
Ruan Su mendongak saat mendengar suara Aditya, dia membelalak kaget karena Aditya tiba-tiba saja sudah ada di atasnya.
Duarr
Gada Bima Aditya mengenai telak Ruan Su, sehingga tubuhnya hancur berkeping-keping di tempat dia berdiri.
Aditya memasukkan gada Bima ke dalam Cincin Java, dia menghela napas lega karena berhasil mengalahkan Tuan Su. Namun, Naga Hitam tidak hilang juga, padahal pemiliknya telah tewas.
Groaaarrr
Terdengar Naga Hitam meraung "Hahahaha... Akhirnya aku terbebas dari ikatan manusia itu!"
Naga Hitam terdengar sangat senang, dia seolah berterima kasih pada Aditya yang telah membunuh Ruan Su untuknya.
Kekuatan Naga Hitam melonjak naik, dia bertambah kuat saja ketika terlepas dari ikatan Kontrak dengan Manusia, kekuatannya yang tersegel langsung merembes keluar.
"Kalian semua pergilah dari sini!" Naga Bunting menyuruh Aditya dan yang lainnya pergi.
Tentu saja Aditya bingung, apa dari maksud perkataan Naga Bunting. Namun, Aditya tahu kalau Naga Bunting hanya ingin menyelamatkan dirinya.
" Java Keluarlah! Kamu bawa yang lainnya pergi dari sini!"
Java langsung keluar dari Cincin Aditya, dia dengan sigap membawa Rebecca dan yang lainnya pergi menaiki dirinya.
Sontak saja Rebecca, Asistennya dan Remon ketakutan karena mereka melayang di udara dengan sangat cepat, ketika Java membawa mereka semua.
__ADS_1
"Kalian jangan takut, Ini kekuatan Mas Aditya." Aliya yang dapat melihat Java, dia menenangkan orang-orang yang di bawa Java.
Rebecca dan yang lainnya mengangguk mengerti, mereka hanya bisa menyaksikan Pertarungan Aditya dari jauh saja, meski mereka tidak melihat siapa lawan Aditya sebenarnya.
Padahal Naga Bunting menyuruh Aditya pergi, tapi Aditya tidak mau pergi dari sana, dia ingin bertarung bersama Naga Bunting.
Aditya melompat ke atas kepala Naga Bunting, pengalaman pertamanya menaiki Khodam miliknya, dia sedikit hilang keseimbangan, tapi lama-lama dia terbiasa juga.
Duar
Duar
Petir semakin menyambar dengan ganas saat energi spiritual Naga Hitam melonjak terus menerus.
Langit berubah sangat gelap, seperti akan terjadi badai dahsyat yang akan menerjang tempat tersebut.
"Nabu, Apa tidak ada cara untuk menghentikannya?" tanya Aditya pada Khodamnya tersebut.
"Tuan, sebenarnya ada, tapi kota ini bisa luluh lantak tidak tersisa nantinya!" jawab Nabu yang terdengar enggan melakukan hal tersebut.
"Lakukan saja!" Aditya tidak peduli apapun resikonya, mengingat jika membiarkan Naga Hitam lebih banyak lagi mengumpulkan energi Spiritual, dia yakin bukan hanya satu kota, bahkan seluruh peradaban di Bumi bisa di guncang olehnya.
"Baiklah Tuan, tapi setelah menggunakan kekuatan ini saya akan beristirahat selama beberapa tahun nantinya, dan lebih baik anda segera pergi dari sini!"
Nabu menyarankan agar Aditya menjauh dari tempat tersebut, Aditya mengangguk mengerti, dia melompat turun dari Nabu dan akan pergi dari sana. Namun, Nabu yang sedang melakukan persiapan penyerangan pada Naga Hitam, dia sedang di serang oleh Naga Hitam.
__ADS_1
Aditya menggertakkan giginya, dia mengeluarkan panah Arjunanya dan menembakan anak panah Pasoepati Pati.
Swuzzz
Booommm
Anak panah Pasoepati Pati berhasil menghentikan serangan petir Naga Hitam yang mengincar Nabu.
Aditya tidak mau pergi dari sana, dia tetap menjaga Nabu agar berhasil melakukan serangan-nya.
Cahaya ke emasan terus membesar di mulut Nabu, dia terus menyerap energi Spiritual dan mengumpulkannya di mulut.
Naga Hitam yang tahu kalau Nabu berencana melakukan serangan besar, dia terus menerus menyerang Nabu, Tapi Aditya terus menghalanginya.
Boommm
Boommm
Suara ledakan-ledakan yang di akibatkan pertemuan kedua serangan tersebut membuat langit seolah bergetar.
Groaaarrr
Naga Hitam meraung marah karena Aditya terus menghalanginya, Naga Hitam kini beralih mengincar Aditya terlebih dahulu.
Swuzzz
__ADS_1
Sebuah serangan petir besar melesat ke arah Aditya, tentu saja Aditya terkejut karena serangan tersebut.
Booommm