
Leon dan antin sudah berada di dalam kamarnya, sedari pulang mereka belum melihat kedua orangtuanya berada di ruang tengah, mungkin mereka tengah berada di dalam kamar.
Leon merebahkan tubuhnya di atas ranjang sedangkan antin baru selesai mandi dan berlahan menuju lemari pakaian yang ada di ruang ganti, namun karna melewati tempat tidur akhirnya antin dengan berjinjit berjalan ke ruang ganti agar tidak terngganggu suaminya yang baru terlelap.
Namun ternyata Leon melihat dengan matanya sedikit terbuka untuk melihat istrinya yang berjalan dengan perlahan ke arah ruang ganti.
Sekilas ide cemerlang yang timbul di dalam otaknya, Leon menyeringai karna membayangkan akan seperti apa raut wajah istrinya saat dirinya akan memasuki ruang ganti.
Leon memasuki ruang ganti dan tanpa mengetuk pintu dia masuk membuat antin yang berada di dalam merasa terkejut karna suaminya masuk tanpa mengetuk pintu.
Melihat pemandangan yang pertama di lihat oleh Leon membuat dirinya tak bisa mengendalikan dirinya dan rasa lapar setelah beberapa hari tak mencampuri istrinya kembali mengusik ketenangan sang adiknya yang masih tertidur rapi di dalam celana Leon.
"a-apa yang kamu lakukan" suara antin terbata-bata sekaligus terkejut akan kehadiran suaminya yang tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu. Antin memang selalu merasa gugup karna belum membiasakan diri tanpa busana di depan suaminya.
Leon perlahan menghampiri istrinya namun antin belum juga sadar dengan penampilannya yang sudah polos dan belum mengenakan apapun. Leon tak mengindahkan pertanyaan istrinya, dia langsung saja maju ke arah istrinya dan matanya tak pernah berpaling dari kemolekan tubuh istrinya itu.
"kau semakin cantik sayang, jika begini" suara Leon parau seperti menahan sesuatu.
"ah, aku" antin gugup karna Leon semakin mendekat, barulah dia menyadari jika dirinya dalam keadaan tak menggunakan apapun.
"a, aku akan menggunakan pakaian dulu kamu keluarlah" usir antin namun tak membuat Leon patuh malah dia semakin dekat ke arah istrinya dan tinggallah beberapa centi lagi Leon bisa meraih istrinya.
"kau sengaja buat aku tergoda ya" ucap Leon membuat antin mendelik tajam.
"kau mau apa, aku baru selesai mandi, sekarang kaluarlah dulu aku mau ganti baju" ujar antin.
"kalau aku tidak mau bagiamana?" ucap Leon yang tak pernah melepaskan pandangannya dari istrinya.
"baiklah sayang, aku ingin mencoba sesuatu yang baru, bagiamana kalau kita melakukannya disini untuk yang pertama kalinya" ucap Leon dan antin tak bisa berbicara apapun karna Leon sudah mengunci pergerakannya.
Leon mendekatkan wajahnya ke wajah antin tapi kemudian....
Tok tok tok
Suara ketukan pintu merusak suasana membuat Leon kesal.
Antin segera mengenakan switer dan celana selutut untuk menemui sang pengetuk pintu yang sedari tadi masih betah berada di depan pintu.
Ceklek
__ADS_1
"iya ada apa?" tanya antin.
Ternyata Sri yang mengetuk pintu, "non, non dan tuan Muda sudah di tunggu oleh nyonya dan tuan di bawah untuk makan malam" ucap Sri.
"oh, baiklah aku akan segera turun" ucap antin.
"iya nona" Sri langsung berlalu.
Leon masih kesal dengan hal tadi membuatnya cuek saja, antin yang melihat kelakuan suaminya hanya diam saja namun dalam hatinya justru tergelak karna melihat tingkah suaminya.
****
Di ruang makan, sudah ada tuan Ferdianan dengan Mama Yola. Antin dan Leon yang baru turun untuk menikmati makan malam dengan masih saling diam.
Wajah Leon masih terlihat kesal dan itu membuat perhatian mama Yola teralihkan.
"Leon, kamu kenapa kok masam gitu mukanya?" tanya mama Yola.
"tadi ma, dikamar biasa" jawab Antin namun mama Yola yang tak mengerti juga.
"maksud kamu?" tanya mama Yola sekali lagi.
"sudahlah kalian makan saja, nanti kalian lanjutkan di kamar kalian" ucap mama Yola. Leon dan Antin pun menikmati makanan mereka masing-masing.
