Jangan Sakiti Aku

Jangan Sakiti Aku
Serpihan memori


__ADS_3

Leon kembali tersenyum saat mengingat tingkah antin yang wajahnya terlihat memerah saat kejadian tadi.


"Kenapa dengan jantung ini, apa aku-...? Aaaahhh tidak-tidak aku tidak mungkin jatuh cinta dengan gadis itu"


"gk, gak mungkin" ucapnya lagi namun hatinya justru merasa menghangat saat menatapnya.


Leon berusaha menepis semua yang dia rasakan malam itu dia berusaha untuk tidak memiliki rasa terhadap antin dan dia kembali berkutat dengan laptopnya agar bisa melupakan hal kejadian tadi.


***


Jam 4 subuh, antin terbangun dan segera mencuci wajah di wastafel kamar mandi. Antin merapikan tempat tidur dan sekitaran kamarnya. Antin memang terbiasa melakukannya setiap hari sewaktu di desa dulu.


Setelah selesai dengan merapikan kamarnya, dia segera menuju ke dapur untuk memasak dan menyiapkan makanan. Antin memasak dengan hati yang ceria entah karna apa hanya author yang tau😁.


Sudah jam 7 pagi, Leon sudah bersiap-siap akan berangkat ke kantor pagi ini. Leon menuruni anak tangga dan melihat antin yang masih beres-beres ruang tamu.


Begitu juga dengan antin yang tak sengaja melihat Leon yang menuruni anak tangga, namun begitu tatapan mata mereka berdua bertemu, antin menghindari kontak mata langsung.


Leon tersenyum tipis bahkan sangat tipis hingga tak dapat orang lain yang melihatnya. Leon segera menuju ke meja makan dan disana Sudah ada tuan Ferdianan bersama istrinya yang menunggu anakanya untuk sarapan bersama.


"Selamat pagi pa, ma" ucap Leon.


"Selamat pagi sayang, oh ya dimana antin ?" tanya nyonya Yola.


"Di ruang tamu ma" ucap Leon


"Antin, sini nak" teriak nyonya Yola memanggil antin.


"Iya nyonya, ada apa. Apa makanan nya kurang enak?" tanya antin.

__ADS_1


"Bukan, tapi kesini sebentar deh"


Antin pun mendekat," kamu ambilkan makanan untuk Leon" ucap nyonya Yola.


"Tapi,,," ucap antin ragu dan menatap Leon takut.


Namun Leon hanya berekspresi biasa saja.


"Sudah, kamu lakukan saja ya, soalnya Leon tidak terbiasa mengambil makanan sendiri" ujar Yola penuh makna.


"baik nyonya" Antin pun mengambilkan makanan untuk Leon, dan Leon pun tak mengatakan apapun.


"Apa kamu sudah sarapan?" tanya Yola.


"Belum nya, tapi nanti kalau kerjaan sudah selesai baru antin bisa makan" ujar antin.


"Baiklah, aku permisi ke belakang dulu ya nyonya, tuan. Antin mau menyiram tanaman" ucap antin.


Antin pun segera pergi dari suasana yang sangat membuatnya keringat dingin.


Antin secepatnya mengambil gembor dan memulai kegiatan menyiram bunganya.


***


Leon dan papa mamanya sudah selesai dengan sarapannya. Dia bersama papanya berangkat kek kantor bersama. Sembari menuju ke perusahaan, Leon sempatkan untuk memeriksa beberapa laporan di dalam mobil agar tak terjadi kesalahan dalam pertemuannya dengan kliennya.


Sesampainya Leon di kantor, Leon segera menuju ke ruangannya di tingkat paling atas ruangan CEO.


Boy memasuki ruangannya dan melihat bosnya yang baru saja datang. " bos ada sesuatu yang ingin aku katakan" ucap boy.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Leon.


"Lihatlah" boy memberikan sebuah amplop tebal berisikan lembaran foto seseorang yang selama ini membuatnya trauma mengenal wanita. Siapa lagi jika bukan ibu kandungnya.


Pandangan mata Leon menjadi berubah dingin. Dia seperti menemukan kembali serpihan memori menyeramkan yang dulu pernah dia rasakan.


"Setelah sekian lama, kenapa dia muncul sekarang, apa belum cukup menghancurkan hati papa dan aku. Papa bahkan tersiksa dengan perlakuannya dulu saat masih bersama. Dan aku, begitu mudahnya dia mengabaikan aku saat aku datang ke dunia ini" ujarnya dengan pandangan tajam ke arah jendela ruangannya.


"Maaf bos, apa yang akan bisa bos lakukan dengan ibu bos?" tanya boy.


"Baiklah, aku akan menemuinya namun bukan sebagai anak, tapi sebagai orang lain. Dan berbakti memang aku akan berbakti padanya, karna dialah wanita yang sudah melahirkan aku." ungkap Leon.


" Meeting hari ini di tunda dulu sampai makan siang, karna aku akan mengurus sesuatu" titah Leon pada boy.


"Baik bos, saya permisi"


"Hem"


Setelah kepergian boy, Leon kembali melihat isi foto-foto yang diberikan boy tadi. Dia juga melihat ibunya bersama pria lain yang tak lain adalah suaminya yang sekarang.


"Kenapa tuhan, kenapa dia baru sekarang kembali. Aku memang anaknya tapi sungguh, sakit hatiku selama ini tidak bisa hilang saat kejadian itu" gumamnya pelan.


Leon tak bisa konsentrasi dan akhirnya Leon menelpon papanya dan berbicara serta memberitahukan semuanya pada papanya.


"pa kita bertemu di rumah nanti, kita berbicara lebih panjang, karna aku sedang sibuk pagi ini" ujar Leon.


"baiklah nak, papa juga hari ini akan segera pulang" ucap tuan Ferdinan di sebrang telpon.


Bersambung....

__ADS_1


Like nya kakak jangan lupa ya biar author selalu semangat dalam membuat cerita-cerita yang menarik.


I Love you all 😘🥰


__ADS_2