
Aditya bukan hanya menyatakan perang dunia Spiritual kepada keluarga Iskandar. Ia juga berniat untuk menumbuhkan bisnisnya hingga bisa bersaing dengan keluarga tersebut.
Ambisi Aditya kini semakin besar, setelah ia bertemu dengan Raja Angkara jaya. Pria yang dulunya bodoh, Kumal dan tidak memiliki apa-apa itu sekarang ia sudah memiliki pemikiran layaknya seorang pebisnis ulung.
...***...
"Sayang, kamu hari ini mau kemana lagi?" tanya Rebecca memastikan.
"Kalau mau pergi ajak kami juga," timpal Aliya.
"Iya aku juga mau pergi jalan-jalan, bosan di rumah terus," keluh Sekar.
Aditya menghela napas, padahal ia bermaksud akan pergi ke hutan Jati Wagiran, tapi semua istrinya malah mengajak jalan-jalan.
Aditya tidak bisa menolak ajakan para istrinya, jadi ia mengurungkan niatnya terlebih dahulu dan mengajak mereka jalan-jalan.
"Kalian mau pergi jalan-jalan kemana?" tanya Aditya lembut.
"Pemandian air panas, di Kota Vigal saja," jawab Rebecca yang notabenya tahu tempat-tempat wisata daripada dua istri Aditya lainnya.
"Aku ikut saja," timpal Aliya dan Sekar.
__ADS_1
Aditya mengangguk. "Baiklah, kita akan pergi ke sana," ucapnya sambil tersenyum.
Ketiga istri Aditya sangat senang, mereka semua langsung bersiap-siap untuk pergi ke wisata pemandian air panas yang ada di kota Vigal.
Aditya keluar dari rumah menyuruh para bawahannya agar bersiap untuk ikut pergi dengannya, sambil menunggu ketiga istrinya yang sedang bersiap.
Mobil-mobil yang akan mereka gunakan langsung di siapkan para pengawal dan sopir pribadi Aditya.
Tidak berselang lama ketiga wanitanya keluar dari rumah, mereka tampak sudah bersiap dengan gaun indah dan riasan wajah yang cantik, sehingga membuat Aditya mengerutkan keningnya.
"Kalian mau pergi jalan-jalan apa mau mencari pria lain?" tanyanya malas sambil duduk di kursi teras depan rumah.
Ketiga wanita itu saling menatap satu sama lain, mereka bertiga kemudian terkikik geli melihat suaminya merajuk.
"Benar itu, semua ini juga demi kamu," timpal Aliya.
Aditya beranjak dari duduknya tanpa berkata apa-apa. Ia meninggalkan ketiga wanitanya begitu saja dan naik mobil paling jelek di antara mobil-mobilnya yang hanya bisa menampung empat orang saja.
Ketiga Istri Aditya terkejut dengan tindakan suaminya mereka bergegas menghampiri mobil yang di naiki suaminya itu.
"Sayang kamu marah? Aku akan menghapus make up ku, dan berganti pakaian biasa kalau begitu," ucap Rebecca sedih.
__ADS_1
"Lah kenapa? Anggap saja aku pengawal kalian, tenang saja aku tidak akan mengganggu kalian," jawabnya santai sambil memainkan ponselnya.
"Sayang...." Rebecca tampak cemas.
"Jalan!" perintah Aditya kepada pengawal yang menjadi sopir.
Sopir bingung, karena ketiga Istri tuannya belum naik mobil, tapi ia juga tidak bisa mengabaikan perintah Aditya.
Mobil yang di naiki Aditya pun jalan, Rebecca dan yang lainnya terkejut, mereka tidak menyangka gara-gara masalah seperti itu suaminya marah.
Mereka bertiga tidak menyadari kalau wajah mereka bertiga di atas rata-rata, tanpa make up saja akan menarik perhatian banyak pria, apa lagi mereka berdandan seperti itu.
Rebecca dan dua saudarinya bergegas naik mobil dan menyuruh sopir untuk mengejar mobil suaminya.
"Kenapa Adit marah?" tanya Rebecca cemas.
"Aku juga tidak tahu, memangnya ada yang salah dengan kita? Bukankah terlihat cantik itu bagus?" timpal Aliya.
"Aneh, apa Adit ingin kita tampil jelek?" tanya Sekar juga bingung.
Sopir yang bersama mereka bertiga menghela napas. "Nyonya, sebelumnya saya minta maaf karena lancang berbicara, tapi kalau saya jadi tuan Aditya juga akan marah, wajah kalian itu di atas rata-rata wanita pada umumnya, di tambah penampilan kalian juga sangat sempurna, tuan Aditya Asti berpikir kalau kalian akan menjadi pusat perhatian jika sampai di sana nanti, mengingat di sana akan banyak orang," ucapnya menasehati ketiga istri bosnya.
__ADS_1
Seketika mereka bertiga langsung menyadari kesalahannya, di dalam mobil mereka bertiga langsung menghapus make up mereka, sehingga membuat sang sopir menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum getir.
Sebenarnya Aditya bermaksud tidak ingin wanitanya menjadi pusat perhatian, mengingat ia juga sedang berhadapan dengan musuh kuat. Namun, entah kenapa Aditya tidak berani memberikan perintah kepada tiga istrinya itu. Mungkin karena ia dulu pernah berucap akan menjadikan wanitanya selayak ratu, sehingga ia tidak berani menegur mereka bertiga.