Java System

Java System
Perang Jin


__ADS_3

Sultan tidak ragu lagi untuk menyerang wilayah Aditya pria tersebut langsung mengeluarkan Khodamnya yang berupa Harimau memiliki sayap.


Groaaarr


Kodam Sultan mengaum keras, ketika melihat barisan Kodam Aditya yang di pimpin Buta Ijo dan Ireng sedang bersiap didepan mereka semua.


Bawahan Sultan yang memiliki Kodam juga mengeluarkannya masing-masing. Perang antar Jin akan terjadi diperbatasan kota Bibes dan Vigal.


Sementara itu Pak Tua Iskandar dan Semaka hanya melihat dari kejauhan didalam mobil, mereka ingin melihat dulu bagaimana Sultan mengatasi para Kodam Aditya.


Di sisi lain Pak tua Semaka juga sedang menunggu keluarga dan bawahannya yang sedang menuju ketempat tersebut.


"Ijo, apa kamu sudah kirim salah satu dari kita untuk menghubungi tuan Aditya," ucap Ireng yang khawatir kalau mereka akan kalah, pasalnya jumlah musuh sangatlah banyak.


"Jangan khawatirkan masalah itu, anak buahku yang melapor ke rumah Aditya sudah memberitahu nyonya Aliya, katanya nanti akan ada bantuan," jawabnya yakin.


"Bagus, dengan begini kita bisa fokus bertahan terlebih dahulu!" ucap Ireng mantap.


Ijo mengangguk setuju, mau bagaimanapun mereka semua tidak bisa asal bertindak, apalagi musuh terlihat sangat kuat, sebelum tuan mereka datang lebih baik bertahan terlebih dahulu.


"Serang!" teriak Sultan lantang.


Groaarr


Harimau terbang langsung bergerak paling pertama, ia melesat dengan kecepatan penuh dengan di ikuti para Kodam bawahan Sultan.


Buta Ijo dan Ireng berinisiatif melawan Harimau terbang, mereka berdua mengubah bentuk menjadi besar dan mengeluarkan gada nya.


Bang


Kedebug


Harimau terbang terjatuh ketika tiba-tiba Ireng melompat sambil mengayunkan gada nya.


Ijo melompat dengan gada nya untuk menghantam Harimau terbang, tapi sesosok jin kerbau bertubuh manusia dengan ukuran raksasa menerjangnya.


Bang


Brugg


Ijo tersungkur bersama dengan Kerbau raksasa tersebut yang menerjangnya.

__ADS_1


"Bedebah!" Ijo sangat marah, ia mengayunkan gada nya ke tubuh Kerbau tersebut.


Bang


Bang


Kerbau meraung kesakitan, tapi ia tidak tinggal diam, mengangkat ijo dan membantingnya.


Duarr


Arghh


Ijo berteriak kesakitan ketika tubuhnya jatuh di tanah dengan sangat keras. Di sisi lain Ireng juga terkena serangan Harimau terbang, hingga ia terpaksa melompat mundur kebelakang.


Jin-Jin kecil juga sedang bertarung satu sama lain, bawahan Buta Ijo dan Ireng tampak kewalahan karena lawan mereka dua kali lipat lebih banyak.


"Kenapa kalian diam saja, bantu Kodam masing-masing!" raung Sultan kepada para bawahannya yang hanya diam.


Bawahan Sultan mengeluarkan keris yang bisa melukai Jin, mereka semua langsung menyerang Kodam Aditya serentak.


Swuzzz


Clap


Clap


Tiba-tiba ratusan anak panah bermunculan, sehingga membuat beberapa bawahan Sultan yang tidak waspada terkena serangan anak panah tersebut.


Sultan terkejut ketika bermunculan kodam-kodam lainnya dan beberapa orang dengan seragam khas padepokan.


Padepokan Kliwung, Harimau dan Padepokan Macan kumbang datang tepat waktu.


Murid-murid ketiga Padepokan tersebut langsung menyerang bawahan Sultan tanpa rasa takut sama sekali.


Groaar


Kodam macan kumbang dan Harimau menerjang Kodam milik Sultan, membantu Buta Ireng yang sedang melawannya.


Bang


Bang

__ADS_1


Kodam Sultan tentu saja kewalahan, ia terhempas puluhan meter kebelakang akibat serangan bersamaan dari ketiga Kodam tersebut.


Sementara Ijo dibantu oleh Kodam Darman, kerbau yang menghajar Ijo dihajar balik oleh keduanya.


Sultan terkejut dengan bantuan yang tiba-tiba datang dan menghancurkan dominasi anak buahnya. Ia menggertakkan giginya, memakai cincin Sasongko dan memanggil Kodam anaknya itu.


Keakk


Seekor Kodam burung Keak dengan ukuran besar muncul langsung membantu Harimau terbang.


Ireng dicengkeram kedua bahunya dan dibawa terbang keatas. Ireng mencoba berontak tapi ketika sudah tinggi sekali ia di jatuhkan begitu saja.


Duaarr


Ireng jatuh dengan sangat keras hingga tanah di sana bergetar hebat, buta tersebut tampak terdiam ditempatnya jatuh.


Kodam Harimau terbang tidak tinggal diam, ia menggunakan kesempatan tersebut untuk menyerang Kodam macan kumbang dengan menggigit lehernya.


Kodam macan kumbang meraung kesakitan, berusaha melepaskan gigitan musuhnya itu.


Kodam Harimau mau membantu, tapi Keak kembali dan menyerang Kodam Harimau.


"Hahahaha... kalian hanyalah sampah!" teriaknya sambil tertawa senang.


Liam pemilik Kodam macan kumbang memuntahkan seteguk darah, karena Khodamnya hampir menghilang akibat serangan Kodam milik Sultan.


Pak Tua Iskandar dan Semaka tiba-tiba begidik ngeri ketika merasakan energi spiritual yang sangat besar dengan cepat melesat kearah pertarungan.


Kedua pria sepuh tersebut langsung keluar dari mobil, mereka berdua tercengang ketika melihat Aditya yang menaiki Cakra dengan kecepatan penuh.


"Semaka bantu aku!" Pak Tua Iskandar langsung mengeluarkan raksasa hijaunya untuk menghadang Aditya.


"Baik!" Pak Tua Semaka juga mengeluarkan kodam Raksasa dengan tubuh berlumuran darah merah.


Aditya yang melihat ada dua Raksasa yang akan menghalanginya ia mengerutkan keningnya. "Java, keluarkan Banas Pati dan Bireng!" perintahnya lantang.


[Baik Tuan!]


Java langsung mengeluarkan Banas Pati dan Bireng untuk menghadapi kedua raksasa tersebut.


"Cakra, kamu fokus melaju ke pertarungan!" perintah Aditya kepada kodam yang dinaikinya itu.

__ADS_1


"Baik Tuan!" Cakra menghindari dua Kodam raksasa tersebut.


__ADS_2