Java System

Java System
Hidup Baru


__ADS_3

"Pancasona!" teriak Aditya yang baru terlahir kembali dari kematiannya, menggunakan ilmu Kanuragan terlarang tanah Java.


Aditya beranjak dari tanah, ia melihat area sekitar yang hancur luluh lantak akibat pertarungan Nabu dan Naga Hitam. Ia tidak menyangka jika pertarungan kedua sosok hewan legenda tersebut benar-benar mengguncang bisa sangat mengerikan seperti itu.


Aditya bergegas pergi dari sana, ia mencari Aliya dan Rebecca. Namun, pria tersebut tidak menyadari kalau cincin Java yang ia kenakan terjatuh dari jarinya dan menghilang, ketika tubuhnya hancur oleh kekuatan Nabu dan Naga Hitam.


...***...


Satu tahun berlalu sejak kejadian tersebut, kini Aditya sudah Resmi menikahi Rebecca juga.


Setelah hidup kembali, Aditya memang mencari Rebecca untuk segera menikahinya, karena ia sadar kalau sebenarnya memang mencintai wanita itu, dan Aliya juga tidak keberatan sama sekali, karena ia tahu kalau kedua insan tersebut memasang saling mencintai.


"Dit, kita mau di sini sampai kapan?" keluh Glembo yang menemani Aditya mencari cincin Java di gunung Suplawan.


"Ngeluh saja terus! Aku cabut kembali semua yang aku berikan padamu tahu rasa kamu, Ndut!" tegur Aditya kepada sahabat baiknya itu.


"Eh jangan dong, nanti bebeb Sintia marah kalau rumah kita di ambil," jawab Glembo tidak setuju.


"Makanya jangan banyak omong, bantu aku!" tegur Aditya lagi.


Glembo menghela napas kasar, pria gendut itu membantu Aditya mencari cincin Java, walaupun ia tidak tahu sama sekali, kenapa Aditya begitu ingin menemukannya.


Sudah satu tahun lamanya, Aditya tetap mencari cincin Java yang selama ini menghilang, ia sudah mengubek-ubek seluruh gunung Suplawan, tapi cincin itu tidak kunjung juga ditemukan.

__ADS_1


"Dit, ini sudah mulai gelap, kita lanjut besok lagi yah," tegur Glembo yang sudah lelah mencari.


Aditya menghela napas. "Ya sudah, kita pulang," jawab Aditya kecewa.


Mereka berdua turun dari gunung, tampak Aditya yang mulai kesal karena cincin Java tidak kunjung di temukan juga.


Sepanjang jalan Aditya tertunduk lesu, ia tidak bicara sepatah katapun, membuat Glembo merasa heran dengan sahabatnya itu. Setiap dari pencarian yang tidak jelas itu, pasti Aditya langsung murung.


"Dit, sebenarnya apa sih yang kamu cari, sudah setahun ini aku selalu mencari benda yang tidak aku tahu sama sekali, kalau hanya sekedar cincin, kamu bisa membelinya lagi, bukan?" tanya Glembo sambil berjalan.


"Cincin itu berharga banget buatku Ndut, karena cincin itulah aku bisa seperti sekarang," jawabnya seperti biasanya, membuat Glembo menghela napas panjang.


"Sulit bicara denganmu sekarang," keluh Glembo.


Aditya berjalan gontai sampai ke rumahnya, di teras tampak Aliya dan Rebecca sudah menunggu suaminya itu.


Semenjak kehilangan cincin Java, Aditya merasa hidupnya hambar, walaupun sudah di temani dua wanita cantik yang menjadi Istrinya, tapi tetap saja seperti masih ada yang kurang.


Kekuatan Aditya dan koin emas yang diberikan Java System memang tidak menghilang. Namun, ia tetap ingin mencari Java, karena sudah dirinya anggap seperti bagian dari hidupnya.


"Sayang, mau sampai kapan kamu seperti ini terus?" tanya Rebecca sambil merangkul suaminya masuk ke dalam rumah.


"Iya Sayang, kamu sudah punya segalanya, apa yang kamu takutkan sebenarnya?" timpal Aliya yang merangkul lengan Aditya juga.

__ADS_1


Aditya menghela napas. "Aku tidak ingin membahas ini dulu, biarkan aku istirahat dulu," ucapnya melepaskan rangkulan kedua istrinya.


Aditya berlalu meninggalkan kedua Istrinya ke kamar mandi, untuk membersihkan diri.


Aliya dan Rebecca tampak sedih, semakin hari suaminya itu semakin terlihat tidak semangat untuk melanjutkan hidup. Bahkan hubungan suami Istri kalau malam saja, Aditya tampak tidak bernapsu sama sekali beberapa bulan kebelakang.


Mau keduanya memakai pakaian seseksi apapun, Aditya tetap tidak menggubrisnya, pria itu seolah sudah melupakan kewajibannya sebagai suami.


Kadang Rebecca dan Aliya berpikir, apakah mereka sudah tidak menarik lagi di mata Aditya, atau Aditya merasa prustasi karena setelah satu tahun pernikahannya, keduanya belum juga memiliki anak.


Rebecca dan Aliya sampai berkali-kali mengecek kandungan mereka, tapi dokter bilang kandungan mereka baik-baik saja, hingga mereka pun sampai di kesimpulan kalau suami mereka yang tidak bisa memberikan anak.


Memikirkan hal tersebut keduanya sempat sedih, mereka seolah tahu kalau Aditya takut tidak memiliki keturunan, padahal yang sedang di pikirkan Aditya sekarang, dimana Java System berada.


"Sayang, malam ini aku mau," ajak Rebecca manja di kamar dengan mengenakan pakaian seksi.


"Aku juga mau sayang, kita lakukan seperti biasanya yah," timpal Aliya bersemangat.


Aditya menghela napas. "Baiklah, satu kali saja yah tapi, aku capek," ucapnya malas.


Rebecca dan Aliya mengangguk, setidaknya walau cuma satu kali, mereka bisa merasakan kehangatan tubuh suami mereka lagi, hingga akhirnya mereka melakukannya berkali-kali, karena Aliya dan Rebecca menaruh obat perangsang di minuman Aditya.


Kedua Istri Aditya sampai tidak bisa berjalan paginya, karena mereka tidak tahu kalau sebenarnya jika stamina Aditya sangat kuat, malah memberikan obat perangsang.

__ADS_1


Ide tersebut mereka berdua dapatkan setelah konsultasi dengan dokter kandungan, naasnya mereka yang malah jadi tidak berdaya, bukannya Aditya.


__ADS_2