
Aditya tahu kalau Glembo pasti ketakutan, karena itulah ia membiarkan sahabatnya tersebut memegang lengannya dengan erat.
"Dit, kita pulang saja yuk," ajak Glembo ya g bulu kuduknya berdiri semua.
Aditya menghela napas. "Sebentar lagi Ndut, kalau cincin ku ketemu, kita tidak perlu mencari lagi," jawabnya meyakinkan sahabatnya tersebut.
"Tapi Dit... tempat ini serem banget," ungkap Glembo yang masih celingukan kesana kemari.
"Kamu tenang saja, ada aku di sini, ayo masuk kedalam!" ajak Aditya mulai masuk ke dalam goa tersebut dengan Glembo yang semakin erat merangkul tangannya.
"Punten Mbah!" sapa Aditya masih pura-pura tidak melihat sosok mahluk astral yang mengikutinya masuk ke dalam goa.
Walaupun tampang para sosok tersebut menyeramkan, tapi Aditya yang sudah memiliki energi spiritual cukup besar, tidak merasakan takut sama sekali, hal itu juga yang membuat para sosok tersebut tertarik dengan Aditya.
Semakin Aditya masuk ke dalam, goa tersebut semakin gelap, sehingga Glembo dan dirinya menyalakan senter di ponsel mereka. Namun, anehnya para sosok mahluk astral yang mengikuti mereka, berhenti mengikuti, seolah takut dengan sesuatu.
"Dit, kamu yakin ada di tempat ini cincinnya?" tanya Glembo tiba-tiba yang sudah tidak merasa merinding lagi.
Aditya mengangguk. "Ya aku merasakannya ada di sini, mudah-mudahan saja benar di sini!" ungkap Aditya.
Mereka berdua semakin masuk kedalam, lorong goa semakin menyempit, bahkan mereka berdua harus menundukkan kepalanya.
Udara di dalam goa juga semakin tidak ada, goa yang lembab tersebut membuat Aditya dan Glembo merasa tidak nyaman.
__ADS_1
Mereka semakin masuk ke dalam goa tersebut, tiba-tiba mereka berdua sampai di sebuah ruangan yang sangat luas.
Obor dalam ruangan itu menyala semuanya, sehingga menunjukkan tempat tersebut yang layaknya seperti di dalam istana kerajaan waktu dulu.
"Dit, ini tempat apa?" Glembo memegang erat lengan Aditya.
"Diamlah, aku juga tidak tahu tempat apa ini," jawabnya yang tetap berjalan masuk ke dalam.
Mereka berdua mengantongi ponselnya masing-masing yang tanpa mereka sadari sudah tidak ada sinyal sama sekali di dalam sana, karena terhalang oleh energi spiritual.
Yang tidak diketahui Aditya juga, bahwa tempat tersebut sebenarnya dunia lain dimana para mahluk astral tinggal, mereka berdua sebenarnya telah melewati pembatas dunia mereka dengan dunia para Jin.
Ketika mereka masuk semakin dalam, tampak dua penjaga memegang tombak dan berpakaian ala prajurit kerajaan langsung menghampiri keduanya.
Aditya hanya mengangguk patuh. Mereka berdua berjalan mengikuti dua penjaga tersebut, hingga akhirnya sampai di sebuah pintu besar layaknya gerbang istana.
Pintu tersebut terbuka, kedua masuk mengekori dua penjaga yang membawa mereka. Ketika di dalam Aditya dan Glembo tercengang saat melihat tempat tersebut ramai dengan orang-orang dan benar-benar seperti ada di kerajaan saja.
"Selamat datang Aditya Nugroho! Akhirnya kamu sampai di sini juga!" sambut pria tampan yang duduk di singgasana raja.
Kedua penjaga langsung membungkuk kan badan kemudian meninggalkan Aditya dan Glembo ketika raja mereka menyapa keduanya.
Aditya menatap pria itu lekat-lekat, ia tidak langsung menjawab pertanyaannya, karena masih belum tahu sebenarnya mereka ini siapa dan kenapa ada di tempat seperti itu.
__ADS_1
"Kalian tidak perlu takut, maaf Aditya, aku akan buat temanmu tidak sadarkan diri dulu, agar dia tidak mendengar pembicaraan kita," ucap Pria itu sambil menjentikkan jarinya.
Glembo tiba-tiba jatuh pingsan, Aditya hanya melihatnya saja, hingga sahabatnya itu ambruk di lantai.
Para pengawal kemudian mengangkat Glembo ke sebuah kursi, agar duduk di sana dengan tenang.
"Duduklah!" seru Pria itu sambil menunjuk kursi kosong dekat dengan Glembo.
Aditya duduk di samping sahabatnya tersebut, ia tidak merasa curiga sama sekali dengan pria itu, pasalnya Aditya merasakan energi spiritual yang sama dengan dirinya.
"Kamu kesini pasti mencari Java, bukan?" tanyanya langsung tanpa basa-basi.
"Kenapa kamu bisa tahu?" Aditya balik bertanya.
"Bodoh! Tuan Angkara jaya memang tuan Java sebelumnya," tiba-tiba terdengar suara yang Aditya kenal berbicara.
Aditya menoleh, ia terkejut. "Sialan, kamu masih hidup?!" bentak Aditya yang melihat Buta Ireng di belakangnya.
Melihat Aditya yang menatapnya dengan tajam, Buta Ireng pergi menjauh darinya, karena ia tidak mau melawan Aditya lagi.
"Hahahaha... maaf-maaf, dia memang aku suruh untuk menguji kekuatanmu, karena aku ingin melihat, sudah sampai mana Java mewariskan kekuatan ku kepadamu!" serunya tiba-tiba.
Aditya mengerutkan keningnya, ia yang tidak tahu sama sekali asal-usul Java tentu bingung kenapa pria yang memakai pakaian raja tersebut bisa tahu tentang Java, dan lebih-lebih ia mengatakan kalau itu kekuatan miliknya.
__ADS_1