Java System

Java System
Kelompok Jambret


__ADS_3

Aditya membawa jambret tersebut ke tempat Glembo berada, di sana Glembo sudah di kerumuni banyak orang.


"Adit!" Glembo yang melihat Aditya menghampirinya sambil menyeret Jambret, dia langsung bergegas menemuinya.


Orang-orang juga mengikuti Glembo, mereka semua ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Jambret tersebut.


"Wah, Masnya keren bisa nangkap Jambret sendirian!" ucap salah satu orang yang ada di sana.


Aditya menghela napas "Bukan aku yang menangkapnya, dia jatuh dari Motor. Tolong telepon polisi untuk menangkapnya!"


Aditya tidak mau kekuatannya di ketahui banyak orang, itulah kenapa Aditya pura-pura bodoh ketika di tanya mereka.


Salah satu orang yang menonton langsung menelpon Polisi sesuai dengan perintah Aditya untuk menangkap si Jambret.


Sementara itu dari kejauhan, teman jambret yang tertangkap, dia terlihat sangat kesal "Sial! Bagaimana mungkin Darso bisa jatuh dari Motor? Apa dia yang menjatuhkannya?!"


Temen Jambret tersebut mengepalkan tangannya, dia tahu Aditya pasti memiliki ilmu Kanuragan, jadi dia tidak ingin bertindak gegabah.


"Lebih baik aku lapor saja sama Bos saja!" Dia langsung menyalakan motornya dan meninggalkan tempat tersebut.


Aditya tidak menyadari kalau dia telah membuat sekelompok penguasa wilayah Kota Bibes marah. Sekarang bukan hanya para pengejar Cincin Java saja yang menjadi musuhnya, tapi sekelompok preman juga menjadi musuhnya.


Aditya dan Glembo langsung ke Mobil, mereka berdua sudah tidak ingin berlama-lama lagi di sana, karena seolah masalah terus berdatangan jika mereka terus berada di sana.


"Dit, kita mau kemana lagi?" tanya Glembo ketika menghampiri mobil.


"Kita langsung pulang saja, sudah tidak ada yang ingin aku beli, semuanya sudah ada di rumah." jawabnya santai.


Glembo mengangguk, dia tahu kalau di rumah Aditya semuanya sangat lengkap, apapun sudah tersedia di sana, karena Rebecca yang mengatur semuanya untuk Aditya.


Sementara Aditya memasuki Mobil, Jambret yang tadi mengawasinya sudah kembali lagi dengan membawa gerombolannya.


"Mana orangnya?!" Bos jambret terlihat sangat kesal.


"Itu Bos!" si Jambret menunjuk Mobil Aditya.


Bos Jambret mengerutkan keningnya "ternyata orang kaya! Kejar Mobilnya, sekalian kita Rampok dia!"


"Baik Bos!" mereka semua langsung mengejar Mobil Aditya yang sudah berjalan terlebih dahulu.


Ketika sampai di jalanan yang sedikit lebih sepi, kelompok tersebut langsung menghentikan Mobil yang di naiki Aditya menggunakan Motor yang mereka kendarai di depan Mobil Aditya.


Tentu saja Sopir langsung menghentikan Mobilnya. Sopir langsung ketakutan ketika melihat gerombolan preman tersebut.


Glembo dan Aditya terpentok Kursi yang ada di depannya, mereka berdua mengaduh kesakitan secara bersamaan.


"Ada apa sih Pak Tomo! kenapa tiba-tiba berhenti?!" gerutu Aditya kesal.

__ADS_1


"Tu-tuan, ada orang yang menghadang kita, lihatlah mereka di depan!" Pak Tomo menunjuk orang-orang yang mulai turun dari Motornya masing-masing.


Tok, tok, tok....


"Buka! Atau kuhancurkan kaca Mobil Ini!" salah satu dari mereka sudah ada yang mengetuk kaca Mobil


Pak Tomo dan Glembo gemetar ketakutan, karena jumlah mereka cukup banyak, jadi wajar saja jika mereka berdua gemetar ketakutan.


Aditya menghela napas "Kalian berdua diam di dalam Mobil, jangan ada yang keluar, biar aku yang menghadapi mereka."


"Dit, hati-hati!" Glembo terlihat khawatir dengan Aditya.


Aditya tersenyum "tenang saja, aku tidak akan kenapa-kenapa." ucapnya sangat percaya diri.


Pak Tomo sangat ketakutan, dia takut Aditya kenapa-kenapa, dia langsung mengeluarkan Ponselnya dan menelpon Rebecca.


Sementara itu Aditya sudah keluar dari Mobil, dia menghampiri para Preman yang menghadang Mobilnya.


"Nayalimu besar juga ternyata? Serahkan uang kamu, maka kami akan membebaskan kalian!" ucap Bos jambret dengan percaya diri.


