Java System

Java System
Kenyataan Pahit Untuk Rebecca Le


__ADS_3

Aditya dan Aliya pulang ke kampung Karbal, sepanjang perjalanan Aliya tidak henti-hentinya berdecak kagum saat melihat pemandangan dalam perjalanan mereka.


Maklum saja, Aliya tidak pernah keluar dari Padepokan jauh, paling mentok dia maen di taman deket Padepokan untuk melepaskan penatnya.


Aditya yang melihat Aliya seperti baru pertama kali melihat dunia luar, dia membayangkan dirinya waktu belum memiliki Java System.


"Kamu senang melihat pemandangan di luar?" tanya Aditya tiba-tiba.


Aliya yang sedang melongokkan kepalanya ke luar jendela, dia menoleh ke arah Aditya sambil tersenyum manis.


"Hihihi... Iya sayang, aku baru pertama kali melakukan perjalanan jauh."


Aliya berkata sangat jujur pada Aditya, baginya berterus terang sama Aditya, membuat dirinya akan semakin dekat dengan suaminya itu.


"Kapan-kapan aku ajak kamu jalan-jalan." ucap Aditya sambil mengulas sebuah senyum.


"Benarkah? Terima kasih sayang." Aliya tanpa ragu memeluk suaminya.


Pak Tomo yang menyaksikan kemesraan pengantin baru tersebut tersenyum, dia teringat ketika baru pertama kali menikah dengan istrinya.


Setelah tiga jam perjalanan, mereka akhirnya sampai di rumah Aditya. Aliya menatap bangunan Modern milik suaminya. Dia terkagum-kagum dengan rumah Aditya.


"Sayang, ini rumah kamu?" tanya Aliya yang langsung merangkul lengan Aditya saat sudah turun dari Mobil.


"Bukan Rumahku, tapi rumah kita." jawab Aditya lembut.


Aliya mendongak menatap suaminya, kata-kata Aditya terdengar sangat manis di telinganya. Walaupun Aditya menikah karena terpaksa, tapi Aliya merasakan kalau suaminya mulai ada rasa dengan dirinya.


"Adit! Kamu dari mana saja sih? Aku telepon kamu hanphone kamu mati terus!"


Rebecca yang sudah menunggu Aditya di rumahnya, dia langsung menghampirinya, ketika melihat Mobil Aditya datang.


Akhirnya yang di takutkan Aditya terjadi juga, wanita yang membantunya menjadi seperti sekarang ini muncul di hadapannya. Dia bingung ingin mengatakan apa pada Rebecca.


Rebecca mengernyitkan dahi saat melihat wanita cantik yang bergelayut manja di lengan Aditya.


"Siapa dia Dit?!" Rebecca bertanya dengan ketus.


Aditya menghela napas "kita masuk dulu, aku akan jelaskan semuanya di dalam."


Rebecca semakin curiga dengan kehadiran wanita tersebut, perasaannya mengatakan kalau ada yang salah dengan Aditya, karena biasanya Aditya akan menolak wanita yang terus menempel padanya, tapi sekarang dia malah mengijinkan wanita tersebut terus merangkul lengannya.


Rebecca mau merangkul lengan Aditya, tapi Aditya menolaknya. Dia merasa tidak pantas jika Rebecca melakukan itu di depan istrinya, meskipun Aliya tidak mengijinkannya.

__ADS_1


"Ayo kita masuk!" ajak Aditya pada Rebecca yang sedang tertegun karena di tolak Aditya.


Rebecca memerhatikan Aditya dan Aliya yang terlihat begitu mesra, perasaan Rebecca terasa sakit. Namun, dia mencoba untuk menahannya dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Aditya dengan Wanita yang bersamanya.


Rebecca mengejar Aditya yang sudah masuk terlebih dahulu dengan Aliya, dia dengan tergesa-gesa menyusul mereka berdua yang berjalan di depannya.


Di dalam Rumah, ada Glembo dan Sintia yang sekarang sudah semakin mesra saja, mereka berdua sekarang sudah seperti pasangan resmi saja, setiap hari bertemu dan memadu kasih di rumah Aditya.


"Ndut, Ndut. Sekarang kerjaan kamu cuma pacaran doang?" tegur Aditya saat sampai diruang tamu.


Sontak saja Glembo langsung terkejut saat mendengar suara Aditya, permainan Game Mobanya terpaksa di tinggal.


"Eh... Kamu sudah pulang Dit?" tanya Glembo sambil mengayunkan tubuhnya seperti anak kecil. dengan perut besarnya ikutan bergoyang-goyang.


"Hadeh, kamu ini Ndut."


Aditya kemudian mengajak Aliya duduk di sofa, Glembo dan Sintia yang tadi berdiri karena terkejut dengan suara Aditya juga ikut duduk.


Rebecca juga ikut duduk di sebelah kanan Aditya, karena di sebelah kiri, Aliya selalu menempel pada Aditya.


