Java System

Java System
Akhir dari Keluarga Iskandar dan Semaka


__ADS_3

Kekuatan energi spiritual Aditya yang meluap-luap sangat besar membuat pemimpin ketiga Padepokan yang sudah menjadi pengikut nya menelan ludah secara bersamaan. Mereka tidak pernah menduga kalau kekuatan Aditya akan naik drastis seperti itu hanya dalam kurun waktu satu tahun.


Aditya yang sudah ingin membebaskan wilayah kerajaan Angkara dari cengkraman keluarga Iskandar dan Semaka ia tidak ragu melesat ke arah dua sesepuh keluarga kuat tersebut.


Aditya mengeluarkan gada bima untuk mengajar keduanya.


Bang


Bang


Duar


Pak tua Iskandar dan Semaka melompat menghindar, tapi Sultan tidak bisa menghindar, hingga ia terkena serangan Aditya dan terhempas puluhan meter.


Sultan memuntahkan seteguk darah kembali, tubuhnya semakin lemah, kedua Kodam yang dipanggilnya menghilang, karena energi spiritualnya melemah.


"Sultan!" teriak Pak tua Iskandar, ia menatap tajam Aditya kemudian mengeluarkan sebuah keris warisan turun temurun keluarga Iskandar.


"Bedebah, matilah kau!" teriak pak tua Iskandar lagi sambil menembakkan sebuah petir dari ujung keris tersebut.


Duar


Duar


Aditya menghindar dengan cepat menggunakan kecepatannya, ia dengan lincah menghindari serangan-serangan tersebut.


Liam yang melihat menantunya dikeroyok dua sesepuh keluarga Iskandar dan Semaka, ia bermaksud untuk membantunya, tapi Wasesa dan Darman melarangnya.

__ADS_1


"Jangan ikut campur Liam, kekuatan kita dibawah mereka," tegur Darman.


"Tapi apa kita harus berdiam diri melihat Aditya bertarung seorang diri?" tanya Liam tidak berdaya.


"Liam, jangan berpikiran pendek, menantumu itu memiliki kekuatan di luar nalar, aku yakin dia bisa mengalahkan mereka berdua, lebih baik kita fokus membasmi antek-anteknya," ucap Wasesa yakin.


Liam menghela napas berat, perkataan kedua rekannya itu memang benar, kalaupun ia membantu Aditya, bukannya Aditya berpeluang menang, malah bisa-bisa ia terbebani, sehingga pria tua itu hanya bisa berdoa agar Aditya baik-baik saja.


Duar


Duar


Pertarungan Aditya dengan kedua sesepuh keluarga kuat di tanah Java tersebut semakin intens saja.


Dua Pria sepuh tersebut terus menyerang Aditya tanpa henti, berharap pria itu bisa cepat mereka bunuh. Namun, sayangnya mereka terlalu memandang remeh Aditya, karena bukan Aditya yang semakin melemah, tapi kedua sesepuh tersebut mulai kelelahan, akibat energi Spiritualnya yang terkuras terus menerus.


Terdengar napas kedua pria sepuh tersebut terengah-engah, tubuh renta nya tidak bisa membohongi keadaan mereka, pasalnya setelah hidup hampir satu abad, ini pertama kalinya bertarung dengan sekuat tenaga, asalnya dulu tidak ada lawan yang sekuat Aditya.


Aditya yang melihat kedua pria sepuh tersebut sudah kelelahan, ia mengeluarkan panah Arjuna.


Aditya melesatkan anak panah ke langit, ketika anak panah tersebut mulai jatuh ketanah, tiba-tiba anak panah menyala dan berubah menjadi ribuan anak panah.


Mata Kedua sesepuh tersebut membelalak lebar ketika melihat ribuan anak panah tersebut, mereka berdua langsung memanggil Kodam mereka yang sedang bertarung dengan Bireng dan Banas Pati untuk melindunginya.


Clap


Clap

__ADS_1


Blar


Groaar


Ribuan anak panah membakar kedua raksasa tersebut hingga mereka terbakar dan menghilang.


Kedua sesepuh tersebut memuntahkan seteguk darah. Namun, saat mengira mereka sudah selamat, ternyata Aditya menembakkan anak panah lagi, sehingga kedua sesepuh tersebut harus meregang nyawa terbakar ribuan anak panah api Aditya.


Raungan keduanya masih sempat terdengar sebelum mereka berdua tewas mengenaskan. Aditya menghela napas lega ketika dua musuh besar Angkara jaya sudah tewas.


Anak cucu Keluarga Semaka yang baru datang, mereka tidak berani mendekat, daripada menyerahkan nyawa , lebih baik mereka menghindari pertarungan tersebut karena tahu lawan mereka sangat kuat.


Pertarungan yang memakan waktu semalaman itu akhirnya selesai, seluruh antek-antek keluarga Iskandar juga tewas di sana.


Murid-murid padepokan juga ada yang tewas, tapi banyak yang selamat daripada yang gugur, artinya perang tersebut dimenangkan Aditya dan para pendukungnya.


...***...


Ke esokan harinya setelah perang itu selesai, Aditya menyuruh Remon untuk menekan seluruh perusahaan keluarga Iskandar atas namanya.


Tidak ada yang berani membantah sama sekali, bahkan keluarga Semaka saja sampai lebih memilih kabur dari tanah Java untuk menghindari pembantaian keluarga mereka.


Dendam kerajaan Angkara sudah terbalaskan, kini di tanah Java sudah tidak ada penindasan sama sekali berkat kebijakan Aditya.


Tanah Java kini menjadi milik Aditya sepenuhnya, namanya menggema di seluruh tanah Java. Ia pun di kenal sebagai seorang Raja di sana.


Aditya dengan bisnis dan kekuatannya yang tana batas berkat Java Sistem, ia hidup bahagia di tanah Java bersama ketiga Istrinya dan orang-orang yang setia membantunya.

__ADS_1


Selesai....


__ADS_2