
Aditya benar-benar di buat bingung dengan pernyataan orang tersebut. Namun, tiba-tiba cincin Java muncul di tangannya, ular putih jelmaan Java keluar dari cincin d
tersebut dan berubah menjadi seorang wanita cantik yang bertekuk lutut dihadapan pria tersebut.
"Dhumateng paduka sang prabu!" sapanya sambil bertekuk lutut di hadapan Raja Angkara jaya.
"Tangia Dinda, Pangeranmu wis teka jemput kowe," ucap Angkara jaya sambil memapah putrinya untuk berdiri.
Wanita cantik yang di panggil Aditya, Java itu berdiri dan menoleh ke arahnya.
Aditya masih tertegun melihat Java yang ternyata seorang wanita cantik, padahal ia pikir itu ular pria.
Tampak wanita itu memelototi Aditya dengan wajah marah, seketika Aditya tersadar dan tersenyum kepadanya. Wanita itu memalingkan wajah dari Aditya.
"Hahahaha... putriku tampaknya marah dengan kamu Aditya, karena kamu tidak kunjung menjemputnya," ungkap Angkara Jaya sambil tertawa.
"Eh... Putri anda? tunggu dulu apa maksudnya?" tanya Aditya bingung.
Angkara Jaya kembali duduk di tempatnya, Java juga duduk di kursi sebelah ayahnya. Pria itu menghela napas berat.
"Dulu kerajaan kami mengalami perang saudara akibat perbedaan pendapat, kami yang tidak siap dengan peperangan tersebut harus mengalami kekalahan. Akhirnya aku menyegel putriku di sebuah cincin yang kamu temukan di gunung Suplawan. Selama ribuan tahun putriku tertidur di sana, ia baru bangun ketika ada energi spiritual yang mirip denganku, karena itulah ia memilih kamu."
Angkara jaya diam sebentar kemudian melanjutkan. "Aku sengaja menyegel kekuatanku di tempat ini, untuk menunggu pewaris kekuatanku datang kemari, dan akhirnya kamu datang ke sini juga. " Angkara jaya berdiri, ia juga menyuruh anaknya berdirinya dan membawanya ke hadapan Aditya.
"Jagalah putriku baik-baik, dia sudah tidak memiliki siapa-siapa di dunia ini, takdirmu sudah menjadi bagian dari keluargaku, namanya Sekar Ayu," ucapnya sambil menaruh tangan putrinya di tangan Aditya.
"Tuan, tapi aku sudah memiliki dua istri, aku tidak bisa menceraikan mereka," jawab Aditya yakin.
"Aku tahu itu, seroang raja juga memiliki banyak selir, tidak masalah buat Sekar untuk menerima kamu, dia juga sudah cerita semua tentang kamu kepadaku, walaupun sebenarnya aku hanyalah sebuah energi spiritual saja," jawabnya tidak berdaya.
Aditya melihat Sekar, tampak wanita itu masih memalingkan wajah kepadanya, padahal tangannya menggenggam erat tangan Aditya, membuat pria itu tidak tahu harus berbuat apa.
"Tuan, aku tidak bisa berjanji banyak hal, tapi aku akan berjanji menjaganya," ucap Aditya mantap.
"Baguslah kalau begitu, aku akan memindahkan kekuatan Sekar yang menjadi perantara untuk membangun tubuhku kedalam tubuhmu secara langsung, bersiaplah Aditya!" perintah Angkara Jaya tegas.
"Sekar, hiduplah dengan baik bersama suami kamu, karena sekarang sudah bukan lagi jaman kerajaan, jadilah istri yang baik untuknya," ucapnya lembut sambil mengusap pipi anaknya.
__ADS_1
“Kula ngertos paduka," jawabnya lembut.
"Aditya Nugroho, takdirmu sekarang untuk menghancurkan sekte-sekte sesat yang dulu pernah membuat hancur kerajaan kami, balaskan lah dendam kami, agar tempat tinggal mu juga tidak hancur seperti kami!" seru Angkara jaya.
Tiba-tiba tubuh Angkara jaya bersinar emas, kemudian berubah menjadi cahaya emas dan masuk ke dalam tubuh Aditya.
Ketika cahaya tersebut masuk ke dalam tubuh Aditya, pria itu langsung ambruk di lantai. Namun, Sekar tidak membiarkan Aditya kesakitan, wanita itu menyalurkan energi spiritualnya ke tubuh Aditya.
Arghhh
Aditya meraung kesakitan, pria itu tampak sangat kesakitan, perubahan tubuhnya mulai terasa, ia benar-benar seperti terlahir kembali.
Melihat Aditya yang menahan sakit seperti itu, tampak Sekar juga merasa kasihan terhadap suami yang di takdirkannya.
Arghhh!
Raung Aditya dengan sangat keras, saat rasa sakitnya sampai di puncaknya. Pria itu akhirnya terdiam ketika rasa sakit itu berangsur-angsur pulih.
[Penyatuan tubuh berhasil!]
[ Status ]
Nama : Aditya Nugroho
Umur : 21 tahun
Tinggi : 180 cm.
Masa Otot : 100
Kelincahan : 100
Vitalitas :100
Kemampuan kusus :
Meringankan Tubuh.
__ADS_1
Beladiri
Tembus Pandang
Pancasona
Brajamusti
Tubuh:
Gatotkaca
Dewa Brahma
Rahwana
Senjata:
Panah Arjuna
Gada Bima
Khodam:
Jin gunung Kumbang
Aditya membuka matanya, napasnya masih tersengal-sengal, menatap langit-langit ruangan tersebut yang sudah berubah menjadi bebatuan.
"Dit, kita harus segera pergi dari sini," ucap Sekar mengingatkan.
Aditya mengangguk mengerti, ia bergegas beranjak dari lantai, tiba-tiba Buta Ireng mendekat.
"Tuan, lewat sini," ucapnya sopan.
Aditya mengangguk, ia membawa Glembo dengan mengangkatnya, sebuah portal dimensi antara dunia gaib dan fana tercipta dan mereka pun keluar dari sana, muncul di kaki gunung Kumbang.
Aditya menghela napas lega, ia melihat cincin yang melingkar dalam jari manisnya, walaupun bentuknya berubah dan penghuninya juga berubah, ia tetap menamainya Java.
__ADS_1
"Tuan, jika perlu kami, anda tinggal panggil saja dengan membayangkan di antara kami," ucap Buta Ireng sambil bertekuk lutut.
Ketika Aditya menoleh, ia terkejut saat melihat ada ratusan Jin di sana yang bertekuk lutut padanya, ia menatap Sekar, tampak wanita itu hanya tersenyum dan tidak takut sama sekali dengan para jin tersebut.