Java System

Java System
Kujang dan Bireng


__ADS_3

Banas Pati baru menyadari kalau orang didepannya bukanlah orang sembarangan, seketika sosok tersebut langsung bertekuk lutut dihadapan Aditya.


Tubuhnya tadi yang dipenuhi api menyala, sekarang sedikit meredup dan hanya menjadi Api kecil saja, sehingga membuat tempat tersebut sudah tidak panas lagi.


"Tuan, maafkan saya, saya tidak tahu kalau itu anda," ucapnya sambil bertekuk lutut dihadapan Aditya.


"Hahahaha... aku kira kamu masih bodoh seperti dulu, Pati!" seru Cakra sambil tertawa mengejek.


"Sial, diam kau ular kadut!" raung Banas Pati yang sedang bertekuk lutut dihadapan Aditya.


"Kalian berdua, diamlah!" tegur Aditya tegas.


"Maaf tuan," seketika keduanya langsung meminta maaf kepada Aditya.


Kedua sosok tersebut langsung terdiam seketika dihadapan Aditya. Pria itu mengamati Banas Pati dengan seksama, ia sedang memastikan sosok tersebut akan membahayakan ketiga istrinya tidak kalau dibawa kerumah, mengingat sikapnya cukup Arogan.


Aditya tidak tahu saja kalau semua Kodam milik Raja Angkara jaya semuanya pasti arogan, mengingat mereka semua dari kalangan raja Jin diberbagai wilayah mereka.


[Tuan, anda tidak perlu khawatir dia akan membahayakan istri anda atau tidak, asalkan tempat dia beristirahat ada ditangan anda, dapat dipastikan kalau mereka akan menuruti semua kata-kata anda dan menjaga semua yang berharga buat anda.]


Java tiba-tiba buka suara, sehingga membuat Aditya tersenyum simpul.


"Pati, masuklah ketempat istirahat mu, kita akan pergi dari sini!" perintah Aditya langsung.


"Tuan, ijinkan saya untuk memberitahu wakil saya di sini, agar menjaga tempat ini sebelum saya pergi ikut dengan anda," jawabnya sopan.


Aditya mengangguk mengerti, ia mengijinkan Banas Pati untuk menemui penggantinya untuk menjaga wilayah nya.


Banas Pati langsung menghilang dari hadapan Aditya, menemui wakilnya yang akan menggantikan dirinya.


Sementara sambil menunggu Banas Pati, Aditya merasakan energi spiritual unik yang ada didekat tempat tersebut.


Aditya mendekati energi spiritual tersebut. Cakra yang tahu kalau tuannya penasaran dengan energi spiritual unik yang ada ditempat tersebut ia mengikutinya.


Tiba-tiba sosok hitam kecil muncul dihadapan Aditya dengan mata berwarna merah. Pria itu menatap sosok tersebut yang perlahan berubah menjadi semakin besar ketika Aditya terus menatapnya.


Cakra langsung bergegas kedepan Aditya, sambil meraung kearah sosok tersebut, yang semakin lama semakin membesar.


Sosok tersebut tidak berbicara dan hanya menatap Cakra dengan seksama, sehingga membuat Cakra semakin marah.


"Berani sekali kau tidak menundukkan kepala dihadapan tuanku!" raung Cakra marah.

__ADS_1


Tapi sosok tersebut masih hanya diam, ia tidak bergerak dan hanya menatap Cakra dan Aditya silih berganti.


Cakra akan menyerang sosok tersebut, tapi tiba-tiba Banas Pati muncul. "Hentikan Cakra, dia tidak bisa bicara seperti kita!" tegurnya lantang sambil menghampiri Aditya dan bertekuk lutut disampingnya.


"Tuan, tolong biarkan bireng, dia memang tidak bisa berbicara seperti kamu," mohonnya kepada Aditya.


Aditya tersenyum. "Aku tertarik dengannya, apa dia bisa ikut dengan kita?" tanyanya memastikan.


"Tapi tuan, Bireng tidak memiliki tempat untuk beristirahat," jawab Banas Pati yakin.


"Kamu jangan khawatir," Aditya menatap sosok Begidik Ireng yang ada didepan Cakra. "Apa kamu mau ikut denganku?" tanyanya ramah.


Begidik Ireng menoleh kearah Banas Pati. Ia seperti meminta persetujuan kepadanya. Banas Pati menganggukkan kepalanya.


Bireng menatap Aditya lagi dan mengangguk, menandakan kalau ia mau ikut dengannya. Aditya tersenyum simpul.


"Java, kamu bisa memasukkan dia bukan?" tanya Aditya langsung.


[Ya Tuan!]


Bireng langsung tersedot masuk ke dalam cincin Java. Banas Pati yang menyaksikan hal tersebut terkejut, karena ternyata Aditya bukan hanya mirip dengan tuannya yang dulu, tapi ia juga memiliki cincin Java milik tuannya.


"Sekarang giliran kamu, Pati!" seru Aditya.


Koin Emas : 999.991.000.000keping


Nama : Aditya Nugroho


Umur : 21 tahun


Tinggi : 180 cm.


Masa Otot : 100


Kelincahan : 100


Vitalitas :100


Kemampuan kusus :


Meringankan Tubuh.

__ADS_1


Beladiri


Tembus Pandang


Pancasona


Brajamusti


Tubuh:


Gatotkaca


Dewa Brahma


Rahwana


Senjata:


Panah Arjuna


Gada Bima


Keris Naga Pati


Kujang


Khodam:


Jin gunung Kumbang


Bireng


Seketika status Aditya bertambah dengan adanya Bireng dan Banas Pati yang masuk kedalam cincin Java.


"Cakra, sekarang kita pulang!" seru Aditya yang langsung naik ke kepala Cakra.


"Baik tuan!" Cakra langsung melesat dengan cepat pulang ke kediaman Aditya.


...***...


Sementara itu diperbatasan wilayah Bibes, tepatnya wilayah Aditya dan wilayah keluarga Iskandar. Terlihat Sultan dan para bawahannya sedang bersiap untuk menyerang wilayah Aditya.

__ADS_1


Mereka semua tentu sudah tahu kalau berani menginjakkan kaki ke wilayah Aditya pasti akan langsung diserang para Jin milik Aditya, karena itulah mereka semua menyiapkan agar semuanya berkumpul terlebih dahulu.


__ADS_2