Java System

Java System
Perampok Receh?


__ADS_3

Aditya, Liya dan Remon terhantuk bagian Mobil, karena bawahan Remon tiba-tiba mengerem mendadak.


"Aww!" pekik mereka semua serempak.


"Ma... maaf Tuan!" bawahan Remon merasa bersalah karena membuat mereka semua kejedot bagian mobil.


"Kamu tidak apa-apa Aliya?" Aditya memerhatikan istrinya yang tadi juga ikut kejedot.


"Aku tidak apa-apa sayang, ada apa sebenarnya?" tanya Aliya bingung.


"Ada Mobil yang menghentikan kita Nona." Remon buka suara.


Remon yang notabenya murni pebisnis, dia jelas saja ketakutan saat melihat orang-orang yang menghadang mereka membawa senjata masing-masing.


Bawahan Remon yang lumayan mahir beladiri juga merasa takut, karena lawannya bukan cuma satu, dua orang saja.


Aditya menghela napas, dia membuka kaca jendela "Java, keluarlah!"


Java keluar dari Cincin Aditya, dia langsung ke arah orang-orang yang menghadang Mobil tuannya.


Aliya tersenyum melihat Java, dia juga mengalirkan energi sepiritualnya "Wolfin keluarlah!"


Sosok serigala putih muncul dengan ukuran sebesar Mobil, serigala putih juga menyerang orang-orang tersebut bersama Java.


Java dan Wolfin yang tidak terlihat oleh mata biasa, tentu saja dia bisa menghajar mereka semua tanpa terlihat.


Orang-orang tersebut berterbangan saat Java mengayunkan ekornya mereka semua berhamburan ke segala arah.


Serigala putih milik Aliya juga tidak mau kalah, dia mencakar dan mencabik mereka, sehingga orang-orang tersebut meraung kesakitan.


Pemimpin mereka yang notabenya memiliki energi spiritual, dia dapat melihat kehadiran Java dan Wolfin. Sayangnya karena dia hanya sendirian pemimpin kelompok tersebut malah melarikan diri dengan mobilnya, membiarkan anak buahnya terkapar di jalanan.


Duak


Brakk

__ADS_1


Java mengibaskan ekornya untuk menyingkirkan mobil-mobil yang menghalangi Mobil tuannya, setelah itu dia dan Wolfin kembali ke tuannya masing-masing.


Remon dan bawahannya melebarkan rahangnya, mereka terkejut dengan apa yang sebenarnya terjadi, karena mereka berdua hanya melihat orang-orang yang tiba-tiba berhamburan dan terluka karena cakaran.


"Kenapa kalian bengong? Ayo jalan!" tegur Aditya pada keduanya.


"Eh... i-iya Tuan!" bawahan Remon menginjak pedal gas dan melanjutkan perjalanan mereka.


Aditya di antar ke sebuah Hotel Bintang lima di kota Sihai, sebelum mengurus kerja sama perusahaannya. Remon memberikan kamar terbaik tentunya untuk pasangan suami istri tersebut.


"Tuan, Nona, semoga betah tinggal di sini, kalau ada apa-apa hubungi saya!" Remon pamit undur diri dengan sopan.


Aditya dan Aliya masuk ke dalam kamar mereka, Aliya membereskan barang bawaan mereka berdua dan memasukkan-nya ke dalam lemari.


"Sayang, kamu mandi dulu gih, aku mau membereskan barang-barang dulu."


Aditya mengangguk, dia pergi ke kamar Mandi untuk membersihkan dirinya sambil menunggu Aliya kelar membereskan barang-barang mereka berdua.


***


Sementara itu pemimpin kelompok yang menghadang Aditya dan Aliya, dia sedang melapor pada Bosnya.


Pria dengan tato Naga yang menghiasi tubuhnya mengerutkan keningnya, dia tidak percaya sama sekali kalau ada pengguna energi spiritual selain kelompoknya dan para Biksu di Tiongkok.


