Java System

Java System
Kemesraan


__ADS_3

Aditya membawa Rebecca ke taman kota, entah kenapa hari ini dia ingin berduaan dengan Rebecca.


"Nah, di sini kayaknya gak bakal ada yang akan menegur kita." ucap Aditya yakin.


Rebecca hanya menganggukkan kepalanya, dia masih malu-malu, ketika mengingat ucapan Aditya di depan warung kopi pinggir jalan.


"Wajahmu merah sekali Rebecca? Kamu sakit?" Aditya terlihat khawatir dengan Rebecca yang wajahnya merah merona.


Jelas saja Rebecca semakin salah tingkah "eh... anu Dit, aku tidak apa-apa." jawab Rebecca dengan nada gugup.


"Duduklah dulu!" Aditya menarik tangan Rebecca agar duduk di sampingnya.


Rebecca hanya bisa pasrah mengikuti instruksi Aditya, dia yang sekarang benar-benar sudah terhipnotis oleh Aditya.


Rebecca tidak berani menatap Aditya seperti sebelumnya, dia menundukkan kepala karena masih sedikit malu dengan Aditya.


Aditya yang melihat Rebecca seperti itu, dia merasa sedikit aneh dengan tingkahnya yang tiba-tiba berubah.


"Kamu yakin tidak apa-apa Rebecca?" tanya Aditya memastikan.


Rebecca menoleh ke arah Aditya dan mengangguk mantap, ketika tatapannya bertemu dengan tatapan Aditya, ada sedikit desir halus dalam darah Rebecca.


Jantungnya berpacu dengan cepat, perasaannya terasa sangat aneh ketika Netra pria di depannya tersebut menatapnya dengan tajam.


Rebecca menggigit bibir bawahnya yang mungil itu, sehingga dia terlihat semakin menggemaskan. Tindakan Rebecca memicu perasaan Aditya yang mulai menggebu-gebu saat menatapnya.


Aditya memegang kedua tangan Rebecca, sehingga membuat perasaan Rebecca semakin tidak karuan saja.


Mereka saling menatap hingga beberapa saat, seolah terhipnotis satu sama lain di tempat tersebut. Mereka baru tersadar ketika ada orang yang tiba-tiba berjongkok di hadapan Rebecca.


"Sayang, maukah kamu menikah denganku?" ucap orang tersebut sambil menyodorkan bunga matahari pada Rebecca.


Sontak saja Aditya dan Rebecca yang sedang terbuai dalam indahnya bayangan cinta langsung terkejut dan menoleh secara bersamaan.


"Astaga!" Aditya beringsut karena terkejut. Begitu juga Rebecca yang ikut terkejut sama seperti Aditya.


Ternyata yang menyatakan ingin menikah dengan Rebecca adalah orang gila sekitar daerah tersebut yang sering ganggu wanita-wanita yang ada di taman tersebut.

__ADS_1


"Sayang, terimalah cintaku yang tulus dan penuh dengan kepastian." tentu saja Rebecca ketakutan, dia langsung berdiri dan sembunyi di belakang Aditya.


"Hei! Kamu berani merebut wanitaku Heh!" orang gila tersebut memasang kuda-kuda bertinju.


Aditya menghela napas, dia berdiri dan menarik Rebecca untuk pergi dari tempat tersebut. Namun, orang gila itu terus mengejar Aditya, sehingga Aditya mulai kesal padanya.


Aditya berhenti melangkah, dia membalik badannya dan memukul tengkuk orang gila tersebut "maaf!"


Seketika orang gila tersebut langsung jatuh pingsan di tanah, Aditya membopongnya dan menaruh di kursi taman sebelum akhirnya meninggalkan orang gila tersebut.


Rebecca tersenyum "terima kasih Dit."


Aditya menghela napas "pengen berduan sama kamu saja rasanya susah banget." ucap Aditya tidak berdaya.


Rebecca merangkul lengan Aditya, kemudian dia berbisik pada Aditya "kenapa tidak di kamar kamu saja, di sana kita bebas melakukan apapun." ucap Rebecca genit.


Aditya terkesiap, dia tahu apa yang Rebecca pikirkan, jika dia Aditya yang dulu mungkin akan menolaknya, Rebecca salah besar jika menggoda Aditya seperti itu.


"Ide bagus! Ayo kita pulang!" Aditya menarik Rebecca langsung. Sontak saja Rebecca terkejut, ternyata Aditya menanggapi ucapannya dengan sangat serius.


