
Pagi menjelang, Leon hari ini jadwalnya begitu banyak sehingga ia harus terpaksa bangun pagi-pagi dan berangkat pagi-pagi ke kantor. Antin tak lupa menyiapkan sarapan untuk suami dan juga mertuanya.
Setelah selesai dengan menyajikan sarapan, antin memanggil suaminya dan membantu keperluan suaminya. Barulah setelah itu mereka berdua segera turun ke dapur untuk segera sarapan.
Karna selama kehamilan antin yang masuk dua bulan, nafsu makan antin kembali stabil dan untuk semua makanan, Leon tak pernah memberi pantangan pada istrinya selagi istrinya mau memakan semua yang dia inginkan.
"mas, pelan-pelan dong makannya nanti tersedak" ucap antin di sela-sela sarapannya menegur suaminya.
"mas buru-buru sayang, mas ada tugas di kantor banyak banget. Mas harus segera berangkat sekarang" ujar Leon dengan mulut penuh membuat antin hanya geleng-geleng kepala.
"iya mas aku mau antar kan makan siang buat kamu boleh?" tanya antin pada suaminya.
"boleh dong, tapi apa kamu tidak kerepotan, kamu kan lagi hamil" ucap Leon.
"nggak kok mas, lagian aku sudah bosen rebahan di rumah" ucap antin.
"baiklah, tapi kamu harus hati-hati ya, karna aku takut kamu kenapa-kenapa. Kamu suruh sopir antar kamu ya, supaya aku lebih tenang kalau kamu pakai sopir" ujar Leon pada istrinya.
"iya, aku pakai sopir"
"aku sudah selesai sayang, aku berangkat ya"Leon mencium seluruh wajah istrinya lalu kemudian segera berjalan menuju garasi mobil, sedangkan orang tuanya, masih berada di kamar dan belum sarapan, karna di keluarga Anggara tidak memaksa harus menunggu untuk sarapan atau makan bersama, siapapun yang lapar, mereka harus makan lebih dulu dan tak mau mempermasalahkannya.
Antin membereskan semua bekas makanan di meja lalu menyiapkan sarapan untuk kedua orang tuanya, karna ini masih terlalu pagi, kedua mertuanya tidak biasa sarapan di waktu yang masih terlalu pagi begini. Namun karna Leon membiasakan diri untuk sarapan pagi demi menemani istrinya yang belum lama hamil selalu makan banyak sampai sekarang badannya lebih terlihat berisi dari sebelumnya dan terlihat lebih seksi.
****
__ADS_1
Sekitar 45 menit, Leon sudah sampai di perusahaan dan terlihat karyawan belum banyak yang datang, dia memaklumi itu, karna dia sendiri yang datang lebih pagi. Leon berkutat dengan beberapa dokumen serta laptop yang senantiasa selalu berada di manapun dia berada.
Namun kini konsentrasi Leon terganggu oleh suara gaduh dari luar ruangannya membuat dirinya geram dan sangat kesal dengan orang yang telah berani mengganggunya bekerja.
"hai, kalian tidak tau ya siapa aku, aku adalah ibu dari bos kalian, kenapa kalian tak mengizinkan aku masuk. Aku akan melaporkan kalian pada anakku, Leon keluar kamu nak, tolong ibu, mereka mencegah ibu masuk" teriak Mayang, yang telah membuat keributan pagi-pagi sekali. Membuat banyak pasang mata yang menatapnya aneh, dan merasa Mayang adalah orang gila yang berani mengganggu jam kerja karyawan lain.
"ada apa ini", suara boy membuat semuanya menoleh. Boy di perintahkan oleh Leon untuk kembali mengusir wanita itu, boy segera melakukan perintah bosnya meski berbagai ancaman yang akan dia gunakan untuk mengancam wanita tidak tau malu seperti Mayang itu.
"hei kamu, panggilkan anak ku kesini, biar dia yang akan melindungi ku dari kalian semua yang tak mau memberikan aku masuk" ucap Mayang.
"bos kami juga yang menyuruh kamu untuk mengusir anda, jadi jika anda tidak segera pergi dari sini, kami akan melaporkan ke polisi atas kegaduhan yang anda buat" ucap boy membuat Mayang sedikit takut.
