
Setelah melakukan pembicaraan dengan para istrinya, mereka tidur bersama, hanya Aditya yang selalu terjaga di malam itu, memikirkan bagaimana caranya bisa cepat menyelesaikan masalah tersebut.
Aditya beranjak dari kamar tidurnya dengan hati-hati, agar para Istrinya tidak terbangun dari tidurnya. Ia kemudian berjalan keluar kamar dan pergi ke halaman belakang untuk merenung di sana.
Pria itu duduk di kursi yang ada di sana, sambil menyenderkan tubuhnya dan menatap gelapnya langit malam itu, yang memang tidak ada bintang bersinar satupun.
"Malam yang sangat gelap, seperti hatiku saat ini," gumam Aditya.
[Itu hanya ada di pikiran anda tuan, sebenarnya masalah anda sangat sederhana.]
Tiba-tiba Java Sistem berbicara kepada Aditya, sehingga membuat pria itu terkejut, karena ia melupakan keluarga yang satunya tersebut.
"Astaga, kamu bikin kaget saja Java!" seru Aditya sambil mengusap dadanya. "Aku lupa memiliki kamu, sehingga berpikiran sempit seperti ini," lanjutnya sambil tersenyum.
[Kalau aku jadi anda juga bakal melupakan diriku, karena ada tiga sosok bidadari yang menemani anda, apa lagi nona Sekar, sudah cantik, mulus, Pink lagi.]
"Astaga, kamu melihatnya?" tanya Aditya terkejut.
[Mana berani tuan, saya hanya menebak, orang seperti Nona Sekar pasti Pink, dilihat dari ekspresi anda, tampaknya aku benar.]
Aditya menghela napas. "Sialan, jangan bahas itu lagi, apa kamu punya rencana untuk menghadapi keluarga Iskandar dan Semaka?"
[Tentu tuan, pergilah ke padepokan Kliwung, di sana ada seseorang yang tahu semua tentang kedua keluarga tersebut.]
__ADS_1
"Tahu semua maksudnya?" tanyanya bingung.
Java kemudian menjelaskan apa maksudnya kenapa Aditya di suruh pergi ke sana, alasannya bukan cuma karena orang tersebut tahu semua tentang kedua keluarga tersebut, tapi padepokan Kliwung juga terdapat sebuah rahasia besar milik kerajaan Angkara yang di sembunyikan di sana.
Alasan Java memberitahu Aditya, karena sekarang sosok tersebut sudah memiliki energi spiritual Angkara jaya, ia yakin Aditya sudah bisa memiliki rahasia tersebut.
Aditya yang mendengar penjelasan Java, ia mengangguk mengerti, besok pagi ia berencana untuk pergi ke padepokan Kliwung untuk mengambil peninggalan Raja Angkara Jaya.
"Terimakasih Java, besok aku akan pergi ke sana!" serunya yakin.
[Sama-sama tuan, saya pergi dulu, tampaknya ada yang kangen dengan anda.]
Aditya mengerutkan keningnya ketika Java berbicara seperti itu. "Kangen?" tanyanya bingung.
Aditya menelan ludah, ia menoleh ke samping. "Sialan!"
Bug
"Aww!" pekik Mba Kunti yang di tinju Aditya langsung.
Entah kenapa Aditya selalu reflek meninju mahluk halus ketika di kagetkan oleh mereka. Padahal Ara mahluk halus tersebut tidak bermaksud mengganggunya sama sekali.
"Kanda jahat ih, setelah kian lama kanda tidak menemui Dinda, malah main pukul-pukul saja," gerutu Mba Kunti marah.
__ADS_1
"Astaga, sejak kapan kamu bisa main drama seperti itu?!" hardik Aditya.
"Hihihi... tapi bagus gak?" tanya Mba Kunti yang kemudian duduk kembali ke samping Aditya.
Aditya menghela napas kasar. "Apa maumu sebenarnya?"
"Tidak ada maksud apa-apa, aku hanya ingin menemui kamu saja, sudah lama kamu terlalu sibuk mencari cincin bodoh itu dan tidak pernah duduk di sini menatap kecantikan ku yang cetar membahana i...."
Plak
"Sadar! Kamu ini hantu!" Mba Kunti tersentak ketika Aditya menamparnya.
"Kamu jahat ih... padahal aku sedang bilang apa adanya," ucapnya sambil merajuk.
Aditya menghela napas. "Terserah!" ucapnya seraya beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Mba Kunti sendirian.
"Adit, tunggu Dit!" teriaknya lantang, tapi Aditya mengabaikannya.
Mba Kunti menggembungkan pipinya, ia merajuk seperti anak perawan yang tidak di perhatikan pacarnya. Niatnya untuk memberitahukan Aditya sesuatu malah tidak jadi, karena ia lupa kalau pria yang satu itu tidak suka dengan berbasa-basi.
Ke esokan harinya. Aditya mulai melakukan rencananya, ia menelpon Remon agar datang ke rumahnya dan membahas rencananya untuk memperbesar perusahaan. Ia juga berpamitan kepada istrinya untuk pergi beberapa hari ke padepokan Kliwung.
Aditya tidak memberitahu apa niatnya yang sebenarnya pergi ke padepokan tersebut, ia hanya bilang akan menyuruh murid-murid Padepokan untuk datang ke rumahnya secara pribadi.
__ADS_1