Java System

Java System
Bertemu Rebecca?


__ADS_3

Ke esokan Harinya.


Aditya dan Aliya sudah bersiap untuk bertemu dengan orang yang akan bekerja sama dengan mereka.


"Sayang, hari ini kamu sangat tampan." ucap Aliya yang sedang membantu Aditya mengenakan Jasnya.


Aditya tersenyum "kamu terlalu pandai menggoda."


"Hihihi... Karena kata Ibu, kemesraan seperti ini yang akan membuat hubungan jadi langgeng." jawab Aliya dengan lembut.


"Aku harap juga begitu." Aditya masih tersenyum pada istrinya tersebut.


Mereka berdua keluar dari kamar setelah selesai bersiap-siap. Aditya terlihat sangat berkarisma jika mengenakan Jas seperti itu.


Remon seperti biasa menunggu di Loby, dia juga sudah menyiapkan Mobil untuk mengantar keduanya ke Perusahaan Rebecca.


"Selamat Pagi Tuan!" Remon menyambut Aditya dan Aliya yang baru turun dari kamarnya.


"Pagi juga Remon." jawab Aditya ramah.


Aliya juga menyapa Remon dengan ramah, sama halnya dengan Aditya. Mereka tidak banyak berbasa-basi dan langsung menuju Mobil untuk ke perusahaan Rebecca.


Seseorang yang sedang mengawasi mereka langsung menghubungi Ruan Su "Bos, target sudah berangkat!"


"Bagus! Terus awasi!" jawab orang di seberang telepon.

__ADS_1


"Baik Bos!" dia langsung membuntuti Mobil Aditya.


Di dalam Mobil Aditya, Java memberikan misi tiba-tiba.


[ Ding ]


Misi Terpicu : Taklukan Kelompok Perampok Dark Dragon.


Hadiah : 200 Poin peningkatan dan Ajian Braja Musti.


Aditya menghela napas, saat mendengar misi dari Java, ternyata bukan hanya di tanah Java saja dia punya masalah, di tanah orang juga sama saja.


"Sayang, kamu kenapa?" Aliya yang mendengar Aditya menghela napas berat dia langsung bertanya.


Aliya tersenyum "santai saja sayang, mereka juga manusia sama seperti kita."


"Terima kasih, aku akan mengingatnya."


Aditya benar-benar tidak bisa berkata-kata untuk Aliya, meskipun dia belum sepenuhnya jatuh cinta dengan Aliya, tapi dengan Aliya yang begitu perhatian seperti itu, bukan tidak mungkin, kalau cepat atau lambat dirinya juga akan mencintainya.


Aditya dilema, di samping dirinya masih ada rasa untuk Rebecca, tapi Aliya begitu baik dan perhatian padanya, dia tidak tega jika harus menyakiti Aliya.


...***...


Mobil yang membawa Aditya sampai di sebuah perusahaan yang di pimpin Rebecca secara langsung. Meskipun gedung tersebut tidak setinggi gedung-gedung lainnya. Namun, perusahaan tersebut menurut Remon cukup besar.

__ADS_1


Aditya menatap gedung itu dengan seksama, dia menatap nama perusahaan yang tertera di depan gedung itu.


Le Grup Corporation, nama yang tertera di depan gedung tersebut seolah membangkitkan ingatan Aditya dengan seseorang, tapi Aditya menampiknya, karena dia pikir mungkin banyak marga Le di Tiongkok.


Mereka bertiga memasuki gedung itu dengan di sambut ramah Asisten Rebecca yang memang sudah tahu kalau Aditya dan yang lainnya akan datang.


Tanpa basa-basi mereka bertiga di bawa ke ruangan yang di kususkan untuk Tamu penting.


"Tuan, Nyonya, silahkan duduk dulu, saya akan memanggilkan Nona Le terlebih dahulu." Asisten Rebecca bisa berbahasa tanah Java, jadi Aditya dan Aliya tidak perlu menerima terjemahan dari Remon.


"Terima kasih Nona." Aditya juga tidak kalah ramah dengan Asisten Rebecca.


Asisten Rebecca tersenyum, dia kemudian meninggalkan mereka bertiga di ruangan tersebut.


Aditya dan yang lainnya duduk di sofa, ketiganya menyapu pandangannya ke segala sudut ruangan yang terlihat rapi dan interiornya sangat bagus.


"Pemiliknya pasti orang yang perfeksionis!" celetuk Aditya tiba-tiba.


"Benar Tuan, Keluarga Le memang terkenal dengan kesempurnaan-nya, mereka juga tidak asal menerima partner kerja begitu saja." timpal Remon, yang kurang lebih sudah tahu dengan keluarga Rebecca.


Aditya mengangguk mengerti, mereka bertiga ngobrol-ngobrol ringan, sebelum akhirnya pemimpin perusahaan tersebut datang ke ruangan itu.


Ketika pintu di buka dan Rebecca masuk ke dalam. Aditya langsung membelalakan matanya karena terkejut, karena kali ini dia tidak salah lihat.


"Re... Rebecca!"

__ADS_1


__ADS_2