Java System

Java System
Akhir dari pertarungan Besar


__ADS_3

Tempat Aditya berdiri luluh lantak, serangan Naga Hitam begitu besar, sehingga Aditya tidak bisa menghindar sama sekali.


"Hahahaha... Dasar Manusia bodoh!" Naga Hitam tertawa penuh kemenangan.


Tapi tawa Naga Hitam seketika lenyap, saat Nabu yang sudah berhasil mengumpulkan banyak energi spiritual di mulutnya, dia bersiap menembakan energi Spiritual tersebut.


Beruntungnya pihak Penanggung ulangan Kota Sihai cepat tanggap, mereka semua sudah mengungsikan warga kota Sihai sedari Naga Hitam dan Nabu keluar di panggil keluar.


Setidaknya Hampir semua warga Kota Sihai sudah mengungsi, hanya tinggal mereka yang meremehkan bencana besar akan menimpa Kota Sihai yang tersisa.


Naga Hitam berusaha menyerang Nabu, tapi Aditya tiba-tiba muncul di kepalanya, dia memegang gada Bima dan memukuli kepala Naga Hitam dengan keras.


"Bagaimana mungkin kamu bisa selamat!? Manusia sialan!" Naga Hitam meraung marah.


"Kamu pikir aku sama lemahnya dengan majikan kamu yang sudah tewas itu!"


Bang


Bang


Groaar


Aditya terus memukuli kepala Naga Hitam tanpa Henti, sehingga Naga Hitam mengaum kesakitan.


Ekornya mengibas-ngibas membuat bangunan yang terkena kibasan Ekornya hancur tak terbentuk.

__ADS_1


Kondisi kota Sihai sudah tidak baik-baik saja, banyak gedung tiba-tiba runtuh, Bagi mereka yang tidak bisa melihat Khodam.


Di sebuah Kuil dekat dengan kota Sihai, seorang Biksu kepala melihat pertarungan yang mengandalkan dua Khodam terkuat tersebut.


"Sungguh Manusia memang sangat tamak dan serakah. Amitaba...." biksu tersebut terlihat tenang.


"Kalian semua pengguna Jimat pelindung, ikut aku! kita akan menyegel Kota Sihai!"


Biksu tersebut langsung memberikan perintah bawahannya, sambil melesat ke kota Sihai, para bawahannya mengikutinya, mereka melesat ke segala penjuru untuk menerapkan Jimat pelindung.


Mereka para Biksu memiliki kemampuan masing-masing, Khodam mereka juga tergolong unik, karena mereka hanya membuat kontrak dengan Khodam surgawi, bukan Khodam sebangsa Jin.


Para Biksu dengan kecepatan di luar nalar mereka sampai di setiap penjuru kota Sihai. Nabu yang sudah cukup mengumpulkan energi spiritual dia mengingatkan Tuannya.


"Tuan pergilah!" seru Nabu pada Aditya yang masih sibuk memukuli kepala Naga Hitam.


Daripada lenyap sendirian, lebih baik membuat Manusia yang menyerangnya terus menerus ikut lenyap bersamanya.


Kilatan ratusan Petir mengejar Aditya yang sedang berlari menjauh, Aditya mencoba menghindar, tapi karena petir-petir tersebut seperti hujan, dia kali ini benar-benar terkena serangan tersebut.


Duarr


Duarr


Arghhh

__ADS_1


Aditya terlempar puluhan meter, perutnya berdarah, dia tidak berusaha untuk bangkit, tapi dia terlambat karena Nabu sudah menembakan energi spiritual yang sudah dia kumpulkan.


Blarr


Blarr


Cahaya Laser berwarna Emas melahap seisi Kota Sihai, cahaya tersebut perlahan mendekati Aditya yang tertegun menatapnya.


"Rebecca, maafkan aku!"


Bukan Aliya yang Aditya ingat, melainkan Rebecca yang dia ingat terlebih dahulu, sekarang Aditya menyadari kalau Rebecca sangat berharga buatnya.


Blarrr


Tubuh Aditya terlahap Laser energi spiritual yang di buat Nabu, Naga Hitam juga tidak bisa menghindar dari serangan tersebut.


Boooomm


Suara ledakan yang sangat besar terdengar, saat laser energi spiritual mengenai Naga Hitam.


"Bedebah! Tunggu kebangkitanku selanjutnya!" suara Naga Hitam perlahan menghilang bersamaan dengan hancurnya kota Sihai.


Nabu juga perlahan menghilang "maafkan aku Tuan!" ucapnya tidak berdaya sebelum menghilang sepenuhnya dari sana.


Jimat pelindung para Biksu Aktif, sehingga hanya Kota Sihai saja yang hancur dan dampaknya tidak meluas ke kota lainnya.

__ADS_1


Kejadian tersebut membuat Kota Sihai hancur lebur rata dengan tanah, terlihat sebuah mayat gosong yang setiap terkena tiupan angin perlahan menyembuhkan raganya.


"Huaahhh... Pancasona!" Aditya langsung duduk dan mengucapkan Ajian terlarang tanah Java yang sudah dia miliki tersebut.


__ADS_2