
Sekar mengepalkan tangannya ketika merasakan energi spiritual dari orang-orang yang dihajar kedua buta Khodam Aditya.
Dit, tidak salah lagi mereka keturunan orang-orang yang dulu menyerang kerajaan Angkara!
Sekar langsung mengatakan sebenarnya kepada Aditya, sehingga membuat pria itu langsung sangat marah.
"Mereka itu ada kenapa?" tanya Rebecca bingung.
"Iya aneh, kok bisa terbang-terbang sendiri seperti itu, apa mereka kelompok sirkus?" celetuk Glembo.
Sintia menatap suaminya dengan gemas, ia mencubit perut buncitnya. "Mana ada sirkus di jalanan seperti ini sayang, kalau bicara itu pakai logika," tegurnya lirih.
"Hehehe... siapa tahu saja." Glembo terkekeh mendengar teguran Sintia.
Swuzz
Tiba-tiba Aditya melesat dengan cepat menggunakan kemampuan meringankan tubuhnya.
Aliya dan Sekar yang melihat itu mereka hanya bisa menyaksikan apa yang akan di lakukan Aditya.
Bang
Bang
Ternyata Aditya melihat pemimpin kelompok tersebut yang berniat menyerang ke dua Buta bawahannya.
"Cih, jadi mereka peliharaan mu!" gerutu orang tersebut yang saling beradu pukulan dengan Aditya.
"Kamu tidak perlu tahu itu!" jawab Aditya ketus.
"Hahahaha... berani sekali kau, asal kamu tahu saja, keluarga Sultan Iskandar tidak pernah takut dengan siapapun!" hardik orang itu sinis.
"Sultan Iskandar?" gumam Aditya.
Bang
__ADS_1
Aditya terhempas puluhan meter ke belakang ketika orang tersebut menendang perutnya, tapi Aditya masih berdiri dengan kokoh.
"Dengar baik-baik rakyat jelata! Keluargaku bisa saja membuatmu mati mengenaskan, karena berani menentang kami! Jangan harap kau bisa lolos karena berani mengusik kami!" ujar pria tersebut dengan suara lantang.
Keluarga Iskandar merupakan keturunan kerajaan jaman dahulu, di jaman modern yang sekarang, kerajaan mereka berubah menjadi sebuah kerajaan bisnis, nama perusahaan mereka Iskandar grup, yang di pimpin oleh Sultan Iskandar.
Orang yang di lawan Aditya sekarang, merupakan putra bungsu dari Sultan Iskandar dari istri ketiganya. Pria itu memang terkenal sangat arogan di pulau Java, dan sering menindas kaum lemah.
Sasongko Iskandar, ia datang ke kampung Karbal bermaksud membeli lahan di sana, untuk membuat sebuah perusahaan.
Sayangnya sebelum terealisasi Sasongko Iskandar bertemu dengan Aditya dan Sekar, yang notabenya keturunan Raja Angkara Jaya yang menaruh dendam kepada Raja Iskandar dahulu.
"Kalian para orang-orang tidak bermoral, tidak pantas berada di wilayah Ayah mertuaku!" raung Aditya marah.
Energi spiritual Aditya meluap keluar, tubuhnya di selimuti oleh energi spiritual yang begitu pekat.
Sasongko mengerutkan keningnya. Ia menatap heran pria di depannya itu, kenapa tiba-tiba bisa marah sekali dengannya, di tambah kekuatan energi Spiritualnya juga sangat besar.
Sasongko yang menyadari kekuatan Aditya tidak bisa di pandang remeh, seketika ia berhenti menatap Aditya rendah, pria itu mengeluarkan senjata kujang dan mengeluarkan sosok khodam berbentuk harimau putih dengan ukuran besar.
"Injih Tuan!" jawabnya dengan lugas.
Sosok harimau putih meraung keras, ia langsung melesat ke arah Aditya. Namun, Aditya mengeluarkan gada Bima dan memukulnya.
Bang
Swuzz
Duaarr
Harimau tersebut terhempas puluhan meter hingga menabrak bangunan yang ada di sekitar sana hingga hancur.
Semua orang yang tadi menonton, mereka semua mulai ketakutan ketika mendengar suara ledakan tersebut dan berhamburan pergi dari sana.
Rebecca dan yang lainnya juga mulai panik, hanya Aliya dan Sekar saja yang tidak merasa takut sama sekali, mereka masih tetap ingin melihat pertarungan tersebut.
__ADS_1
"Sekar, Aliya! Apa yang kita lakukan, sebaiknya kita menjauh dari sini!" tegur Rebecca kepada keduanya.
Aliya dan Sekar tidak menggubris perkataan Rebecca, tapi Rebecca langsung menarik tangan mereka berdua agar pergi dari sana. Ia masih trauma ketika kejadian satu tahun lalu di China, saat Aditya menghancurkan satu kota di sana.
Glembo dan Sintia sudah berada di parkiran, menunggu Rebecca dan kedua saudarinya, tampak mereka berdua begitu ketakutan di sana.
Sementara itu Aditya melompat ke atas, ia mengayunkan gad Bima nya dengan sangat keras.
Khodam macan putih milik Sasongko membelalakkan mata, ketika melihat Aditya yang tidak mengampuninya sama sekali, ia merasakan dendam yang sangat kuat dari tatapan Aditya.
Energi spiritual ini? Apakah dia keturunan Angkara jaya?
Harimau putih bergumam dalam hati, ia tiba-tiba menghilang dari sana ketika gada Bima Aditya menghujam ke arahnya.
Duaarr
Tempat tersebut langsung hancur seketika, tapi Harimau putih sudah tidak ada di sana. Aditya menggertakkan giginya, karena ia tahu kalau Sasongko sudah melarikan diri.
"Brengsek, awas saja kau keluarga Iskandar!" geram Aditya sambil menghilangkan gada Bima nya.
Aditya memanggil kedua buta nya untuk menginterogasinya, karena ia butuh informasi dari mereka.
Buta Ireng mengangguk mengerti, mereka berdua langsung mencari informasi dari orang-orang tersebut.
Sementara Aditya menghampiri ketiga istrinya yang berada di parkiran, tampak mereka bersama Glembo dan Istrinya sedang berada di dekat mobilnya.
"Syukurlah kalian tidak apa-apa," ucapnya sambil menghela napas lega.
"Dit, sebenarnya tadi itu ada apa?" tanya Glembo penasaran, di ikuti anggukan Sintia dan Rebecca yang juga ikut penasaran.
"Tidak ada apa-apa, hanya ada mahluk yang tidak kalian lihat, lebih baik kita pulang saja," jawabnya santai sambil ke mobil.
Aliya dan Sekar dengan atuh mengikuti ke mobil, sementara Glembo, Rebecca dan Sintia saling menatap terlebih dahulu, baru mereka mengekori Aditya untuk pulang ke rumah.
Glembo dan Sintia yang masih ketakutan, mereka berdua berboncengan motor tidak langsung pulang ke rumah, melainkan pergi ke rumah Aditya terlebih dahulu.
__ADS_1