
Aditya tidak peduli jika ada Aliya di sampingnya, dia menghampiri orang yang menurutnya Rebecca tersebut.
"Rebecca!" Aditya memegang bahu orang tersebut.
Wanita yang di anggap Aditya Rebecca menoleh. Aditya terkejut ternyata orang tersebut bukanlah Rebecca.
Karena Rebecca memang terlahir di kota Sihai, wajar saja jika ada orang yang hampir mirip dengannya di sana, entah itu hanya perawakan tubuh atau wajahnya.
"Ada apa ya Tuan?" orang tersebut berbicara dengan bahasa Tiongkok yang belum Aditya kuasai.
Aditya tertegun mau menjawab apa. Namun, Remon dengan sigap menghampiri Aditya dan meminta maaf pada orang itu dengan bahasa Tiongkok.
"Maaf Nona, Bos saya salah orang sepertinya." Remon membungkuk hormat pada wanita itu.
Remon berbisik pada Aditya "Tuan, kembali ke meja anda, di sini tidak mungkin ada orang yang anda kenal."
Remon yang tidak tahu tentang Rebecca, jelas saja dia mengira kalau Aditya sedang berhalusinasi.
__ADS_1
Aditya menghela napas, dia menuruti permintaan dari Remon kembali ke Mejanya. Aliya tidak bertanya sama sekali, meski jelas-jelas Aditya menyebutkan nama Rebecca meski lirih.
Aliya sadar, kalau Aditya pasti masih menyukai Rebecca dan dirinya di sana karena sebuah ikatan yang sebenarnya tidak Aditya inginkan.
Aditya makan dengan gambar, entah kenapa hari ini dia mengingat Rebecca, padahal kemarin-kemarin dia sudah bisa sedikit melupakan-nya.
Setelah mereka selesai makan, Remon mengajak pasangan suami istri tersebut untuk berjalan-jalan di kota Sihai.
Mereka mengunjungi tempat Wisata, pusat perbelanjaan dan semua yang menurut Remon layak untuk di tunjukkan pada pasangan suami istri tersebut.
"Iya, tempatnya juga sangat bagus." jawab Aditya setuju dengan ucapan Aliya.
Mereka berdua yang sedang bersantai di sebuah kafe bersama dengan Remon, keduanya terlihat sangat puas menikmati tempat tersebut.
Namun, mereka bertiga tidak tahu kalau dari tadi ada orang yang mengawasi gerak-gerik mereka.
Orang tersebut tidak lain suruhan Ruan Su, dia memang mengawasi Aditya dari awal mereka keluar dari Hotel.
__ADS_1
Informan Ruan Su bisa merasakan energi spiritual orang lain, oleh karena itulah dia di tugaskan mengawasi Aditya untuk memastikan perkataan Janing. Tapi sayangnya, karena energi spiritualnya berasal dari Java, jadi orang tersebut tidak bisa merasakan energi spiritual Aditya.
"Aku harus melaporkan pada Bos, orang ini tidak memiliki energi spiritual sedikitpun!" orang tersebut meninggalkan Aditya, dia sudah cukup mengawasi Aditya seharian.
Aditya, Remon dan Aliya kembali ke hotel, mereka sudah cukup menikmati indahnya kota Sihai. Hari juga sudah malam jadi mereka memutuskan untuk menyudahi bersenang-senangnya.
Mereka bertiga sampai di Hotel, Remon pamit ke kamarnya, Aditya dan Aliya juga kembali ke kamar mereka.
Mereka berdua membersihkan diri, sebelum akhirnya melakukan ritual suami istri setelahnya. Keduanya menikmati momen tersebut hingga larut malam, sampai keduanya merasa benar-benar puas.
Sementara itu di tempat Ruan Su, Janing sedang di hajar bawahan Ryan Su lainnya, karena dia di anggap memberikan laporan palsu setelah informannya menyelidiki tentang Aditya.
"Ampun Bos!" Janing berteriak minta ampun secara terus menerus ketika Bos mereka terus menghajar dirinya.
Ruan Su tidak peduli sama sekali dengan rengekan Janing, dia merasa geram karena merasa di bohongi bawahannya tersebut.
"Guan Wei! Siapkan orang-orangmu! Besok kita beri pelajaran pada orang asing itu!"
__ADS_1