Java System

Java System
Kota Sihai, Tiongkok


__ADS_3

Aditya merasa aneh dengan pasangan tersebut, tapi di pikir lagi ada bagusnya Sintia seperti itu, dengan begitu artinya dia menunjukan cintanya pada Glembo.


Mereka kemudian duduk bersama di ruang tamu, Aditya ingin membahas keberangkatan-nya ke Tiongkok.


"Besok aku dan Aliya akan pergi ke Tiongkok. Kalian berdua jaga rumah baik-baik dengan mertuaku."


Ucap Aditya langsung tanpa berbasa-basi terlebih dahulu seperti biasanya.


"Tiongkok? Kamu mau menyusul Rebecca Dit?" tanya Sintia penasaran.


Aditya menggelengkan kepalanya "tidak, ada sedikit bisnis yang harus aku urus di sana."


"Oh... Kirain mau menyusul Rebecca, ya sudah, hati-hati di sana."


Glembo buka suara "Dit, kamu mau ninggalin aku lagi?" ucapnya dengan nada sedih.


"Haish, kamu ini yah Ndut. Kamu sekarang sudah memiliki Sintia, cepatlah menikah dengannya, aku sudah berumah tangga harus mulai bekerja sekarang, Jika nanti kamu menikah dengan Sintia, aku akan membuatkan kamu sebuah tempat usaha untuk kalian berdua!"


Aditya tentu tidak akan melupakan Glembo, hanya saja dia yang sekarang harus fokus dengan rumah tangganya, karena itu dia juga ingin Glembo cepat-cepat menikah dengan Sintia.


"Sin, kamu mau menikah denganku?" dengan polosnya Glembo langsung bertanya pada Sintia.


Sontak saja Aditya dan Aliya terkejut, Aditya menepi jidat karena sahabatnya tersebut terlalu menurut dengan perkataannya.


Namun, Aditya dan Aliya di buat semakin terkejut, saat Sintia dengan malu-malu mengangguk mau.


"Aku mau." ucapnya dengan wajah tersipu malu.


"Hah....!" Aditya melebarkan rahangnya tidak percaya, begitu mudahnya Sintia menerima Glembo.


"Tuh Dit, dia mau, sekarang aku harus gimana?" wajah polos Glembo seolah menampar wajah Aditya dengan keras.


"Kak Glembo, nanti kita atur pernikahan Kakak dan Sintia setelah kami pulang dari Tiongkok gimana?" Aliya mencoba memberikan solusi.


Glembo menunggu Aditya bicara, meskipun Aliya telah menjawab pertanyaannya, karena dia hanya ingin mendengar perkataan Aditya.


Aditya menghela napas "Kalian tunggu kami berdua pulang dari Tiongkok, selagi menunggu kami, kalian berdua meminta restu pada kedua orang tua kalian terlebih dahulu, kamu pasti tahu kan Sin harus mengurus apa saja? Masalah Resepsi pernikahan kalian, biar aku yang nanti atur semuanya bagaimana?"


Sintia mengangguk "baik Mas Adit, nanti aku dan Mas Glen bakal atur semuanya, biar nanti Mas Adit tinggal nyiapin resepsi untuk kami."

__ADS_1


Meskipun berbicara dengan lancar di hadapan Aditya, sebenarnya Sintia merasa gugup, karena perasaannya sekarang sedang campur aduk karena ada pria yang mau meminangnya.


Aditya setuju dengan semua ke inginan Sintia, dia juga akan memberikan Resepsi terbaik untuk sahabatnya tersebut.


...***...


Ke esokan Harinya, Aditya, Aliya dan Remon, di antar Pak Tomo ke Bandara yang ada di kota Bibes, karena mereka bertiga akan ke Tiongkok untuk mengurus kerja sama tersebut.


Kedua Mertuanya dan Glembo mengantar mereka sampai masuk Mobil. Sementara Sintia tidak ada di sana, karena dia memang tidak menginap di rumah Aditya.


"Kalian berdua hati-hatilah di sana, dan kamu Remon, layani kedua anak saya dengan baik!" perintah Liam pada bawahannya tersebut.


"Tentu saja Tuan, saya akan menjaga mereka berdua dengan baik!" jawab Remon tegas.


"Ayah, Ibu kami pamit pergi!" Aditya menyalami keduanya.


Liam dan Sutri tersenyum, mereka berdua menitipkan anaknya pada Aditya, dan memberikan sedikit wejangan untuk menantunya tersebut.


