Java System

Java System
Dua Pasangan Bucin?


__ADS_3

Gumira yang melihat Liam emosi padanya, dia tahu kalau Liam sebenarnya malu karena telah di taklukan pemula pemegang Cincin Angkara jaya.


"Tenanglah Liam, kedatanganku kemari ingin mendapatkan saran dari kalian, aku ingin tahu bagaimana kekuatan pemilik Cincin itu, karena kalian saja yang memiliki para ahli beladiri tingkat guru menyerah padanya." Gumira langsung bicara pada intinya.


"Cih! Sempat-sempatnya kamu bertanya pada kami Gumira, kenapa kamu tidak lihat sendiri saja bagaimana kekuatannya!" ucap Liam ketus.


Gumira menghela napas "kita ini sudah sama-sama berpengalaman Liam, meskipun aku bergabung dengan Padepokan Naga hitam, apa mungkin kami bisa mendapatkan keuntungan? Aku yakin Aji Darma tidak akan melakukan hal tersebut, dia pasti ingin menguasai semuanya sendiri."


Rayana tersenyum mendengar perkataan Gumira, ternyata masih ada orang yang tidak memandang remeh musuhnya dan memikirkan hal baik untuk kelangsungan padepokan mereka.


"Kamu memiliki pemikiran yang cerdas Gumira, aku juga berpikir Aji darma tidak mungkin memberikan kita ke untungan begitu saja." ucap Rayana tiba-tiba.


"Suatu kehormatan bisa di puji senior." Gumira menunjukkan rasa hormat pada Rayana.


Liam tidak tahu harus berbuat apa, gurunya saja sampai memuji Gumira, mau tidak mau, dia juga harus bersikap sopan padanya.


"Lebih baik kamu bergabung dengan kami Gumira, Tuan Aditya bukanlah pemilik Cincin yang biasa, dia sudah mampu mengendalikan dua Khodam tingkat tinggi sekaligus, jika aku benar, satu atau dua tahun lagi, dia akan menjadi sosok yang sangat menakutkan di tanah Jawa ini." ucap Liam yakin.


Gumira menoleh ke arah Rayana untuk memastikan kebenaran dari perkataan Liam. Rayana mengangguk pada Gumira, menandakan kalau ucapan Liam semuanya benar.


Gumira tersenyum "terima kasih atas kebaikan kalian yang mau menjawab pertanyaanku, Aku Gumira akan mengikuti nasehat kalian dan akan bergabung bersama dengan kalian."


"Maha guru!" Ronggo terlihat tidak senang dengan keputusan gurunya tersebut.


Gumira mengangkat tangannya pada Ronggo, menyuruhnya untuk diam, agar tidak ikut campur dengan urusannya.


Ronggo hanya bisa menghela napas berat, dia tidak bisa berbuat apa-apa jika pemimpin Padepokan-nya sudah mengambil keputusan.


Gumira sudah memutuskan untuk mengikuti jejak Padepokan macan kumbang, artinya Padepokan Ayam jantan secara tidak langsung sudah menganggap Aditya menjadi tuan mereka.


Rayana menyambut baik keputusan Gumira, sementara Liam, meskipun dia tidak senang tapi setidaknya ada teman seperjuangan yang berani menentang Padepokan Naga Hitam.


...***...

__ADS_1


Sementara itu di rumah Aditya, Glembo yang sedang bermesraan dengan Sintia, di kejutkan dengan kehadiran Aditya dan Rebecca.


"Katanya amit-amit suka sama Mas Glembo." goda Rebecca pada sahabatnya itu yang sedang nonton film berdua bersama dengan Glembo.


Sontak saja Sintia terkejut, dia langsung menjauh dari Glembo "Eh... kalian sudah pulang?" tanya Sintia yang salah tingkah.


Rebecca terkikik geli melihat tingkah sahabatnya tersebut, padahal sudah jelas-jelas ketahuan tapi masih saja sok tidak mengaku.


Sedangkan Aditya menatap Glembo dan Sintia dengan aneh, dia bolak-balik menatap keduanya dengan seksama, pasangan yang sungguh di luar perkiraan orang lain.


"Kamu serius suka dengan Glembo?" tanya Aditya pada Sintia tanpa basa-basi.


Sintia menundukkan kepala, dia mengangguk lirih tanpa buka suara sama sekali, Sintia takut kalau Aditya akan marah padanya. Namun, dugaan dia salah, Aditya terlihat menghela napas lega dan menghampiri sahabatnya tersebut.


"Selamat yah Ndut! Dengan begini aku tidak perlu mencemaskan masa depanmu lagi! Jaga baik-baik wanita yang mau menerima kamu apa adanya seperti ini." Aditya memberikan sebuah wejangan pada sahabatnya tersebut.