****
Dasar memang wanita itu sangat kurang ajar, berani-beraninya dia mengambil semua barang mahal ku. Lihat saja, aku pasti akan membunuhnya.
Geram Dalmiro saat salah satu wanita simpanannya mengambil barang-barang mewah yang melekat pada tubuhnya. Bagaimana tidak, semua yang dia miliki sudah habis di ambil oleh wanita yang menjadi teman tidurnya malam itu di hotel yang cukup terkenal di kota tempatnya.
Semalam karna mabuk berat, Dalmiro di bawa pulang oleh seorang wanita yang bersamanya. Karna terlalu banyak minum membuat kesadarannya sudah hilang.
Wanita yang membawanya ke hotel dia nikmati lalu setelah itu sang wanita membiarkan Dalmiro tertidur untuk mengambil kesempatan mengambil semua barang-barang mahal milik lelaki paru baya itu.
Wanita itu dengan senang hati meninggalkan Dalmiro di dalam hotel dengan masih dalam keadaan telanjang. Segeralah wanita itu pergi jauh agar Dalmiro tak menemukannya.
Setelah Dalmiro bangun dari tidurnya, barulah dia menyadari jika dirinya masih tidak memakai apa-apa.
Dalmiro sangat geram oleh wanita itu, namun dia tak bisa berbuat apa-apa untuk saat ini.
__ADS_1
Dalmiro pulang ke rumahnya dan menemukan istrinya yang asik dengan majalah di tangannya.
"sudah tau jalan pulang ya kamu." Mayang berdiri dan melipat tangannya di dada dan menatap tajam suaminya.
"apa urusannya denganmu" jawab ketus Dalmiro membuat Mayang geram.
"awas saja, jika nanti kamu pergi tidur bersama perempuan lain, aku akan melakukan sesuatu yang akan membuat kamu menyesal" sergah Mayang dan Dalmiro berlalu pergi meninggalkan istrinya yang masih berdiri di tempat.
"perempuan sama saja, mereka tidak ada yang berguna" gerutu Dalmiro sembari berjalan ke kamar.
"aku lihat belakangan ini, dia sering pulang pagi kadang juga pulang larut malam. Entah apa yang dia lakukan di luar sana, awas saja kalau dia berani menghianatai aku, aku akan membunuh wanita yang menjadi simpanannya itu." batin Mayang berapi-api.
*****
Pagi hari yang cerah secerah hati dua pasangan yang masih berbalut selimut di atas ranjang. Kedua pasangan itu masih memejamkan matanya dan terasa berat untuk harus bangkit dari singgasana nya.
Leon membuka mata namun karna sinar sang Surya yang menembus ke kamar nya membuatnya tak bisa membuka mata karna silau. Antin juga membuka matanya saat merasakan pergerakan dari sampingnya yang di sebabkan oleh suami tercintanya.
Antin tersenyum dikala melihat wajah tampan itu yang juga tengah menatapnya dalam. Kedua insan itu meski sudah terbangun namun dirinya sangatlah malas untuk beranjak dari tempat tidur.
Sepasang suami istri itu yang sebelumnya saling mendiami, sekarang wajah mereka berseri-seri karna jatah semalam sudah sangat puas dan waktu yang panjang, oleh sebab itulah kedua pasangan itu hanya bisa tersenyum dan saling menggoda.
"yang,, aku mau lagi boleh?" ucap Leon manja.
"tapi semalam kan sudah berapa ronde" ujar antin.
"sebelum kita berangkat untuk bulan madu, aku maunya sekarang, sebelum kita terbang" ucap Leon dan akhirnya antin pun mengalah.
***
Jam menunjukkan pukul 12 mereka akan segera berangkat menaiki pesawat untuk pergi berbulan madu ke suatu tempat yang belum pernah antin lihat. Dan untuk pertama kalinya antin berpergian jauh seperti sekarang ini.
Mereka sudah berada di dalam pesawat, namun karna antin tidak terbiasa menaiki pesawat, membuatnya sedikit pusing dan lemes. Leon dengan selalu siap untuk melindungi dan menjaga istrinya di dalam pesawat.
"aku pusing sekali," antin memegang kepalanya yang terasa berdenyut nyeri.
"sudah ya, kamu tidur di sini" Leon memeluk dan menidurkan istrinya di pundaknya dan antin pun tertidur.
Bersambung......
__ADS_1
Maaf telat untuk update, karna beberapa hari ini author tidak pernah punya waktu luang karna author lagi sibuk mohon di mengerti ya kakak-kakak ππππ