Aditya menghampiri Glembo "jaga baik-baik Sintia, kalian akan menikah nantinya, jangan buat dia kabur!"


Aditya menepuk-nepuk bahu sahabatnya tersebut dengan mantap, dia merasa kasihan sebenarnya dengan Glembo, karena sekarang pria gendut tersebut jarang bermain dengannya lagi.


Seketika semua orang yang ada di sana menatap Glembo dengan terkejut, pasalnya dia seperti mendoakan Aditya telah tiada.


"Sialan! Di saat seperti ini masih juga kamu bercanda gendut!" Aditya memukul perut Glembo dengan pelan.


"Hehehe... Salah yah Dit? Ya maaf." Glembo menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya sudah, aku pergi dulu!" Aditya, Aliya dan Remon masuk ke dalam Mobil, mereka langsung menuju Bandara.


Kedua mertua Aditya dan Glembo melambaikan tangan mengantar kepergian Aditya dan Aliya.


...***...


Aditya, Aliya dan Remon sudah ada di dalam pesawat. Terlihat Aditya yang sangat tegang, karena baru pertama kali ini dia naik pesawat terbang.


"Kamu kenapa sayang?" melihat Aditya yang tegang, Aliya bertanya dengan lembut.


"A-Aku tidak apa-apa." meski berkata tidak apa-apa, tapi wajah Aditya menunjukan Ekspresi yang lain.

__ADS_1


Aliya yang tahu kalau Aditya sedang tegang, dia menggenggam tangan Aditya dan menyenderkan kepalanya di bahu Aditya.


"Anggap saja kamu sedang naik Khodam kamu sayang."


Aditya menoleh ke arah istrinya, dia mengernyitkan dahi, saat Aliya berkata seperti itu, karena dirinya tidak pernah menaiki khodam sama sekali dan baru tahu kalau Khodam bisa di naiki.


"Kamu pernah naik Khodam?" tanya Aditya yang mulai rileks akibat pertanyaan Aliya.


"Pernah, Khodamku serigala putih, aku selalu pergi dengannya tiap malam, jika sedang bosan di rumah." jawab Aliya dengan santainya.


Jelas saja Aditya terkejut, dia tidak tahu kalau istrinya memiliki ilmu Kanuragan juga, yang dia tahu hanya pria saja yang bisa ilmu Kanuragan.


"Kamu bisa beladiri juga?" cecar Aditya memberikan pertanyaan pada Aliya.


Aliya mendongakkan kepala menatap suaminya dan mengangguk dengan mantap, dia tidak bermaksud menyembunyikan apapun dari Aditya.


Ketegangan Aditya mulai menghilang saat dia berbicara dengan istrinya, mereka berdua berbagi cerita tentang ilmu Kanuragan. Aditya sekarang tahu kalau istrinya ternyata memiliki kemampuan spesial yang tidak di miliki orang lain.


Pesawat terbang lepas landas meninggalkan kota Bibes menuju Tiongkok. Dalam perjalanan Aditya dan Aliya tidak henti-hentinya terkagum-kagum dengan benda besar tersebut yang bisa terbang tinggi di udara.


...***...


Beberapa jam kemudian mereka sampai di bandara Sihai, Tiongkok. suasana baru yang mereka lihat membuat keduanya merasa sedikit aneh, tapi ada sorot kesenangan di mata mereka berdua.


"Tuan, Nyonya kita akan langsung ke Hotel!" Remon yang sudah menghubungi orangnya yang ada di Tiongkok, dia sudah menyiapkan Mobil untuk mereka semua.


Aditya dan Aliya hanya mengangguk patuh, karena ini baru pertama kali untuk mereka berdua, jadi mereka hanya mengikuti Remon saja.


Jalanan kota Sihai begitu Ramai, lebih Ramai dari kota Bibes yang notabenya kota kecil di tanah Java.


Kota Sihai merupakan ibukota Tiongkok, jadi wajar saja kalau kota tersebut sangatlah ramai.


"Bos ada yang aneh dengan jalanan ini?" bawahan Remon buka suara.


"Ada apa memangnya?" tanya Remon langsung.


"Biasanya di sini juga sangat ramai kendaraan yang berlalu lalang, tapi kali ini sangat sepi!"


Baru saja bawahan Remon mengatakan hal tersebut, tiba-tiba beberapa Mobil menghadang Mobil yang di naiki mereka.

__ADS_1


__ADS_2