"Hehehe... Iya Dit, aku pasti akan menjaganya, tapi kalau aku gak punya uang, kamu kasih aku yah." celetuk Glembo jujur, sehingga tawa di ruangan tersebut pun pecah karena ucapan Glembo yang terlampau sangat jujur.


Aditya dan Rebecca meninggalkan Glembo di ruang keluarga, mereka berdua tidak ingin mengganggu kedekatan Glembo dengan Sintia. Keduanya lebih memilih tempat lain di rumah tersebut untuk berduaan.


Rebecca langsung menutup kamar dan menguncinya, Aditya tertegun melihat Rebecca yang sedang menutup kunci.


Wanita dengan tubuh langsing tersebut tanpa ragu merangkul leher Aditya "Dit, aku sekarang milikmu sepenuhnya." ucapnya dengan manja.


Aditya masih berdiam, dia hanya menatap wajah cantik dan mulus wanita yang sedang ada di hadapannya tersebut. Ini pertama kalinya bagi Aditya jadi wajar kalau Aditya masih bingung ingin melakukan apa.


"Kamu yakin Rebecca?" celetuk Aditya tiba-tiba yang sudah merangkul pinggang Rebecca.


Rebecca mengangguk "lagi pula kamu sudah melihat tubuhku, waktu kamu memainkan ponselku." jawabnya dengan suara sangat mesra.


Aditya teringat saat dia melihat sosok polos di sebuah Video yang ada dalam Ponsel Rebecca, sosok yang sedang bermain dengan terong mainan, sosok yang sama sekarang ada di hadapannya.


Pikiran Liar Aditya langsung merangsek masuk, naluri kejantanan-nya meronta seolah ingin segera melakukan tugasnya.

__ADS_1


Klap


Aditya tanpa ragu menangkap gunung kembar Rebecca yang ukurannya pas di telapak tangannya.


Rebecca menggigit bibir bawahnya, dia tidak menolak sama sekali dengan sentuhan Aditya, dirinya sudah pasrah dengan apa yang akan di lakukan Aditya padanya.


Aditya semakin bersemangat, dia memainkan gunung kembar Rebecca yang masih terbungkus oleh pakaiannya.


Rebecca menarik Aditya dan langsung mematut bibir Aditya, sontak saja Aditya terkejut, dia yang belum pernah melakukan adegan seperti itu, dia sangat kaku.


Ketika lidah Rebecca mulai menerobos masuk ke dalam bibirnya, Aditya semakin di buat terkejut, tapi dia tetap mengikuti permainan Rebecca yang terlihat sudah mahir tersebut.


Hawa panas di kamar tersebut melonjak sangat drastis, sehingga mereka berdua mulai mengeluarkan peluh.


Aditya mengarahkan tangannya ke tempat sensitif milik Rebecca, dia kesusahan ketika ingin memasukkan tangannya ke dalam sana.


Saat dia sudah berhasil memasukkan tangannya dan mencoba meraih sesuatu di sana.


"Dit! Adit! Buka pintunya!" suara Vivi membuyarkan hasrat mereka berdua dengan seketika.


Rebecca terlihat cemberut, padahal sebentar lagi mereka hampir terlarut dalam indahnya surga dunia. Namun Vivi mengganggunya.


Aditya menatap Rebecca dengan tersenyum getir "lain kali saja Rebecca, maaf!"


Aditya yang sebenarnya sudah sangat tegang, dia memaksakan diri untuk mengakhiri hal tersebut, kecewa? Tentu saja, siapa yang tidak kecewa jika sedang meraih nikmat tiba-tiba ada yang mengganggu.


Aditya terlihat kesal, tapi dia juga sadar kalau sampai melakukan-nya dengan Rebecca, dia tidak bisa meninggalkannya begitu saja.


Aditya membuka pintu dengan raut wajah malas "Ada apa Vivi!" ucapnya ketus saat membuka pintu.


"Dit, kenapa kamu tidak ajak aku jalan juga, padahal aku sudah menuruti perintahmu." Vivi merajuk manja pada Aditya.


Aditya melihat gaya pakaian Vivi, meski masih cenderung menggunakan pakaian ketat, tapi setidaknya dia sudah mau memakai celana panjang, dan Kaosnya pun tidak memperlihatkan belahan dadanya.

__ADS_1


"Dit..." Rebecca merangkul Aditya dari belakang, dia sengaja ingin menggoda Vivi, di tambah kancing celananya yang di buka Aditya sengaja tidak dia tutup lagi.


Sontak saja Vivi terkejut, pikirannya langsung traveling jauh kemana-mana, mau bagaimanapun, Vivi lebih berpengalaman dari Aditya, jadi dia curiga mereka berdua telah melakukan perbuatan yang paling tidak ingin di lihatnya.


__ADS_2