Sintia menatap Rebecca, dia seolah bertanya pada Rebecca menggunakan tatapan mata, siapa wanita yang bersama Aditya tersebut, Rebecca menggendikkan bahunya malas.


"Siapa dia Dit?" tanya Glembo membuka pembicaraan.


Aditya menghela napas "dia Aliya Rajasa Istriku."


Ketika Aditya melontarkan kata-kata tersebut, rahang ketiga orang yang ada di sana menganga lebar. Mereka sangat terkejut dengan pernyataan Aditya yang tiba-tiba itu.


Aditya tahu kalau mereka semua terkejut dengan pernyataannya, karena tiba-tiba saja dia mengenalkan seorang istri pada mereka.


"Tu-tunggu dulu Dit! Sejak akapan kamu menikah? Dan kenapa kamu tidak mengundang aku?"


Glembo tidak memikirkan sama sekali perasaan Rebecca yang sedang hancur berkeping-keping. Dia malah memikirkan dirinya yang tidak di undang ke pernikahan sahabatnya tersebut.


"Dit, kamu bohong kan?" terlihat mata Rebecca yang berkaca-kaca saat dia bertanya.


"Rebecca, dia memang istriku, kami menikah dua hari yang lalu." Aditya menyadari kalau dirinya telah menyakiti Rebecca.


"Tidak! Tidak mungkin Dit! Kamu bohong kan? Cepat katakan kalau kamu bohong!"


Bulir bening akhirnya menetes dari pelupuk mata Rebecca sehingga membasahi pipinya. Meskipun Rebecca berusaha tidak percaya dengan pernyataan Aditya. Namun, hati kecilnya terasa sangat sakit.


"Kami memang sudah menikah kok, Mas Adit juga sudah aku kenalkan dengan keluarga besar aku dan sudah di rayain di sana." Aliya buka suara.

__ADS_1


Degg


Jantung Rebecca berhenti untuk sedetik saja, dia merasakan sakit yang belum dia rasakan sama sekali selama ini.


Itulah Cinta, kadang bisa membuat kita bahagia, kadang juga membuat kita menderita.


Cinta bukanlah sesuatu yang mudah untuk di pahami, percayalah karena Cinta kebanyakan membuat kita lupa diri.


"Kamu jahat Dit!" Rebecca berdiri dan langsung berlari keluar rumah Aditya dengan berlinang Air Mata.


Aditya tertegun melihat Wanita yang selama ini di sampingnya, menangis seperti itu, dia tidak tahu harus berbuat apa.


Mau mengejar? Takut Aliya marah. Tidak di kejar, Rebecca adalah wanita pertama yang membuatnya nyaman, perasaan Aditya campur Aduk.


Sintia yang melihat sahabatnya berlari keluar, dia berdiri "Lain kali kalau tidak serius dengan seseorang jangan memberikannya sebuah harapan!" dia mendengus kesal pada Aditya dan mengejar sahabatnya tersebut.


"Dit, kenapa Rebecca menangis? Apa dia kelilipan?" tanya Glembo dengan polosnya.


"Iya, kelilipan Kerbau!" ucap Aditya ketus pada sahabatnya tersebut.


"Mas, kejar saja dulu, bicara dengannya baik-baik." Aliya buka suara dengan lembut.


Aditya menoleh ke arah Aliya "Kamu tidak marah?" tanyanya menyelidik.


Aliya tersenyum "bukankah aku sudah bilang pada Mas Adit, aku akan menerima Mas Adit apapun yang terjadi."


Cup


"Terima Kasih Sayang." Aditya mengecup Aliya dan langsung mengejar Rebecca yang sudah keluar Rumah.


Glembo menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia merasa bingung dengan apa yang terjadi barusan, pasalnya masalah sakit hati dia tidak mengenalnya sama sekali, dia baru merasakan indahnya jatuh cinta, dan belum menikmati rasanya patah hati.


Aditya dengan terburu-buru mengejar Rebecca, sampai-sampai dia menggunakan kekuatannya untuk berlari dengan sangat cepat.


"Rebecca, Aku bisa jelasin!" Aditya langsung mencengkram tangan Rebecca saat dia mau masuk ke dalam Mobil.


Rebecca terkejut karena Aditya tiba-tiba sudah berada di belakangnya, padahal tadi dia masih ada di dalam rumah.


Rebecca menarik napas dalam-dalam, dia menghapus air matanya yang berlinang di pipi dan buka suara.


"Apa yang mau kamu jelaskan Dit?!" ucapnya ketus.


"Kamu jahat Dit! Kamu benar-benar Brengsek!" Rebecca memukul-mukul dada Aditya.

__ADS_1


Aditya membiarkan Rebecca melakukan hal tersebut, dia tidak menahannya sama sekali, karena dia tahu Rebecca butuh pelampiasan untuk meredakan emosinya.


__ADS_2