang" ujarnya.


"apa yang aku tidak mengerti, aku kan hanya senyum saja" ucap antin yang belum paham juga dengan sikap suaminya.


Kemudian Leon berbisik di telinga antin dan mengatakan...

__ADS_1


"kalau sampai kamu tersenyum, banyak laki-laki yang terpesona denganmu dan kalau sampai mereka berani mendekatimu, aku akan melahap habis kamu malam Ini sayang" suara serak nan sensual membuat bulu kuduk antin berdiri mendengar ucapan suaminya. Dia membayangkan saat-saat dirinya tengah menikmati sentuhan suaminya setiap malam dan setiap mereka akan tertidur.


Bahkan antin sangat merinding saat dirinya ingat ketika Leon menghimpitnya. Leon yang melihat reaksi istrinya kini tersenyum menggelikan melihat rona merah yang tercentang di kedua pipi mulusnya.


"kamu kenapa, apa kami tengah memikirkan bagaimana aku menggagahi mu setiap malam" ujarnya membuat antin menoleh pada suaminya.


"m-mana ada aku, aku hanya tengah memikirkan mama saja, aku merindukannya sudah beberapa hari ini aku belum bertemu dengannya" elak antin agar suaminya tidak curiga dengan isi otaknya.


"Leon tersenyum tipis dan memandang ke arah danau kembali"


Leon sebenarnya adalah tipekal orang yang dingin dan tak tersentuh waktu belum menikah. Namun kehadiran antin membuatnya bersyukur karna bisa menghilangkan sikap dingin serta keras kepalanya. Dulunya dia pembenci wanita, tapi sekarang satu wanita yang bertahan bersamanya dalam pertemuan tak terduga dan di satukan tanpa rasa cinta.


Leon memiliki rasa terhadap antin saat antin selalu menjadi orang yang berada di belakangnya dan melayani setiap keinginannya. Mungkin karna hidup antin yang penuh derita selama ini membuatnya merasa iba pada gadis itu, dan berakhir menjadi cinta.


Antin juga sama, dia sebenarnya belum sepenuhnya mencintai Leon, tapi dalam hatinya dia akan mencintai orang yang mencintainya, dia akan memperjuangkan seseorang yang menurutnya baik dan yang mau menerima dirinya apa adanya.


"sayang, maafkan aku" ucap Leon membuat antin menatap heran pada suaminya.


"maaf?" ucap Antin


"iya, waktu itu saat kamu baru-baru saja datang ke rumah dan hari pertama bekerja di rumah sebagai pelayan ku" ucap Leon.


"memangnya ada kesalahan yang sudah kmu buat?" ujarnya.


"iya, waktu itu aku mengikat kamu dengan tali dan menggantung mu di dalam kamarku" ucap Leon.


"hahahah" Antin tertawa lepas.


"kenapa kamu tertawa?" tanya Leon bingung.


"aku kira apa, kamu malah bicarakan yang itu"


"apa kamu marah?" tnya leon.


"tidak, untuk apa aku marah sama kamu"


"tapi pasti kamu marah"


"ya memang, waktu itu aku sangat kesal dengan kamu, andai waktu itu aku tidak jadi pelayanmu, sudah pasti kamu aku cakar pakai kuku tajamku ini" antin seraya memperlihatkan kuku-kukunya yang tajam. "Sudah lah jangan di bahas, lagian juga sekarang kita sudah suami istri" ujar antin santai.-------


Leon menatap ngeri kuku-kuku istrinya.


Bersambung......

__ADS_1


Tinggalkan jejak kalian makan novel ini akan bersinar😁


__ADS_2