
Rebecca terkejut begitu juga dengan Asistennya saat melihat kedatangan Ruan Su, Karena mereka berdua tahu siapa Ruan Su.
Sementara Aditya mengerutkan kening, dia tidak tahu apa yang akan di lakukan kelompok itu padanya.
"Tuan Su, ada apa yah ini?" tanya Rebecca sopan.
"Nona Le, anda diam saja di sana, jangan campuri urusan kami yang akan memberikan pelajaran pada bocah itu!" Ruan Su menunjuk Aditya dengan geram.
"Tuan Su, sepertinya ada salah paham di sini, dia adalah tamuku, bukan pebisnis yang akan tinggal di sini."
Rebecca mencoba bernegosiasi dengan Ruan Su. Namun, Ruan Su tidak menggubris ucapan Rebecca, dia hanya menginginkan Aditya.
"Diamlah kau Wanita! Jangan ikut campur urusan Bos!" tangan Kanan Ruan Su membentak Rebecca.
Klap
Tiba-tiba Aditya mencengkram leher bawahan Ryan Su yang tadi membentak Rebecca dengan kuat, sehingga dia hanya bisa meronta.
"Berani kamu membentak Rebecca!" wajah Aditya menggelap, dia sangat marah ketika Rebecca di bentak orang tersebut.
Ruan Su dan bawahannya yang lain terkejut, karena kecepatan Aditya di luar nalar mereka dan tiba-tiba saja sudah mencengkram tangan kanannya.
Klak
__ADS_1
Pletaak
Leher tangan kanan Ruan Su lanngsung patah, dia tewas seketika. Aditya melemparkannya ke hadapan Ruan Su.
Ruan Su melihat anak buahnya yang terkapar di tanah, sudah tidak bernapas itu, dia mendongak menatap Aditya.
"Bedebah! Bunuh dia!" Ruan Su meraung marah, menyuruh anak buahnya untuk membunuh Aditya.
Seketika anak buah Ruan Su langsung menerjang ke arah Aditya secara bersamaan, di antara mereka juga ada yang mengeluarkan energi spiritualnya dan terlihat Khodam Singa dan Katak besar yang berdiri di hadapan Aditya.
Khodam Singa menyerang Aditya tanpa permisi, dia mengaum dan akan mencakar Aditya, tapi Khodam serigala putih Aliya menerjangnya.
Bruak
Aditya mengeluarkan Java, sontak saja Java langsung mengulas sebuah senyum "Wow, makan besar aku hari ini!" ucapnya saat melihat Khodam Katak.
Khodam katak besar tersebut begidik ngeri saat melihat ular putih di hadapannya "Bos sialan, aku di keluarkan hanya untuk jadi santapan, rasanya anjim banget ini!" gerutu Khodam katak lirih.
Ruan Su terkejut, ternyata ucapan Janing benar kalau Aditya memiliki energi spiritual, apa lagi dia bisa mengeluarkan Khodam juga dan gerakannya sangat cepat.
Asisten Rebecca yang tidak memiliki energi spiritual, dia tidak tahu apa yang sedang terjadi dan kenapa, tiba-tiba banyak mobil yang rusak di parkiran.
Sementara Rebecca kurang lebih sudah tahu, dia yakin kalau Aditya sedang bertarung menggunakan Khodam, karena bukan cuma kali ini saja dirinya melihat Aditya bertarung dengan Khodam.
__ADS_1
"Nona, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Asisten Rebecca penasaran.
"Kamu diamlah, lebih baik jangan dekat-dekat mereka." Rebecca memberikan perintah.
Rebecca memerhatikan Aliya yang menatap tajam ke arah parkiran, sekarang Rebecca tahu kenapa Aditya menerima Aliya, ternyata dia juga bisa menggunakan energi spiritual. Rebecca hanya bisa menghela napas berat, karena saingannya benar-benar layak untuk Aditya.
Rebecca hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi nantinya, dia sudah tidak berharap banyak lagi dengan Aditya, dan mundur adalah jalan yang tepat untuknya.
Khodam singa bertarung dengan Wolfin, mereka saling beradu cakaran dan gigitan, keduanya sama-sama kuat.
Groarrr
Aummm
Khodam Singa dan Wolfin meraung dengan ciri khas masing-masing, sebelum akhirnya mereka bertarung kembali.
Tempat bertarungnya kedua Khodam tersebut rusak parah, benturan-benturan yang mereka perbuat membuat dinding pembatas perusahan runtuh. Puluhan Mobil juga ringsek parah.
Groarr
Slash
Khodam singa berhasil menyayat perut Wolfin, sehingga Wolfin menghilang dari pertarungan, Aliya memuntahkan seteguk darah.
__ADS_1
"Aliya!" teriak Aditya yang melihat istrinya memuntahkan seteguk darah.