Java System

Java System
Keris Naga Bunting


__ADS_3

Groaaarr


Auman khodam Macan kumbang Liam terasa begitu nyaring dan jelas terdengar oleh orang-orang yang ada di tempat tersebut.


Rebecca dan Ayahnya yang notabenya tidak memiliki Khodam saja mereka bisa mendengar auman Khodam milik Liam.


Anak buah Pramdani tentu saja langsung begidik ngeri, mereka menelan ludah masing-masing, karena Khodam Liam sangatlah besar dan mengintimidasi.


Pramdani juga terkejut karena Liam ternyata langsung mengeluarkan Khodamnya, padahal kalaupun mereka bertarung beladiri jelas akan kalah meski Liam hanya sendirian. Pramdani baru teringat kalau di belakangnya ada Aditya.


[ Tuan, keluarkan Keris Naga Bunting Anda, dan keluarkan Khodam keris tersebut! ] Java buka suara di benak Aditya.


Aditya mengangguk lirih, dia maju ke depan "Kalian semua mundur di belakangku!"


Pramdani menoleh ke belakang, melihat sorot mata Aditya yang tajam, dia langsung menyuruh anak buahnya mundur.


Liam waspada dengan Aditya yang melangkah maju kedepan sendirian, dia tidak tahu apa yang akan di lakukan Aditya seorang diri.


Aditya menengadahkan tangannya ke atas, tiba-tiba langit yang tadinya cerah berubah menjadi gelap, angin mulai berhembus kencang. Petir bersaut-sautan seolah akan terjadi badai yang sangat besar.


Semua orang yang ada di sana terkejut, mereka semua menatap Aditya dengan tidak percaya. Liam juga ikut terkejut dia tidak menyangka kalau Aditya sudah memiliki kekuatan sebesar itu.


Tralap


Sebuah petir mengenai tangan Aditya, bukannya meledak dan terbakar tangan Aditya, tapi dia terlihat menggenggam sebuah keris dengan gagang kepala Naga, dan selongsong berwarna emas.


Aditya menurunkan Keris tersebut, dia mengeluarkan keris dari selongsongnya, seketika petir menyambar semakin kencang saja.

__ADS_1


Duarr


"Aduhh!" Glembo yang sedang main Ponsel di kamar tersambar petir, sehingga Ponsel dan dirinya hangus terbakar.


Tubuh Glembo berasap, dan berubah menjadi gelap semuanya, sebelum akhirnya dia jatuh pingsan di kamarnya.


Sementara itu, siluet Naga dengan panjang dua puluh meter keluar dari keris tersebut, dia mengaum sangat keras sehingga Khodam Macan kumbang milik Liam nyalinya jadi Ciut.


Groaaarrr


Suara Auman Naga Bunting membuat para ahli beladiri yang ada di sana gemetar ketakutan, Liam yang biasanya tidak takut dia juga merasakan sedikit ketakutan.


Aditya menyeringai tipis "Kenapa kalian cuma diam?"


Aditya terlihat sedikit mengejek Liam dan anak buahnya yang terlihat sangat ketakutan, Aditya tidak menyadari kalau orang-orang di dekatnya juga mereka sama ketakutan seperti Liam dan bawahannya.


"Serang dia, Mambang!" khodam macan Kumbang dengan terpaksa menyerang, walaupun dia tahu kalau Kekuatan-nya tidak sebanding dengan Naga raksasa tersebut.


Duar


Swuzz


Benar saja, Mambang baru menerjang, dia langsung menghilang ketika semburan petir Naga Bunting langsung mengenainya. Liam langsung muntah kan seteguk Darah, ketika Mambang menghilang dari tempatnya.


Liam menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya "Brengsek! Kita mundur!"


Liam sadar kalau dia bukan lawan Aditya, karena itulah dia langsung menyuruh anak buahnya mundur dari sana.

__ADS_1


Pramdani mau mengejar Liam, tapi Aditya menahannya "biarkan saja, mereka pasti tidak akan berani menyerang ke sini lagi!"


"Tapi tuan...." Pramdani khawatir kalau dugaan Aditya salah, karena dia tahu bagaimana watak mereka yang ada di sepuluh Padepokan terkuat. Namun, dia hanya bisa menurut saja dengan Aditya.


Aditya memasukkan kerisnya kembali ke selongsongnya, seketika Naga Bunting juga menghilang, saat Aditya menghilangkan keris tersebut masuk kembali ke dalam penyimpanan Java, cuaca berangsur-angsur membaik kembali.


Roan benar-benar kagum dengan Aditya, dia yang sebenarnya ingin memiliki ilmu Kanuragan tapi tidak bisa mendapatkan-nya, tentu saja sangat bersemangat saat melihat Aditya yang begitu gagah mengusir musuh-musuhnya dengan mudah.


Roan menoleh ke arah anaknya, dia memegang kedua bahu Rebecca "Kamu harus mendapatkan-nya Rebecca! Dia calon menantu yang sempurna!" celetuknya tiba-tiba, sehingga membuat wajah Rebecca merah merona.


"Ih... Ayah apaan sih." terlihat Rebecca yang tersipu malu.


Roan yang melihat Anaknya malu-malu seperti itu, dia yakin kalau Rebecca benar-benar suka dengan Aditya.


Roan tersenyum "Ayah akan mendukung kamu seratus persen, terus Pepet jangan sampai lepas!"


Wajah Rebecca semakin merah merona, karena Ayahnya terus menggodanya. Ayah dan Anak tersebut sudah kepincut dengan sosok Aditya.


Selepas kepergian Liam dan bawahannya, Aditya menyuruh Pramdani untuk kembali berjaga di tempatnya masing-masing. Sementara dia kembali masuk ke dalam Rumah untuk melanjutkan kembali obrolannya dengan Ayah Rebecca.


Aditya yang belum mengeluarkan kekuatan sedikitpun, tentu saja dia tidak merasa lelah sama sekali, dia malah merasa senang karena miliki Khodam yang sangat kuat sekarang, jadi dia tidak perlu takut lagi kalau ada yang menyerangnya nanti.


"Dit, tadi itu apa?" tanya Rebecca setelah mereka mau duduk di sofa.


Tapi ketika Aditya mau menjawab, dia membelalakan matanya terkejut ketika melihat sosok hitam gempal menuruni tangga.


Jurigg!!...

__ADS_1


__ADS_2