Java System

Java System
Membeli Ponsel


__ADS_3

Setelah selesai makan, Aditya pergi untuk berbelanja. Mobil yang di minta Aditya juga sudah datang terparkir di garasi.


Sopir yang mulai bekerja langsung mengeluarkan Mobil yang ada di garasi, ketika di beritahu Kalau tuan-nya akan keluar.


Rebecca dan Vivi mau ikut, tapi Aditya tidak memperbolehkan-nya. Aditya tidak mau sepanjang perjalanan mendengar pertengkaran mereka berdua.


Tentu saja Vivi dan Rebecca kecewa. Namun, mau bagaimana lagi, mereka tidak ingin membuat Aditya marah.


" Jalan Pak!" Aditya memberikan perintah ketika sudah ada di dalam Mobil.


"Baik tuan!" sopir menjawab dan langsung menginjak pedal gas.


Mobil pun meninggalkan kediaman Aditya. Rebecca dan Vivi menatap iba kepergian mereka. Karena kebodohan yang di lakukan keduanya. Aditya tidak mengajak keduanya untuk ikut bersamanya.


Glembo yang ikut Aditya, dia bertanya "Kita mau kemana Dit?"


"Tempat penjulan Ponsel! Aku mau membeli Ponsel!" jawab Aditya langsung.


"Pak kita ke tempat penjulan Ponsel!" Aditya memberikan perintah langsung pada sopirnya.


"Baik tuan!" sopir dengan sopan menjawab.


Dengan sisa uang yang dia dapatkan dari menukar koin emas dengan Rebecca. Aditya berencana membeli Ponsel untuk dirinya sendiri. Pasalnya Rebecca lupa dengan janjinya untuk membelikan dia Ponsel.


Glembo hanya menanggapi dengan tersenyum getir, sekarang sahabatnya itu benar-benar sudah menjelma menjadi orang yang berbeda. Cara berpikir Aditya, cara bicaranya, sekarang sudah sangat berbeda dengan Aditya yang dulu.


Ketika Mobil Aditya sampai di perempatan jalan, tempat Roni dan kawan-kawannya berkumpul. Aditya menyuruh sopir untuk berhenti.


Roni mengerutkan keningnya ketika melihat sebuah Mobil mewah Aditya berhenti di depan mereka semua.


"Bos! Siapa yang naik Mobil itu?" tanya salah satu bawahan Roni.


Roni menggendikkan bahunya "Entahlah... Aku gak tahu."


Jendela kaca Mobil terbuka, terlihat Aditya yang menyeringai ke arah Roni. Sontak saja Roni dan anak buahnya terkejut sekaligus ketakutan.


Seringai Aditya saja sudah membuat Roni menelan ludah beberapa kali. Dia takut nasibnya akan seperti Ayahnya yang sudah tidak mempunyai gigi lagi.


"Hai! Berandal kampung." Ejek Aditya pada Roni dan anak buahnya.


Roni hanya bisa menundukkan kepalanya, karena dia tahu kedudukan mereka sekarang berbeda. Dia sudah tidak bisa menindas Aditya lagi seperti dulu.

__ADS_1


"Loh, biasanya kalian akan mengejekku? Kenapa dengan kalian sekarang?" Aditya mengolok-olok Roni dan anak buahnya.


Roni dan bawahannya tidak berani menjawab, mereka masih terdiam membisu duduk di atas Motor mereka masing-masing.


Aditya merasa kalau Roni dan Anak buahnya sudah tidak akan berbuat macam-macam lagi dengannya, dari wajah mereka saja sudah kelihatan kalau mereka sangat ketakutan dengan dirinya.


"Sekarang kalian tahu kan, di mana rasanya ada di bawah? Kalian sekarang hanyalah segerombolan orang bodoh bagiku!" Aditya memberikan ceramah pada mereka semua. "Jalan lagi pak!"


Aditya menutup jendela kaca Mobil dan Mobilpun kembali jalan. Roni mengepalkan tangannya, mengatupkan rahangnya dengan kuat ketika Mobil Aditya sudah meninggalkan Mereka.


"Brengsek! Kenapa dia tiba-tiba bisa seperti ini sih!" Roni memukul jok Motor dengan keras.


"Sabar Bos." anak buahnya menimpali.


Anak buah Roni juga tidak bisa berbuat banyak, mereka yang sudah melihat Aditya mengamuk tentu saja takut dengannya sekarang.


Mobil terus melaju menyusuri jalanan kota Bibes. Ketika sampai di sebuah konter Ponsel terbesar di kota tersebut, Sopir langsung mencari tempat parkir untuk memarkir kan Mobilnya.


Aditya dan Glembo keluar dari Mobil, mereka berdua langsung menuju Konter Ponsel tersebut.


"Mas!" Aditya memanggil salah satu pelayan Konter.


