
Aditya benar-benar terkejut saat melihat Rebecca masuk ke ruangan tersebut. berbeda dengan Aditya, Rebecca tampak tidak terkejut sama sekali.
"Silakan duduk kembali Tuan, Nyonya!" ucap Rebecca datar.
Aditya yang melihat Rebecca begitu dingin, dia hanya bisa menatapnya dengan tidak berdaya. Aditya sadar kalau dirinya yang membuat dia seperti itu.
"Baik, kita mulai pembicaraan kontrak ini." Rebecca tanpa basa-basi lagi langsung membuka obrolan tentang kontrak, dia terlihat begitu profesional.
"Remon, bicaralah." Aditya menyerahkannya pada Remon, dia hanya akan menyimak apa yang akan di bahas mereka berdua, karena Remon yang kurang lebih tahu tentang kontrak kerja sama tersebut.
Remon mengangguk "Nona Le, soal kerja sama yang akan kami buat, kami serius akan menggelontorkan dana sebesar lima ratus juta perak, saya harap Nona menyambut niat baik kami."
"Ya, kami juga sudah melihat berkas kontrak yang kalian buat, hanya saja Dana sebesar itu kurang dari apa yang kami mau, proyek yang akan kita jalankan begitu be..."
"Berapa dana yang harus kami keluarkan agar kalian mau menerima kerja sama kita?" Aditya langsung memotong ucapan Rebecca.
__ADS_1
Sontak saja Rebecca langsung menoleh ke arah Aditya, dia menghela napas "Tuan Aditya Nugroho yang terhormat, anda mungkin bisa mengeluarkan dana yang saya minta, meski saya minta seratus Milyar dolar, tapi masalahnya ketika anda terjun di dunia bisnis, anda harus tahu prosedur yang kita jalani. Jika seperti ini bagaimana kalau saya membatalkan kontrak ini?"
"Apa kamu masih marah padaku Rebecca?" Aditya malah balik bertanya pada Rebecca.
Aditya masih sangat yakin kalau Rebecca masih marah dengannya, dari gelagatnya saja sudah ketahuan, hanya saja dia menggunakan Profesionalitas untuk menutupinya.
"Maaf Tuan Aditya, kita sedang bicara bisnis!" tegur Rebecca tegas.
"Jika kamu membahas bisnis, seharusnya kamu tidak akan menolak tawaran kami, karena kamu tahu aku bisa memenuhi permintaan Dana yang kamu minta!" Aditya langsung berbicara pada intinya.
Rebecca tidak tahu harus menjawab apa, semua ucapan Aditya ada benarnya, karena mereka juga membutuhkan dana tersebut.
Rebecca menghela napas "baiklah aku kalah, satu Milyar perak, maka kerja sama kontrak tersebut akan aku terima."
Remon terkejut, Dana yang Liam siapkan hanya Lima ratus juta perak, tentu saja dia mau keberatan, tapi dia belum bicara, Aditya sudah langsung setuju saja.
__ADS_1
"Aku setuju! Dan aku sudah mendengar tentang perusahaan kalian jug mengelola sampah daur ulang bukan? Aku akan menginvestasikan satu Milyar perak lagi untuk membantu pengelolaan sampah daur ulang di kota Bibes, apa kamu bisa memasukkan kontrak tersebut juga?"
Aditya sudah berniat ingin menjalin kerja sama dengan Rebecca, setelah mengetahui kalau pemilik perusahaan tersebut adalah Rebecca, dia rela menggelontorkan Dana yang begitu banyak agar bisa membuat Rebecca terus bekerja sama dengannya.
"Tuan Aditya, tapi uangnya darimana?" Remon pikir Aditya hanya membual saja, tapi dia terkejut saat Rebecca menerima permintaan Aditya.
"Deal, senang bekerja sama dengan anda tuan Aditya Nugroho, dan Nona Rajasa!" ucap Rebecca ketus.
Remon dan Asisten Rebecca melebarkan rahangnya, karena kerja sama tersebut menelan biaya yang sangat fantastis, hingga mencapai dua Milyar perak.
Aditya dan Rebecca bersalaman, Rebecca masih merasakan getaran aneh saat bersentuhan dengan Aditya. Namun, dia mencoba untuk menahannya, dia sadar kalau sudah tidak ada ruang untuknya dekat dengan Aditya.
Setelah mengobrol beberapa saat, Rebecca dan Asistennya mengantar Aditya dan Remon sampai depan perusahaan untuk menghormati mereka.
Tapi saat sampai di luar perusahaan, mereka di kejutkan dengan Ruan Su yang sudah menghadang Aditya dan yang lainnya.
__ADS_1
"Akhirnya kamu keluar juga Bocah!"