
Aditya fokus untuk mengawasi ketiga istrinya, takutnya ada serangan tiba-tiba, ia pun mendekat ke arah mereka bertiga.
"Jangan jauh-jauh dariku," ucap Aditya ketika sudah dekat dengan mereka bertiga.
Tentu saja mereka bertiga yang sedang asyik menikmati pemandangan alam dari atas sana terkejut, ketika tiba-tiba suaminya ad di dekat mereka.
"Ada apa lagi?" tanya Rebecca penasaran.
"Pokoknya kalian tidak boleh jauh-jauh dari aku," jawab Aditya mantap.
"Iya, iya sayang," ucap Rebecca sambil tersenyum.
Sementara Aditya yang mengawasi para istrinya dari dekat. Para Jin mulai menyerang bawahan Sasongko.
Mereka satu persatu mengalahkan bawahan Sasongko yang tidak menyadari keberadaan mereka. Namun, ada beberapa bawahan Sasongko yang memiliki energi spiritual besar melihat kehadiran para Jin.
"Brengsek, jangan ikut campur urusan kami!" hardik bawahan Sasongko dengan suara sedikit di tahan, mengingat banyak orang di sana.
"Hahahaha... dalam mimpimu bocah!" Jin dengan lidah menjulur tersebut langsung melilit bawahan Sasongko dengan lidahnya.
Pria tersebut tidak bisa apa-apa dengan lilitan lidah Jin tersebut. Semua orang yang melihat tingkah aneh pria tersebut mengerutkan keningnya.
"Kenapa dia? Apa dia kena Ayan?" tanya seseorang yang kebetulan lewat.
"Sepertinya begitu, apakah keluarganya tidak ada di sini?" timpal temannya.
__ADS_1
"Entahlah, lebih baik kita pergi saja," ajak temannya yang menarik tangan dan pergi meninggalkan bawahan Sasongko yang sedang dililit lidah Jin.
Lilitan tersebut perlahan semakin kuat, sehingga pria semakin merasakan kesakitan, karena tulang-tulang nya terasa rembuk.
Arghhh
Pria itu berteriak keras, sambil memuntahkan seteguk darah, sebelum akhirnya tewas di tempat.
Sontak saja orang-orang yang melihat kejadian tersebut menjerit ketakutan, tempat wisata yang tadinya tempat untuk bersenang-senang kini menjadi tempat pembantaian bagi bawahan Sasongko.
Para bawahan Sasongko tiba-tiba tewas tanpa tahu apa yang sedang terjadi. Bahkan Jin yang kejam menjatuhkan mereka dari puncak tempat wisata.
Suara gaduh orang-orang mulai terdengar mereka semua berhamburan menjauh dari tempat kejadian yang pastinya dekat dengan Aditya dan Ketiga wanitanya berada.
Sebuah pemberitahuan dari speaker pun terdengar, mereka yang ada di puncak wisata di suruh segera turun ke bawah untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.
"Dit, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Rebecca bingung ketika melihat kekacauan tersebut.
"Tidak ada apa-apa, kita langsung pulang sesudah ini," jawabnya santai.
Aliya dan Sekar yang tahu kalau suaminya pasti yang mengundang para Kodam nya, mereka hanya menuruti perintah Aditya saja.
Tempat tersebut benar-benar menjadi sangat mencekam, ketika terlihat banyak orang yang merupakan bawahan Sasongko tewas bergeletakan di sana.
Aditya masih dengan santainya mengajak para wanitanya pulang, bahkan ia masih sempat-sempatnya membeli oleh-oleh khas wisata tersebut.
__ADS_1
Berita kematian ratusan bawahan Sasongko di wisata pemandian air panas yang merupakan wilayahnya sendiri langsung terdengar oleh Sasongko.
Pria yang baru menuntaskan ronde tiganya itu sangat terkejut ketika mendengar para anak buahnya tewas, dan mereka yang selamat juga sedang di kejar-kejar para Jin, bahkan yang menghubungi Sasongko tewas ketika ia menelpon bosnya tersebut.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Santoso bingung ketika bawahan yang menelponnya tiba-tiba berteriak meminta tolong dan kemudian tidak terdengar lagi suaranya.
"Sayang, ada apa?" tanya si wanita.
"Entahlah, kita harus pergi dari sini, ayo cepat!" tegur Sasongko yang bergegas memakai pakaiannya kembali.
Si wanita bingung, tapi ia juga langsung bergegas mengenakan pakaiannya, walaupun tubuhnya terasa lelah karena telah menemani prianya itu berjam-jam.
Sasongko baru saja mau membuka pintu, tiba-tiba saja batangan besi melayang ke arahnya dan menembus jantungnya.
Arghhh
Wanita Sasongko berteriak histeris melihat prianya tumbang seketika terkena batangan besi yang entah darimana datangnya tiba-tiba muncul dan menancap di dada pria itu.
Dari kejauhan tampak buta Ireng menyeringai, sosok tersebut kemudian menghilang dari sana. Ketika melihat Sasongko tewas.
Perintah Aditya bagi kelompok Jin tersebut adalah mutlak, bagi mereka melindungi artinya harus membuat tuannya aman, karena itulah mereka membunuh semua yang menjadi ancaman.
Aditya tidak tahu bagaimana para Jin itu bertindak, yang dia tahu kalau para Jin hanya akan membunuh mereka yang dekat dengannya, ia tidak pernah menyangka kalau Sasongko juga tidak luput dari serangan mereka.
Sampai-sampai Kodam Sasongko saja tidak sempat ia panggil, mengingat setiap berhubungan badan ia akan melepaskan cincinnya, dan barusan pria itu lupa memakainya ketika Buta Ireng menyerang.
__ADS_1
Jika saja Sasongko memakai cincinnya, Kodam miliknya otomatis akan melindungi dirinya, tapi karena ia lupa jadi ia mati mengenaskan sehabis bercocok tanam.