Pelayan Konter bergegas menghampiri Aditya yang memanggilnya "Selamat datang di NopNop Cell. Masnya mau cari Ponsel jenis Apa?"


"Tentu saja ada Mas, Somay Note 9, Pinix Bombastis, Sumsang juga ada. tapi aku rekomendasikan Somay Note 9 saja Mas, Ram empat giga byte, Room 64 giga byte!" pelayan tersebut memelas dengan detail.


Aditya pura-pura berfikir, padahal dia tidak tahu sama sekali tentang Ponsel-ponsel yang di beritahukan pelayan Konter barusan.


Aditya kemudian "Baiklah, Aku ambil Somay. Dua yah Mas!"


Pelayan Konter tentu saja sangat senang bisa melayani Aditya yang membeli Ponsel tanpa banyak bertanya.


Pelayan Konter mengambil dua Ponsel tersebut "Masnya mau pake Provider apa? Biar saya berikan sebagai bonusnya."


Lagi dan lagi, Aditya tidak tahu menahu mengenai Provider, jadi dia pura-pura tidak mempermasalahkan hal tersebut.


"Apa sajalah, terserah masnya saja" jawabnya enteng.


Pelayan Konter mengangguk mengerti, dia mengambilkan dua Kartu Provider Matahari dan langsung mengaktifkan-nya ke ponsel baru Aditya.


"Semua sudah di aktifkan, jumlah yang harus mas bayarkan tiga juta sembilan ratus ribu Perak. Mas aku beri diskon seratus ribu perak!" ucapnya dengan sangat percaya diri.

__ADS_1


Aditya tersenyum, dia mengeluarkan kantong kreseknya yang berisi uang dan memberikannya pada pelayan Konter yang tertegun melihat hal tersebut.


Dia baru melihat ada orang yang menyimpan uangnya di kantong kresek seperti Aditya, jadi dia terdiam mematung di sana.


"Mas! Halo...! Ini uangnya!" tegur Aditya pada pelayan Konter yang tertegun.


"Eh...! I-Iya!" Pelayan Konter langsung dari ngitung uangnya. "Oke Pas! Terima kasih Mas sudah mau berbelanja di NopNop Cell."


Aditya menganggukan kepala sambil tersenyum "Sama-sama Mas!"


Aditya dan Glembo meninggalkan tempat tersebut, Aditya yang sudah di ajari Rebecca menggunakan Ponsel, tentu saja dia sudah langsung mahir, berkat kecerdasan Brahma dia tidak perlu waktu lama untuk memelajari sesuatu.


Aditya dan Gelmbo tidak langsung pulang terlebih dahulu, mereka berdua berjalan-jalan di tempat tersebut untuk menambah wawasan.


"Nih buat kamu Ndut!" Aditya memberikan satu ponselnya buat Glembo.


"Tapi aku tidak bisa memakainya Dit." Glembo menerimanya dengan enggan.


"Sudah ambil saja, kamu bisa belajar pelan-pelan." Aditya memang sengaja membelikan Ponsel itu untuk Glembo, walaupun Glembo seakan enggan menerimanya, tapi Aditya yakin kalau Glembo sangat menginginkan Ponsel tersebut.


"Terima ka...." Glembo baru mau berterima kasih pada Aditya, tiba-tiba Ponsel tersebut ada yang menjambretnya.


Tentu saja Glembo terkejut "Jambret! Jambret!"


Aditya mengehela napas, dia melihat Jambret yang naik motor dengan sangat cepat "Kamu tunggu di sini!"


Slap


Dengan sekejap mata Aditya mengejar Jambret yang naik Motor berdua tersebut. Aditya yang sudah memiliki kecepatan di atas rata-rata, tentu saja dia bisa mengimbangi Motor yang melaju dengan kencang.


Aditya menarik orang yang ada di belakang, hingga terjatuh dari Motor, tentu saja karena motor sangat cepat dia mengalami cidera.


Aditya tidak mengejar yang mengendari Motor, karena yang mengambil Ponsel Glembo orang yang dia tarik barusan. Dia menghampiri orang tersebut dengan santainya.


Jambret yang melihat Aditya menghampirinya dia merasa sangat ketakutan, sambil meringis kesakitan.


"Kembalikan Ponselnya!" tegur Aditya dengan suara meninggi.


"Ba-baik! Aku kembalikan!" Dia mengambil Ponsel Glembo di tas yang dia bawa.


Jambret tersebut langsung memberikan Ponsel Glembo tanpa melawan, dia sadar kalau Aditya bukanlah orang biasa, karena mana ada orang biasa bisa mengejar kecepatan Motor yang melaju kencang.

__ADS_1


Bug


Aditya mengambil Ponselnya dan memukul Jambret, dia berencana menyerahkannya pada pihak berwajib, untuk memberikannya sedikit pelajaran. Agar tidak berbuat kriminal lagi.


__ADS_2