Anak buahnya terlihat tertawa bersama, mereka semua yakin kalau pemuda di hadapannya pasti takut dengan mereka yang berjumlah dua puluh orang itu.


Aditya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum "kalian hanyalah segerombolan sampah masyarakat yang harusnya di hilangkan dari kota ini! Untuk apa aku menuruti perkataanmu?"


Bos Jambret mengernyitkan dahi "Hoh... Berani juga kamu bicara seperti itu padaku! Hajar dia!"


Bos Jambret merasa kesal karena Aditya ternyata begitu angkuh, padahal dia berharap kalau Aditya akan ketakutan dan menuruti perkataannya. Namun, Aditya malah berani menentangnya, hal tersebut tidak di perhitungkan dia sama sekali.


Bag


Bug


Aditya tidak segan-segan menghajar mereka, berkat teknik Beladiri padepokan Kliwung, dia sekarang sudah bisa berkelahi dengan benar.


Satu persatu para Preman bertumbangan, mereka semua tidak berdaya melawan Aditya yang kekuatannya ada di atas mereka semua.


Bug


Arghh


Aditya memegang salah satu tangan dari mereka dan mematahkan-nya. Tanpa rasa belas kasihan sama sekali Aditya melakukan hal tersebut.


Mereka semua yang sudah terkapar di tanah begidik ngeri, saat melihat Aditya. Hanya tersisa Bos Jambret saja yang masih tidak percaya kalau anak buahnya di kalahkan dengan mudah.


"Brengsek! Aku tidak akan memaafkan mu!" Bos jambret terlihat menggosok Cincin merah Delimanya.


Siluet sosok jin berjubah merah keluar dari Cincin tersebut dan merasuki Bos Jambret, mata Bos Jambret berubah menjadi merah ketika sosok tersebut merasukinya.

__ADS_1


Aditya mengerutkan keningnya, dia bertanya pada Java "Apa semua orang yang memiliki ilmu Kanuragan bekerja sama dengan Jurig Java?"


[ Mungkin saja tuan, Mereka menginginkan kekuatan lebih, jadi tidak heran kalau mereka meminta bantuan sosok kasat mata di dunia ini.]


Aditya mengangguk mengerti, manusia memang tidak pernah puas dengan pencapaian mereka sendiri, misalnya sudah di kasih sepeda dia ingin memiliki motor. Ego manusia memang sangat tinggi, karena itulah banyak Manusia yang terjerumus dalam jalan yang salah.


Swuzz


Bos Jambret menerjang ke arah Aditya dengan kecepatan penuh, hanya dalam beberapa detik saja dia sudah muncul di hadapan Aditya.


Duak


Untung saja Reflek Aditya cepat, sehingga pukulan Bos Jambret mampu di tahan oleh Aditya.


Bos Jambret melompat mundur, sementara Aditya masih berdiri kokoh di tempatnya berada tanpa bergeser sedikitpun.


Bos Jambret meraung marah, dia menyerang Aditya kembali dengan berbagai pukulan yang dia layangkan padanya.


Bag


Bug


Bag


Bug


Suara adu pukulan antara Aditya dan Bos Jambret terdengar begitu cepat, Aditya hanya bertahan saja untuk melihat sampai di mana kekuatan Bos Jambret.


Duak


Bruak


Aditya baru menemukan celah dan menendang bos Jambret hingga terhempas puluhan Meter dan menghantam Motor mereka hingga roboh dan rusak..


Bos Jambret berdiri lagi, tapi Aditya dengan sigap sudah mencengkram lehernya, Aditya tidak ingin berlama-lama menghadapi mereka semua.


"Wiuw...wiuw...." suara sirine Polisi terdengar menghampiri tempat tersebut.


Aditya mengehela napas, dia membuat Bos Jambret pingsan agar Khodamnya keluar dari tubuhnya.


Ketika Polisi sampai, mereka semua langsung di tangkap. Rebecca dengan cemas menghampiri Aditya.


"Dit, kamu tidak apa-apa kan?" tanyanya dengan mata berkaca-kaca.


Aditya tersenyum "Aku tidak apa-apa."


Glembo dan Pak Tomo juga menghampiri Aditya, mereka berdua juga Khawatir karena Aditya melawan puluhan orang sendirian. Tapi melihat dari pertarungan mereka berdua yakin kalau Aditya tidak terluka sama sekali, jadi kedua orang tersebut tidak terlalu cemas, seperti Rebecca.

__ADS_1


"Lain kali jangan bertindak gegabah Dit!" Rebecca memeluk Aditya, dia takut Aditya suatu saat akan meninggalkannya karena tindakannya yang nekad.


Aditya tersenyum getir, dia tidak tahu harus berbuat dan berkata apa, karena ini pertama kalinya dia di khawatirkan seorang wanita.


__ADS_2