"Apa kamu berniat membohongiku Janing!" tiba-tiba sebuah tangan putih mencekik Janing dan mengangkatnya ke atas.


Janing berusaha melepaskan diri, tapi cengkraman tersebut sangatlah kuat, sehingga dia hanya bisa memukul-mukul yang itu sebisa mungkin.


Brak


Janing di lemparkan dari ketinggian dan jatuh menimpa kursi hingga hancur, dia merintih kesakitan saat tubuhnya tergeletak di tanah.


"Bos, aku serius." Janing mencoba untuk bernegosiasi dengan Bosnya itu.


"Persetan! Tidak ada kata gagal sebelumnya dari kelompok perampok kita, semuanya berhasil dan kamu berani melarikan diri sebelum berhasil mendapatkan hasil!" pria bertato Naga meraung marah.

__ADS_1


Janing yang masih terkapar di tanah karena rasanya kaki dia patah, dia hanya bisa terbaring terus di sana.


"Bos, mana mungkin saya berani membohongi anda!" Janing masih bersikeras untuk mendapatkan sebuah pengampunan.


Melihat kegigihan Janing. Ruan Su, selaku pemimpin perampok di kota Sihai, dia memanggil informannya.


"Cari kebenaran ucapan bajingan itu!" Ruan memberikan perintah pada bawahannya.


"Baik Tuan!" Informan Ruan langsung bergegas pergi dari sana.


Ruan Su membentuk kelompok perampok di kota Sihai. Target mereka semua orang yang baru datang dari Tanah lain dan ke tanah Tiongkok, mereka tidak merampok pribumi asli Tiongkok. Kelompok mereka hanya merampok mereka yang baru datang ke kota tersebut.


Aditya sebenarnya sudah di incar dari awal mereka turun dari bandara. Namun, kelompok Aditya tidak tahu kalau mereka sudah di tandai oleh Ruan Su dan kelompoknya.


Ruan Su melakukan perampokan bukan pada pribumi asli, karena dia tidak suka jika ada orang asing yang masuk ke kota Sihai yang notabenya sudah padat.


Ruan Su pikir, dengan dia melakukan hal tersebut dapat menghambat orang-orang luar masuk ke dalam tanah Tiongkok.


Ideologi Ruan Su sangat bertentangan dengan pemerintah tanah Tiongkok yang membebaskan semua orang untuk keluar masuk Tiongkok, oleh karena itulah Ruan Su sengaja membuat nama buruk di kota Sihai.


Namun, Ruan Su sepertinya sangat apes sekarang, karena dia bertemu dengan Aditya yang memiliki ilmu Kanuragan.


...***...


Sementara itu di tempat Aditya, dia yang sudah selesai mandi, begitu juga dengan Aliya, mereka berdua berniat turun ke bawah untuk mencari makan.


Aliya selalu merangkul tangan Aditya sepanjang perjalanan, dia begitu lengket pada suaminya, seolah tidak ingin terlepas darinya.


Kebetulan di seberang Hotel yang mereka tempati, terdapat sebuah restoran yang cukup terkenal. Remon mengajak mereka berdua untuk makan di sana.


Remon sudah menunggu di Loby, saat Aditya dan Aliya turun dari kamar mereka. Remon tanpa basa-basi langsung mengajak mereka berdua ke Restoran Cuan-Cuan, saat keduanya ke Restoran tersebut.


Karena jarak Restoran dan Hotel yang Aditya tempati hanya terhalang jalan Raya, mereka dengan cepat sampai di sana.


Pelayan menyambut Remon, Aditya dan Aliya dengan Ramah mereka berdua langsung duduk di tempat yang sudah di pesankan Remon.

__ADS_1


Awalnya Aditya biasa saja, dia tidak mengira akan melihat orang yang di kenalnya saat menyapu pandangannya ke seluruh tempat tersebut.


"Rebecca?!"


__ADS_2