Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Aku menginginkanmu leon


__ADS_3

Sementara wanita yang menabrak Leon tadi tengah duduk di atas kursi hotel dalam kamarnya yang di temani dengan sebotol wine di tangannya. Wanita itu tersenyum sinis membayangkan wajah Leon yang sejak dulu menjadi pria impiannya, tapi harus pupus karna Leon tak ada sedikitpun rasa pada wanita itu, Leon memang dasarnya tak menyukai wanita manapun semenjak dia masih kecil dulu.


Namun wanita itu tak berhenti untuk terus mengejar Leon dan selalu mengikuti kemana Leon pergi. Seperti sekarang ini, saat Leon tengah Honeymoon di Bali, dan entah bagaimana caranya wanita itu bisa mengikuti Leon sampai ke Bali.


"kamu lihat saja Leon, jika aku memintamu mencintaiku dengan baik-baik tapi kamu tak pernah memandang aku, jangan salahkan aku berbuat sesuatu dengan caraku sendiri" ucap wanita itu.


Wanita itu terus saja menatap tajam ke arah depan sembari menyesap wine dan sebatang rokok di jari lentiknya, masih mengingat wajah Antin yang dia tau adalah istri dari Leon. Membuat tekatnya semakin kuat untuk merebut Leon dari istrinya dan jatuh kepelukan nya.


****


Dasar wanita tidak berguna, apa kamu sengaja mempermaluk an aku di depan semua orang ya. Aku sudah bilang padamu, jangan pernah membuat aku marah, tapi kamu selalu melanggar ucapan ku.


plak


plak


plak


Bruk...


Mayang tersungkur karna pukulan Dalmiro yang bertubi-tubi membuat sekujur tubuhnya terasa sakit dan tak bisa berbuat apa-apa.


"kenapa ku tidak bunuh saja aku, aku lelah dengan sikap kamu yang seperti ini" suara Mayang tercekat karna merasa nyeri di bagian kepalanya.

__ADS_1


Bibirnya juga mengeluarkan darah segar akibat tamparan Dalmiro yang kuat membuatnya hampir tak sadarkan diri.


"Jika kamu tidak ingin menderita, jangan lakukan apapun yang membuat aku tidak senang, dengar itu" ujar Dalmiro kembali menjambak rambut istrinya.


Setelah Dalmiro puas menganiaya Mayang, dia langsung pergi meninggalkan Mayang yang tampak tak sadarkan diri dan tergelatak di lantai. Karna malam itu mereka berdua berada di sebuah pesta dan entah apa yang di lakukan oleh Mayang hingga membuat Dalmiro geram dan sesampainya di rumah, Dalmiro menyiksa istrinya.


Anak keduanya datang melihat ibunya yang tak sadarkan diri menangis dan segera memanggil art di belakang rumah yang tengah melakukan pekerjaan.


"ma, mama bangun mama" suara Mala membangunkan ibunya yang tak sadarkan diri.


Lalu tak berapa lama, pembantunya datang segera membawa majikannya ke kamar untuk segera mengobati lukanya.


****


"papa bagaimana keadaan di kantor, apa semua baik-baik saja?" tanya Leon dari sebrang telpon menghubungi papanya.


"iya pa, tapi aku sungguh tidak bisa selalu mengandalkan boy, karna dia juga butuh ketenangan. Aku janji pa, setelah Leon kembali, Leon akan beri boy cuti beberapa Minggu untuk menyegarkan pikiran dan juga agar dia lebih semangat lagi membantuku di perusahaan nanti" terang Leon.


"kamu memang yang terbaik nak" tuan Ferdinan bangga terhadap putranya yang sudah banyak berubah. Tak seperti dulu yang selalu gila kerja dan membuat boy takut jika tak mengikuti perintahnya.


Tuan Ferdinan menyadari jika perubahan Leon kini setelah Antin memasuki kehidupannya, yang dulunya memiliki sifat dingin dan cuek dengan keadaan, sekarang menjadi sosok yang lebih hangat dan penuh keceriaan dalam diri seorang Leon.


"baiklah pa, papa istirahat ya, Leon juga akan segera istirahat" ucap Leon mengingatkan papanya untuk istirahat. Karna sekarang jam menunjuk pukul 21:30 malam.

__ADS_1


"iya nak, kamu juga secepatnya istirahat"


Keduanya mematikan sambungan telpon.


Leon yang melihat istrinya baru selesai mandi, kini tersenyum lebar tatkala Antin dengan malu-malu memasuki kamar untuk mencari pakaian tidurnya.


Leon menghampiri istrinya dan tanpa banyak bicara Leon mengangkat istrinya dan mengajak antin ke atas ranjang dalam masih keadaan menggunakan handuk yang melilit di dadanya.


"aw, apa yang kamu lakukan?" teriak antin terkejut dengan suaminya yang tiba-tiba tubuhnya melayang karna di angkat oleh Leon.


"apa lagi, selain bercinta dengan istriku yang sudah wangi ini" Leon tak bisa banyak bicara, dan handuk yang menutupi tubuh seksi itu sudah tergelatak di lantai, tinggallah Leon melakukan sesuaka hatinya hingga larut malam bahkan sampai dini hari barulah Leon menghentikan kegiatannya, karna melihat istrinya yang sudah kelelahan akibat ulahnya.


Leon mengecup kening istrinya dan ikut memejamkan matanya setelah menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua.


Sementara wanita yang beberapa jam menabrak Leon itu, masih belum juga memejamkan matanya membayangkan wajah tampan seorang Leon dan bentuk tubuhnya yang sispack serta membayangkan bagaimana dirinya di gagahi oleh Leon.


Namun wanita itu tidak tau, jika Leon bukanlah pria yang bodoh dan tertarik oleh tubuhnya. Wanita itu akan berharap sebatas hayalan saja, namun untuk memiliki, mungkin dia tidak akan pernah bisa.


"aku sangat menginginkanmu Leon" entah apa yang wanita itu Bayangi saat melihat dirinya di pantulan cermin besar tanpa melekat benang sedikitpun di tubuhnya. Hingga suara pintu kamarnya di buka oleh seorang pria yang menjadi kekasihnya, tentu pria itu menjadi senang melihat pemandangan di depannya. Dia seperti di suguhkan makanan enak di depan matanya.


Pria itu langsung mendatangi kekasihnya dan segera melakukan permainan hingga beberapa ronde dan juga rasa laparnya kian membara saat dengan senang hati wanita itu melayaninya.


"sekarang aku menuntaskan hasratku pada pria lain, tapi nanti aku akan melakukannya dengan mu Leon" batin wanita itu dengan tersenyum sinis masih dengan tatapannya pada cermin itu.

__ADS_1


Bersambung.....


Tetap tinggalkan jejak kalian ya, jangan bosan terus baca cerita aku ya...!!!!


__ADS_2