
Aditya dan ketiga Istrinya sampai di pemandian air pana kota Vigal. Sesuai dugaan tempat tersebut sangatlah ramai dan apa yang ditakutkan Aditya benar adanya, ketiga Istrinya menjadi pusat perhatian, walau mereka sudah menghapus Make up-nya, tapi penampilan mereka dengan gaun trendi membuat semua mata tertuju ketiga wanita Aditya.
Aditya menghela napas. Ia lebih memilih berjalan dibelakang ketiga Istrinya, tapi Rebecca dan Aliya langsung merangkulnya.
"Sayang, jangan marah lagi, maafkan kami," rengek Rebecca lembut.
"Aku tidak marah," jawab Aditya datar.
"Tapi kamu terkesan mengabaikan kami," ucap Aliya.
Aditya menghela napas, ia tidak mau beradu argumen di jalan. Sekar yang baru melihat tempat tersebut, wanita itu tampak sangat senang.
"Dit, kita kesana yah," ajak Sekar yang tidak peduli Aditya marah atau tidak.
Aditya hanya mengangguk, ia menurut saja dengan ajakan ketiga wanitanya itu. Rebecca yang tahu kalau Aditya masih marah, ketika melihat ada yang berjualan switer langsung menyuruh mereka semua berhenti.
"Mba, beli yang model ini tiga yah, tapi warnanya beda-beda," pinta Rebecca.
Aditya mengerutkan keningnya. "Buat apa kamu beli switer?"
"Buat nutupin bahu kami yang terlihat, agar suami kita saja yang boleh lihat," jawabnya sambil tersenyum.
Aditya menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran ketiga wanitanya, kenapa baru sekarang mereka sadar. Namun, Aditya tidak berkomentar apa-apa lagi, mereka bertiga langsung mengenakan switer tersebut setelah membelinya.
"Bagaimana bagus gak?" tanya Rebecca kepada Aditya.
"Bagus, tapi apa kalian gak kepanasan?" tanya Aditya memastikan.
"Tidak," jawab ketiganya serempak sambil terkikik geli.
__ADS_1
Pelayan pakaian tertegun melihat Aditya yang membawa tiga wanita cantik sekaligus, apa lagi mereka tampak sangat akrab satu sama lain.
Tatapan iri semua orang mengarah ke Aditya, tentu saja hal tersebut dirasakannya, ia hanya bisa menghela napas panjang.
Mereka langsung menuju ke puncak tempat tersebut, dimana di sana banyak orang melihat pemandangan dari sana, sekaligus mengambil foto.
Pemandian air panas kota Vigal memang unik. Tempatnya berlokasi di pegunungan, tempat pemandian ada dibawah, tapi di puncak juga ada wisata lain untuk melihat indahnya wilayah kota tersebut.
Tanpa Aditya sadari ada seseorang yang memerhatikan mereka bertiga. Orang tersebut tampak langsung mengambil ponselnya dan menghubungi rekannya.
...***...
Disalah satu penginapan Pemandian air panas tersebut terdengar erangan seorang wanita dan pria di dalam kamar.
Mereka tampak sedang menikmati indahnya kebersamaan di tempat wisata tersebut.
"Sayang, habis ini beli pakaian," rengek wanita Sasongko yang sedang bersender padanya tanpa sehelai benangpun.
Sasongko tersenyum. "Tentu saja, apapun yang kamu mau, akan saya belikan," jawabnya yakin sambil mengecup bibir wanita tersebut.
Ketika Sasongko sedang berpagutan mesra dengan wanitanya. Anak buahnya menelepon, sehingga Sasongko langsung melepaskan pagutannya.
"Sebentar, kita lanjutkan ronde ketiga setelah ini," ucap Sasongko sambil tersenyum.
"Ih... masih kurang saja," jawab wanita itu sambil menggigit bibir bawahnya.
Sasongko tersenyum, ia mengangkat panggilan tersebut. "Ada apa?" tanyanya langsung.
"Tuan, Aditya ada di tempat ini bersama wanitanya, apa yang harus kami lakukan?" tanya bawahannya di seberang telepon.
__ADS_1
Sasongko menyeringai. "Kalian habisi dia, bawa wanitanya kepadaku, buat dia menyesal karena berani menginjak wilayah kekuasaan ku!" perintahnya percaya diri.
"Baik Tuan!" jawab Pria di seberang telepon yang langsung mematikan ponselnya.
Sasongko menyeringai penuh arti, ia yakin di wilayah kekuasaannya Aditya tidak akan bisa berbuat apa-apa. Ia menoleh ke arah wanitanya, perasaannya yang sedang senang, membuat dirinya semakin bergairah dan langsung menerkam wanitanya itu.
...***...
Sementara itu, Aditya dan ketiga Istrinya sudah sampai di puncak obyek wisata pemandian air panas.
Tampak ketiga istrinya sangat kagum melihat pemandangan dari atas sana, mereka langsung berkeliling mengambil foto bersama.
Aditya hanya tersenyum, ia melihat sebuah kursi dan duduk di sana, membiarkan para wanitanya untuk bersenang-senang.
[Tuan, ada seseorang yang mengincar anda, mereka semua sedang menunggu anda lengah!]
Tiba-tiba Java memberikan informasi, sehingga membuat Aditya sedikit terkejut, tapi ia mencoba untuk tetap tenang dan pura-pura menelpon agar pembicaraanku dengan Java tidak di curigai.
"Ada berapa orang?" tanya Aditya memastikan.
[Mereka sangat banyak tuan, sepertinya tempat ini memang wilayah mereka.]
Aditya tersenyum getir, ia yang berniat tidak bersinggungan dulu dengan musuhnya, malah masuk ke dalam sarang mereka.
"Takdir itu memang sulit di prediksi," ucap Aditya tidak berdaya.
Aditya memejamkan matanya, ia memanggil ratusan Jin dari gunung kumbang untuk memberikan pelajaran kepada para bawahan Sasongko.
Ketika para Jin muncul, ia langsung memberikan perintah kepada mereka semua agar membuat orang-orang tersebut tidak mengganggunya.
__ADS_1