Rebecca hanya bisa pasrah ketika Aditya benar-benar membawanya pulang ke rumah, itu semua juga karena kesalahannya sendiri menggoda Aditya.


Keduanya sama seperti Aditya dan Rebecca yang sedang kasmaran satu sama lain, tidak ada perbedaan sama sekali di antara mereka berdua.


...***...


Sementara itu di padepokan Ayam jantan, mereka yang sudah tahu kalau Padepokan Macan kumbang dan Harimau sudah di taklukan pemilik Cincin Angkara jaya. Pemimpin mereka sedang merencanakan sesuatu.


"Ronggo! Kamu temani aku pergi ke Padepokan macan kumbang." ucap Gumira pemimpin Padepokan Ayam jantan.


"Maha guru, apa kita akan menyerang mereka?" tanya Ronggo langsung.


Gumira menggelengkan kepalanya "tidak, aku akan mengobrol dengan Liam, jalan apa yang harus aku pilih nantinya."


Gumira orang yang realistis, dia tidak akan mengambil keputusan gegabah, mengingat Liam saja bisa takluk. Dia yang kekuatannya tidak jauh beda dengan Liam, tentu saja menimbang-nimbang untuk mengambil keputusan.


Ronggo mengangguk mengerti, dia kurang lebih sudah tahu jalan pikiran pemimpinnya itu.

__ADS_1


Ronggo kemudian menyiapkan sebuah Mobil untuk mengantar pemimpinnya itu ke Padepokan macan kumbang. Mereka berdua langsung pergi kesana tanpa menunggu esok hari lagi.


Di padepokan macan kumbang, Liam sedang mengobrol dengan gurunya membahas masalah Aditya yang sekarang sudah menjadi pemimpin bayangan mereka.


"Guru, apa tidak masalah kita seperti ini?" tanya Liam pada Rayana.


Rayana mengehela napas "Liam, berpikir lah secara logis, baru pemula saja dia sudah memiliki kekuatan seperti itu, gimana kalau dia sudah sepenuhnya menyatu dengan cincin tersebut?"


Liam tersenyum getir "Guru benar, saya terlalu banyak berpikir yang tidak-tidak." ucapnya tidak berdaya.


"Liam, lebih baik kamu menjalin hubungan dengan tuan Aditya sebaik mungkin, aku yakin beliau akan memberikan banyak keuntungan untuk padepokan macan kumbang." ucap Rayana yakin.


"Saya akan mengingat nasehat anda guru" Liam berkata dengan sungguh-sungguh.


Guru dan murid tersebut berbicara saling memberikan masukan satu sama lain. Hingga seorang anak buah mereka masuk memberitahu kalau ada tamu yang datang.


Liam menyuruh anak buahnya untuk membawa tamu yang datang masuk ke dalam ruangannya.


Tak berselang lama, Ronggo dan Gumira masuk ke dalam ruangan Liam dan Rayana yang sedang mengobrol santai.


Liam mengerutkan keningnya ketika melihat Gumira yang datang ke tempatnya, karena tidak biasanya dia datang ketempat orang lain.


"Tuan saya permisi dulu." anak buah Liam pamit undur diri dengan sopan, setelah mengantar Gumira dan Ronggo.


Gumira tanpa di suruh langsung duduk di lantai tempat Liam dan Rayana sedang berbincang, Ronggo juga mengikuti tuannya ikut duduk.


"Tumben sekali kamu mau berkunjung ke tempat orang lain Gumira?" ucap Liam dingin.


Gumira tersenyum "jangan seperti itu saudaraku, apa salahnya aku berkunjung ke tempat kamu?"


"Tidak usah basa-basi, ada tujuan apa kamu kemari?!" Liam tahu kalau Gumira pasti memiliki alasan datang ke tempatnya.


Gumira menoleh ke arah Rayana, dia memberikan salam padanya "tuan Rayana, lama tidak bertemu." sapanya sopan.


Rayana balas tersenyum "ya, kita sudah lama tidak bertemu Gumira, karena aku sekarang tidak pernah keluar kandang."


Gumira tahu kalau Rayana memang sudah menyerahkan seluruh tahtanya pada Liam, jadi dia tidak pernah terlihat lagi di dunia ilmu Kanuragan.

__ADS_1


"Cepat katakan apa tujuanmu kemari Gumira!" Liam terdengar tidak sabar lagi dengan Gumira.


__ADS_2