
Mereka bertiga akhirnya sampai di rumah Aditya saat hari sudah sore. Orang yang mengantar Glembo di berikan uang Aditya sebagai tanda terimakasih dan dia pun langsung pulang.
Rebecca dan Aliya yang mendengar suara motor, mereka berdua langsung ke luar dari rumah, walau jalan mereka masih sedikit kesusahan. Ketika melihat gadis cantik yang di bawa Aditya, kedua istri Aditya mengerutkan keningnya.
"Dit, aku pulang dulu yah!" Glembo langsung naik motornya dan pergi, ia tidak mau ikut kena marah kedua istri Aditya.
Aditya tahu kalau Glembo pasti menghindari kemungkinan terburuk, ia hanya bisa menghela napas berat.
"Jangan marah dulu, aku akan jelaskan didalam, ayo masuk!" ajak Aditya lembut.
Sekara mengekori Aditya sambil tersenyum ke arah Rebecca dan Aliya, mengingat mereka sebelumnya sudah pernah berkomunikasi satu sama lain, ketika Sekar masih menjadi Java.
Kedua istri Aditya tentu saja bingung, kenapa gadis tersebut tampak biasa saja, dan mereka juga merasakan tidak asing dengan gadis tersebut.
"Jadi yang selama ini kamu cari itu ini?!" tanya Rebecca ketus.
"Kamu benar," jawab Aditya santai.
Rebecca terkejut. "Dit, apa kamu berdua tidak cukup untuk kamu? Ya kami tahu kalau kita berdua tidak memuaskan kamu, tapi setidaknya beritahu kami dulu, kalau kamu mau cari wanita lain!" dengus Rebecca ketus.
"Sudah marahnya? Kamu juga gak mau marah sama aku, Aliya?" tanya Aditya kepada kedua istrinya.
Aliya tersenyum. "Dari awal aku sudah menerima kamu apa adanya," jawabnya enteng.
__ADS_1
Aditya menghela napas. "Namanya Sekar Ayu, dia ular putih yang dulu menyelamatkan kalian berdua," ucap Aditya langsung.
Sontak saja Rebecca dan Aliya terkejut, Rebecca yang tadi marah saja, ia langsung menatap Sekar dengan seksama, dari atas sampai bawah. Namun, ia tidak melihat tanda-tanda kalau Sekar merupakan siluman ular putih.
Aditya tahu kalau kedua istrinya tidak percaya, ia kemudian menjelaskan semuanya secara rinci. Karena pria itu juga sudah menceritakan semuanya kepada mereka berdua, masalah kekuatan dan kekayaannya.
Rebecca dan Aliya mulai paham maksud suaminya itu, mereka langsung duduk di kir dan kanan Sekar.
"Kenapa kamu tidak bilang dari awal, kalau kamu itu Java?" tanya Aliya lembut.
"Iya, aku tidak menyangka kalau kamu seorang wanita, mana lebih cantik dari kami," timpal Rebecca menggoda Sekar.
Sekar tersenyum simpul, ia kemudian menjelaskan semuanya, kenapa dari tadi hanya diam saja dan tidak bilang lebih langsung, itu untuk melihat ekspresi mereka ketika suaminya akan memiliki istri lagi.
"Aku mau mandi dulu, kalian juga ajak Sekar memakai pakaian orang jaman sekarang, setelah itu kita makan malam bersama di luar!" perintah Aditya sambil beranjak dari duduknya.
"Baik sayang!" Rebecca kembali bersemangat lagi, padahal beberapa menit barusan, ia tampak murung, tapi saat tahu kalau Sekar itu Java, wanita itu seolah bisa menerimanya langsung.
...***...
Aditya sudah menunggu ketiga wanitanya di dalam mobil, setelah selesai mandi dan berganti pakaian.
"Lama sekali mereka, dasar women!" gumam Aditya menggerutu.
__ADS_1
Aditya membuka ponselnya, ia membalas Chat dari Glembo yang mengiranya sedang di marahi kedua istrinya.
Aditya tampak senyum-senyum sendiri melihat Chat dari sahabatnya itu, ia sengaja membalas kalau dirinya diusir dari rumah dan sedang di pangkalan Bakso pinggir jalan. Ia menyuruh Glembo datang ke sana juga.
Glembo yang merupakan sahabat sejati Aditya, ia dengan mantap akan datang untuk menemani Aditya, padahal ia berniat mengolok-oloknya. Namun, Aditya sudah tahu akan hal itu, sehingga seringai jahat muncul di sudut bibirnya.
"Chat dengan wanita mana lagi itu? Sampai senyum-senyum sendiri!" tegur Rebecca yang tiba-tiba sudah ada di dalam mobil.
"Astaga, kamu bikin aku kaget saja!" Aditya mengusap dadanya sambil menghela napas. "Glembo, dia mau ikut dengan kita," ucapnya sambil menunjukkan bukti chatnya.
"Ouh, kirain wanita lain lagi," ungkap Rebecca.
"Baiklah kita ber...." suara Aditya tercekat ketika melihat spion di dalam mobil yang menunjukkan kecantikan Sekar, saat mengenakan pakaian modern.
Reflek Aditya menoleh ke belakang, benar saja gadis itu tampak begitu cantik. Aliya dan Rebecca juga tampaknya mendandani wanita itu dengan begitu baik.
"Aku tahu dia cantik, tapi kedua istrimu yang lain juga tidak kalah cantik kok, Aditya Nugroho!" tegur Rebecca dengan suara dingin.
Seketika Aditya langsung menelan ludah, ia menoleh ke Rebecca yang tampak tersenyum penuh arti kepadanya.
Aditya tersenyum getir. "Ya sudah kita berangkat," ucapnya mengalihkan pembicaraan tersebut.
Aliya dan Sekar terkikik geli. Rebecca memang yang paling di takuti Aditya, tapi bukan takut karena apa. Aditya hanya tidak ingin menyakiti wanita yang telah menuntunnya hingga ia seperti sekarang ini, yang dulunya tidak tahu apa-apa tentang dunia luar.
__ADS_1