Java System

Java System
Buta Ireng (Hitam)


__ADS_3

Semakin lama pergerakan tersebut semakin mendekat, membuat Aditya berusaha sekuat mungkin untuk tetap tenang agar Glembo tidak ikut ketakutan.


Tiba-tiba sebuah kabut langsung menyelimuti mereka berdua, membuat Glembo reflek merangkul erat lengan Aditya.


"Dit, apa yang terjadi?" tanya Glembo sambil melihat ke sekelilingnya.


"Kamu tenang, jangan jauh-jauh dariku, lepaskan dulu lenganku!" perintah Aditya kepada sahabatnya itu.


Glembo menurut, ia melepaskan rangkulan tangannya dan sebisa mungkin agar tidak jauh dari Aditya.


Kabut semakin pekat, jarak pandang mereka semakin pendek. Aditya berusaha memusatkan energi spiritualnya, ia kemudian memanggil gada Bima.


Gada besar tersebut muncul di tangan Aditya, pria itu tetap waspada dengan apa yang sedang mengincar mereka berdua.


"Hahahaha... berani sekali kau anak manusia memasuki wilayah ku!" tiba-tiba terdengar suara geraman tanpa wujud.


"Dit, aku takut," ucap Glembo dengan suara bergetar sambil menarik-narik baju Aditya dari belakang.


"Diamlah sebentar Ndut!" tegur Aditya.


Swuzz


Bang


Duak


"Aduh!" pekik Glembo ketika terhempas angin besar yang tiba-tiba muncul dan menabrak pohon, pria gendut itu pingsan seketika.


Sementara Aditya masih berdiri tegap menahan hempasan angin tersebut. "Brengsek, keluar kau!" bentak Aditya tidak takut sama sekali.


"Hahahaha... berani juga kau anak manusia!" ucap suara itu lagi.

__ADS_1


"Mana ada aku takut denganmu, kamulah yang takut padaku, bukan?!" Aditya sengaja memprovokasi sosok tersebut agar mau menampakan dirinya dari kabur tebal yang menyelimuti wilayah tersebut.


Tiba-tiba ada gumpalan kabut gelap dihadapan Aditya, perlahan kabut tersebut berubah menjadi sosok hitam legam seperti raksasa.


Mulutnya memiliki empat taring yang menjulur keluar, matanya melotot seperti mau keluar saja dengan perut buncit.


"Astaga, kamu buta?" bukannya takut Aditya malah bertanya.


"Lah, kamu gak takut denganku?" si Buta malah balik bertanya bingung.


"Buat apa aku takut! Kamu bukan levelku," ejek Aditya.


"Sialan, akan aku jadikan kau makanan ku!" raung Buta itu marah.


Aditya menyeringai, ia melesat dan mengayunkan gada Bima ke arah Buta tersebut dengan sangat keras.


Duar


Terdengar suara ledakan ketika si Buta berhasil menghindar dari serangan Aditya.


"Brengsek!" Buta meraung, ia mengeluarkan serangan suara yang menggelegar untuk menyerang Aditya.


Suara tersebut bagaikan tembakan angin dengan ukuran yang sangat besar saja, sehingga membuat Aditya kebisingan dan menutup telinganya.


Buta menggunakan kesempatan tersebut mengeluarkan gada miliknya yang ukurannya sangat besar.


Swuzz


Duak


Aditya dengan susah payah menahannya, ia menghempaskan serangan Buta dengan kekuatan penuhnya.

__ADS_1


Brug


Buta terjatuh di tanah, Aditya melompat ke atas, ia menggunakan gada nya dan kekuatan otot Gatotkaca untuk memperkuat serangannya.


Boommm


Arghhh


Raung buta itu kesakitan ketika serangan Aditya mengenai perutnya yang buncit. Matanya yang sudah melotot tambah melotot.


Aditya berdiri di dada Buta ia akan melakukan serangan lagi, agar sosok tersebut segera bisa di kalahkannya.


"Tu-Tunggu dulu, aku menyerah!" ucap Buta itu ketakutan.


Aditya mengernyitkan dahinya. "Bukannya tadi kamu mau memakan kami? Kenapa aku harus berhenti?"


Aditya mau menyerang lagi, tapi Buta langsung merengek. "Tolong maafkan saya tuan, saya kira Tuan tidak sekuat ini," jawabnya tidak berdaya.


"Jadi kalau aku lemah, kamu akan membunuh kami, begitu maksudmu?" Aditya membolak-balikkan kata-kata Buta.


"Eh, bukan seperti itu tuan, saya hanya di suruh untuk menjaga tempat ini dan membawa tumbal untuk tuan saya," jawabnya ketakutan.


Aditya terkejut ketika mendengar pernyataan Buta, saat mengatakan mencari tumbal. Ia berpikir bukannya yang mencari tumbal biasanya manusia, bukan malah sosok jin itu sendiri.


"Kamu mau membohongiku?!" hardik Aditya.


"Sumpah tuan! Astaga aku jin malah bersumpah," gerutunya kesal kepada dirinya sendiri.


Aditya tersenyum, ia melompat turun dari dada Buta. "Baik aku percaya padamu, beritahu aku siapa tuanmu!"


Buta menghela napas lega, ia beranjak dari jatuhnya, tiba-tiba seringai jahat muncul di sudut bibirnya, ia kemudian langsung menggenggam tubuh Aditya dengan kuat.

__ADS_1


"Hahahaha... manusia itu memang mahluk yang mudah di bodohi!" tawanya senang.


Aditya menggertakkan giginya, karena ternyata ia telah di bohongi oleh sosok Jin raksasa tersebut.


__ADS_2