"tapi aku ingin bertemu dengan anakku" ucap Mayang.
"tapi bisa kami tidak ingin bertemu denganmu" ucap boy.
"aku tidak mau keluar, Leon tolong mama nak mereka mau bawa mama pergi" teriak Mayang seperti orang gila.
"berhenti" suara bariton terdengar dingin membuat siapapun yang mendengar akan merasa takut.
"heh kalian dengar, dia pasti akan memberikan mamanya masuk ke kantor miliknya" ucap Mayang percaya diri.
"Leon mama sayang sekali padamu nak, selama ini mama sudah menyesal telah meninggalkan kamu, mama mau kembali sama kamu, kita bisa tinggal bersama" ujar Mayang membuat boy yang ada di dekat Leon mendelik tajam ke arah wanita paruh baya itu.
"tunggu, kau jangan pernah berharap kalau aku memberikan mu masuk, kau juga akan berusaha menipu bos kami" ujar boy yang sudah geram atas perilaku ibu dari bosnya itu.
__ADS_1
"hey aku tidak bicara denganmu ya dasar tidak tau diri, masih mending kamu bisa di beri pekerjaan oleh anakku, nanti kalau Leon sudah tinggal denganku, aku akan memcatmu dari sini" ucap angkuh Mayang membuat semua karyawan hanya menggelengkan kepala mendengar celotehan dari Mayang.
"anda yang harus keluar dari sini nyonya, saya tidak suka dengan keributan. Mau apa anda datang kesini?" ucap Leon dingin.
"sayang, mama..."
"hapus ucapanmu memanggil aku dengan panggilan itu, aku tidak Sudi punya ibu yang selalu memandang harta, dan juga kasta. Cukup aku memiliki orang tua yang menyayangi aku, meski dia adalah ibu sambung, tapi kasih sayangnya yang melebihi ibu kandung." ujar Leon.
"jadi kamu lebih memilih wanita tidak tau diri itu, aku ingatkan padamu Leon, dia akan mengambil seluruh harta kamu dan juga papa kamu nanti setelah kamu tau sifatnya bagaimana. Dan ingat kamu di manfaatkan oleh ibu sambung mu itu" ucap Mayang membuat Leon semakin membancinya.
"siapapun dia, bukan kah dia adalah saudara kandungmu, lalu mengapa anda bisa bicara begitu padanya, dan untuk semua yang kau ucapkan tadi, aku tidak pernah melihat sisi seperti itu pada mama Yola, dia selalu merawat, mendampingiku, dan selalu menyayangiku sampai saat ini sampai aku menikah. Lalu dimana aku melihat dia melakukan seperti yang anda ucapkan" ucap Leon marah.
"Leon percaya sama mama, dia hanya mengincar hartamu saja nak" ucap Mayang berusaha agar Leon percaya padanya.
" jika dia mengincar hartaku saja, lalu kenapa saat aku sudah sukses kasih sayang nya tidak sedikitpun berkurang padaku. Dan meskipun anda adalah ibu kandungku, aku tidak pernah tau bagaimana selama ini kau berusaha mencari dan memberikan sebuah pandangan seperti itu pada mama Yola. Entah apa jalan pikiranmu selama ini untuk berusaha merusak hubungan aku, mama Yola dan papa. Sungguh aku tidak bodoh seperti dulu saat anda meninggalkan aku" ucap Leon membuat Mayang terdiam.
"nak mama mohon, mam minta maaf sama kamu, mama sekarang menderita dan sudah tidak memiliki apa-apa lagi" Mayang terisak namun dengan air mata buayanya.
"boy" panggil Leon pada boy.
"siap bos" boy memberikan uang di dalam amplop putih tebal dan di buang ke arah Mayang membuat mata Mayang seketika melotot.
"ambil uang itu untuk biaya hidupmu, tapi ingat jangan pernah mengusik hidupku bersama keluargaku. Karna aku tidak akan segan-segan untuk menghancurkan mu" ucap Leon membuat Mayang merasa sedih atas ucapan anaknya.
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak.