Java System

Java System
Diskusi dengan Istri


__ADS_3

Aditya merasa beruntung memiliki ketiga Istri yang begitu pengertian dan mau menerima apa adanya, apalagi Rebecca yang sejak awal menjadi pembimbing untuk dirinya.


Sebenarnya pembangunan jor-joran yang dilakukan Aditya di kota Bibes membuat para pebisnis bingung, mereka semua merasa heran, kenapa tiba-tiba sosok kuat seperti Aditya muncul di tanah Java, padahal dari dulu tanah Java yang terkenal cuma keluarga Iskandar dan Semaka saja.


Jelas kehadiran Aditya membuat riak tersendiri di tanah Java, bahkan para pebisnis pengikut keluarga Iskandar dan Semaka yang berada di tanah Java mulai cemas. Karena ini pertama kalinya dalam beberapa abad muncul orang kuat lainnya di tanah Java selain dua keluarga tersebut.


...***...


Aditya yang sedang berkumpul dengan ketiga Istrinya di ruang keluarga, mereka dikagetkan dengan kedatangan Glembo dan Sinta yang tiba-tiba masuk ke dalam rumahnya.


"Halo, semuanya!" sapa Glembo lantang.


"Astaga, bikin kaget saja kau, Ndut!" bentak Aditya sambil mengelus dadanya, begitu juga dengan ketiga istrinya.


"Hehehe... maaf-maaf, kami nyelonong masuk saja," ucapnya sambil duduk di sofa bersama Sintia.


"Tumben pagi-pagi kemari ada apa, Sin?" tanya Rebecca kepada sahabatnya itu.


Rebecca tersenyum penuh arti, ia kemudian buka suara. "Begini Re, semalam kami mengambil keputusan berdua, kalau kami tidak mungkin meminta bantuan suami kamu terus untuk makan sehari-hari, karena itulah kami bermaksud meminta pada Aditya agar memberikan kami modal untuk membuat toko kue kecil-kecilan juga gak apa-apa, agar kami bisa memulai usaha sendiri, tentu saja jika kami sudah sukses nanti akan kami ganti uang modalnya."


"Iya Dit, aku sadar tidak seharusnya ketergantungan dengan kamu terus, agar kelak anak-anak kami juga bisa membanggakan orang tuanya," timpal Glembo.


Aditya dan Istrinya saling menatap, tentu saja mereka heran karena keduanya tiba-tiba memilih pemikiran seperti itu. Namun, Aditya cukup senang, karena sahabatnya itu akhirnya mau memikirkan masa depan juga.


Rebecca dan kedua Istrinya mengangguk sambil tersenyum, mereka juga senang karena Glembo dan Istrinya mau buka usaha sendiri.


Aditya tersenyum simpul. "Tumben otakmu jalan Ndut, tapi aku juga senang kamu mau berpikir kedepan, nanti aku buatkan kalian toko kue berserta isinya untuk modal kalian! karyawan nanti selama tiga bulan aku yang bayar, kalian fokus saja mencari pelanggan agar selama tiga bulan itu kalian sudah bisa mendapatkan hasil," ucapnya yakin.


"Benarkah Dit? Terimakasih banyak, kamu memang bes prend!" ujarnya bersemangat sambil menatap istrinya dengan senyum lebar.


"Terimakasih banyak Dit, sudah mau mengerti kami," timpal Sintia.


"Tidak perlu sungkan, kalian sudah kami anggap seperti keluarga, nanti aku beritahu kalian dimana lokasi yang pas untuk membuat toko kue tersebut, karena kebetulan juga aku akan membangun obyek wisata juga," jawabnya mantap.


Glembo tampak sangat senang, ia langsung memeluk istrinya dengan sangat erat, sehingga membuat Sintia sedikit melenguh.


Aditya yang melihat itu ia menggeleng-gelengkan kepalanya, mengingat pasangan tersebut sangat suka sekali menebar birahi dimana pun.

__ADS_1


"Pulang kalau mau bermesraan, jangan di sini!" tegur Rebecca kesal.


"Hehehe... kami tidak akan melakukannya di sini kok," ucap Sintia sambil terkekeh.


Rebecca menghela napas, mereka kembali ngobrol-ngobrol masalah wisata, mengingat Glembo dan Sintia juga penasaran tentang wisata tersebut.


Sementara Aditya pamit kepada mereka, beralasan akan menelpon bawahannya, padahal ia hanya mau berkonsultasi dengan Sistem saja.


Aditya masuk kedalam kamarnya. "Java, apa kamu merasakan ada tanda-tanda keluarga Iskandar akan menyerang?" tanyanya langsung.


[Belum ada tuan, aku rasa mereka sedang melakukan rencana besar, karena tidak mungkin mereka setenang ini setelah kematian pewaris mereka selanjutnya!]


"Kamu benar juga, seharusnya mereka sudah menyerang, tana mengabaikan ku sama sekali, atau mereka tidak tahu kalau aku yang membunuh keluarga mereka?" tanyanya memastikan.


[Mereka seharusnya tahu tuan, mengingat selama ini tidak ada yang berani melawan mereka kecuali anda, apa lagi anda sudah menyuruh Cakra untuk memberikan mereka peringatan.]


Aditya menghela napas berat, ia merebahkan tubuhnya di ranjang sambil menatap langit-langit kamarnya. "Masalah ini harus cepat selesai, lebih baik aku cepat mengumpulkan senjata tuan Angkara jaya, agar bisa mengalahkan mereka dengan mudah!"


[ Baguslah kalau anda sadar, lebih baik anda cepat pergi ke hutan Jati, selagi mereka belum bergerak.]


"Aku mengerti, Cek statusku Java!"


[ Baik Tuan! ]


[ Status ]


Koin Emas : 999.991.000.000keping


Nama : Aditya Nugroho


Umur : 21 tahun


Tinggi : 180 cm.


Masa Otot : 100


Kelincahan : 100

__ADS_1


Vitalitas :100


Kemampuan kusus :


Meringankan Tubuh.


Beladiri


Tembus Pandang


Pancasona


Brajamusti


Tubuh:


Gatotkaca


Dewa Brahma


Rahwana


Senjata:


Panah Arjuna


Gada Bima


Keris Naga Pati


Khodam:


Jin gunung Kumbang


Aditya mengecek statusnya untuk mengecek jumlah koin emasnya, ternyata ia sudah menggunakan sembilan juta keping koin emas, untuk membangun perusahaan dan wilayah kota Bibes.


"Banyak juga pengeluaran ku bulan ini, aku harap koin emas ini cukup untuk aku menguasai tanah Java ini, agar tidak ada diskriminasi lagi di sini!" ujar Aditya dengan sorot mata yang tajam.

__ADS_1


__ADS_2