Java System

Java System
Rencana Besar


__ADS_3

Mereka semua sudah sampai di rumah Aditya. Glembo meminta ijin ke Aditya agar malam ini bisa tinggal di sana bersama Sintia. Aditya tidak mempermasalahkan nya sama sekali, lagi pula ada beberapa kamar kosong di sana.


"Kalian pilih saja mau tidur di kamar mana, aku mau ke kamar dulu," ucap Aditya seraya meninggalkan mereka semua.


Sekar ikut dengan Aditya, sementara Rebecca dan Aliya menemani Glembo dan Sintia terlebih dahulu, karena tidak sopan jika meninggalkannya tamu begitu saja.


Aditya duduk di sofa yang ada dalam kamarnya sambil menghela napas berat. Sekar juga masuk ke dalam, menutup pintu kemudian duduk di samping Aditya sambil menyenderkan kepalanya.


"Dit, sepertinya orang-orang itu sangat kuat, mereka juga punya banyak anak buah, apa kita yakin bisa mengalahkannya?" tanya Sekar tidak berdaya.


Aditya tersenyum. "Kamu benar, aku harus memanggil penghuni padepokan kembali kesini tampaknya, agar kalian aman," jawabnya lembut sambil mengusap-usap puncak kepala Sekar.


Sekar mengangguk lirih, dengan berkumpulnya bawahan Aditya dari padepokan- padepokan yang telah pria itu kuasai kembali, setelah sempat menyuruh mereka semua tidak perlu datang lagi selama satu tahun. Ia yakin itu bisa membuat para istrinya lebih aman, karena mereka akan selalu menjaga mereka, terutama Rebecca yang notabenya Istri Aditya paling lemah.


Tidak berselang lama Aliya dan Rebecca masuk ke dalam kamar, mereka mengatakan kalau Glembo dan Sintia juga sudah masuk ke kamarnya.

__ADS_1


"Sayang, ceritakan padaku sebenarnya apa yang terjadi saat di warung makan?" tanya Rebecca ketika sudah duduk di sebelah suaminya.


Aditya menghela napas. "Mereka keturunan musuh Ayah Sekar, karena itulah aku langsung memberikan pelajaran kepada mereka, tapi sayangnya pemimpin mereka kabur," jawabnya tidak berdaya.


"Astaga, ternyata masih ada juga keturunan mereka?" tanya Rebecca terkejut.


"Jelas saja ada Rebecca, mereka para raja pasti memiliki keturunan masing-masing, apa lagi aku juga pernah mendengar Raja Iskandar dan Raja Semaka merupakan sosok yang berjaya selama ribuan tahun di tanah Java, jelas mereka masih memiliki keturunan yang masih hidup," ujar Aliya.


"Iskandar dan Semaka? Bukannya itu nama dua keluarga besar di tanah Java yang sangat berpengaruh?" ungkap Rebecca yakin.


"Kamu mengenal keluarga tersebut Rebecca?" tanya Aditya memastikan.


Aditya memegang pangkal hidungnya. "Sepertinya kita akan memiliki masalah besar sekarang, lawanku tadi mengaku dia anak Sultan Iskandar," ungkap Aditya tidak berdaya.


"Apa! Sayang, kenapa kamu tidak bilang? Sultan Iskandar merupakan pemimpin Keluarga Iskandar sekarang, kalau kita berurusan dengan mereka, sama saja kita mencari mati," ujar Rebecca panik.

__ADS_1


Aliya dan Sekar yang tidak tahu apa-apa masalah bisnis, jelas saja mereka bingung dengan perkataan Rebecca. Namun, mereka menangkap kalau kedua keluarga tersebut masih masihlah sangat kuat seperti dulu.


Sekar menatap Aditya yang tampak sedang berpikir keras untuk melawan mereka, mengingat bukan hanya kekuatan Spiritual saja yang mereka miliki, tapi kekayaan mereka juga tidak main-main.


"Rebecca, apa kita bisa membangun perusahaan yang besar juga? Aku berencana menggunakan Rajasa Jaya grup sebagai tonggak kebangkitan perusahaan kita! Masalah ini aku akan serahkan padamu Rebecca, mengingat hanya kamu yang tahu tentang perusahaan," ucap Aditya serius.


"Sayang, untuk membangun perusahaan besar tidak semudah yang kita kira, walaupun ada cara singkat dengan membeli saham perusahaan lain, tapi itu akan membutuhkan banyak uang!" jawab Rebecca tidak berdaya.


Aditya tersenyum simpul. "Kalau masalah uang kamu tenang saja, aku memiliki banyak uang dari apa yang kamu pikirkan, besok hubungi Remon, kita akan mulai bertarung melawan dua keluarga besar tersebut melalu bisnis dan mental!" ujar Aditya sambil menyeringai.


Rebecca yang melihat suaminya menyeringai layaknya Iblis, ia hanya bisa menghela napas tidak berdaya. Namun, wanita itu juga tidak akan mengecewakan suaminya tersebut, hingga akhirnya ia menelpon Ayahnya agar membantu dirinya membesarkan Rajasa Jaya Grup.


Aliya juga tidak tinggal diam, ia menelpon ke rumah, menghubungi Ayahnya untuk meminta bantuan juga


Sementara Sekar hanya bisa menghela napas, karena hanya dia seorang yang tidak bisa melakukan apa-apa untuk membantu suaminya tersebut.

__ADS_1


Aditya yang mengetahui itu, ia mendekap Sekar. "Tidak perlu banyak berpikir, mulai sekarang kita ini keluarga, keluarga mereka juga merupakan keluarga kamu juga, aku yakin sebentar lagi kedua keluarga keturunan musuh Ayah bisa kita kalahkan dengan mudah!" ucap Aditya yakin.


Sekar menatap haru Aditya, ia memeluk erat pria yang kini menjadi pendamping hidupnya, wanita itu sangat bersyukur bisa bertemu dengan sosok sepertinya yang bisa membuat hatinya tenang di saat seperti itu.


__ADS_2