Java System

Java System
Mulai Bergerak


__ADS_3

Mba Kunti yang tahu kalau Aditya pasti penasaran dengan dirinya yang bisa mengetahui semua tentang keluarga Iskandar. Wanita yang sudah menjadi hantu itu hanya tersenyum padanya.


"Beritahu kepadaku, siapa kamu sebenarnya dan kenapa kamu bisa tahu jelas tentang keluarga Iskandar?" tanya Aditya memastikan.


Mba Kunti tidak menjawab pertanyaan Aditya, ia langsung terbang ke langit. "Kamu tidak perlu tahu siapa aku, yang pasti aku akan selalu berada di pihakmu dan kamu punya hutang padaku atas informasi yang aku berikan, suatu saat nanti aku akan menagih hutang tersebut! Hihihi...." ucapnya seraya menghilang dari hadapan Aditya.


Aditya tidak menuntut lebih agar Mba Kunti mau berbicara padanya, baginya sudah cukup untuknya mengetahui tentang kekuatan keluarga Iskandar.


Dengan informasi yang diberikan Ayah Darman, Cakra dan Mba Kunti, pazel kekuatan keluarga Iskandar sudah mulai terlihat di pikiran Aditya.


"Java, aku butuh senjata kuat lainnya, apa kamu punya saran?" tanya Aditya ke Sistem.


[Tentu tuan, anda pergilah ke hutan Jati Wagiran, disana anda akan mendapatkan senjata yang cukup kuat!]


Sistem mungkin sekarang tidak memberikan kekuatan langsung ke Aditya, karena sejatinya kekuatan Aditya sudah terbentuk ketika energi spiritualnya sudah bergabung dengan milik Angkara Jaya, kini ia hanya perlu mencari senjata-senjata peninggalan sang Raja untuk membentuk kekuatan nya dengan sempurna.


"Asyik yah berduaan dengan Putri Cempaka terus," tiba-tiba terdengar suara Sekar yang membuat Aditya terkejut.


"Astaga kamu bikin aku kaget saja," ucap Aditya sambil mengusap dadanya.


"Ayo masuk kedalam! Tiga wanitamu saja masih sanggup meladeni, malah berduaan dengan orang mati!" tegur Sekar kesal sambil menarik tangan Aditya.


"Aku cuma mencari informasi darinya, eh... tadi kamu bilang Putri Cempaka, apa maksudmu?" tanya Aditya penasaran.


"Tidak ada maksud!" jawab Sekar ketus yang terus membawa Aditya masuk kedalam hingga sampai di kamarnya.

__ADS_1


Tampak kedua Istrinya ternyata terbangun juga dan menatapnya dengan sinis. Sekar langsung menarik Aditya ke ranjang, hingga pria itu pun langsung di hajar habis-habisan oleh ketiga Istrinya tanpa diberikan istirahat sama sekali. Mereka bertiga bergantian dengan teratur tidak memberikannya napas sama sekali.


Aditya hanya bisa pasrah, mau bagaimanapun itu sudah menjadi resiko untuk dirinya karena memiliki tiga istri sekaligus. Mereka melakukannya hingga pagi hari.


...***...


Ke esokan paginya. Remon yang di suruh Aditya untuk membeli semua tanah warga yang akan di jual, ia sudah datang bersama dengan kuasa hukum Aditya.


Pria itu yang sudah memiliki wewenang untuk mengatur keuangan perusahaan ia membeli semua tanah itu dengan seksama, jika tidak memenuhi syarat, Remon tidak akan membelinya.


Para warga cukup senang karena Aditya menepati janjinya untuk membeli tanah-tanah mereka, sehingga nama buruk Aditya di kampung Karbal dengan cepatnya menghilang.


Sementara itu Aditya baru bangun tidur ketika Remon hampir selesai membayar semua tanah para warga. Pria itu bangun sempoyongan karena semalaman suntuk harus meladeni ketiga istrinya.


"Hmmm," jawabnya hanya bergumam.


Rebecca tersenyum, ia mendekati suaminya dan memeluknya dari belakang." Apa kamu mau lagi?" bisiknya genit.


Aditya menghela napas. "Juniorku sudah tidak berdaya, bisa-bisa nanti tidak bisa membuat kalian senang lagi, biarkan aku istirahat," jawabnya lembut.


"Hihihi... aku cuma bercanda, oh iya... Remon sudah menunggu di bawah, dia hampir selesai melakukan semua pembayaran tanahnya," ucap Rebecca sambil melepaskan pelukannya.


"Bagus deh kalau begitu, nanti aku akan turun," jawab Aditya sambil berlalu ke kamar mandi.


"Oke, aku turun dulu menyiapkan makan siang untuk kamu," seru Rebecca yang langsung keluar kamar.

__ADS_1


Aditya menghela napas lega."Java, pulihkan tenagaku!"


[Baik Tuan!]


Java langsung mengalirkan energi spiritual yang tersimpan di dalam dirinya, karena semalam Aditya memang sengaja tidak menggunakan ketahanan tubuhnya, ia takut kelepasan dan menyakitinya ketiga istrinya.


Ketahanan tubuh Gatotkaca jangan di tanya lagi, kalau Aditya menggunakannya, jelas ia tidak akan lesu hanya menghadapi ketiga wanitanya, bahkan mungkin satu Minggu pun, ia bisa meladeni mereka, tergantung ketiga wanita itu akan kuat atau tidak.


...***...


Setelah Aditya selesai mandi, ia bergegas turun ke bawah, kebetulan semua pembayaran sudah di lakukan oleh Remon dan kuasa hukumnya, mereka berdua sekarang sedang menunggunya di rumah tamu.


"Tuan Aditya," sapa Remon dan kuasa hukum Aditya.


"Duduklah," ucapnya mempersilahkan agar mereka berdua duduk kembali.


"Semua tanah sudah kami beli, sekarang tinggal anda mau menjadikan tanah tersebut untuk apa," ungkap Remon langsung.


Aditya mengangguk mengerti. "Kita buat cabang Rajasa Jaya di sana, masalah uang tenang saja, aku akan menyediakannya sesuai kebutuhan kamu," ucapnya yakin.


"Baik tuan, saya akan melakukan nya, apa ada yang ingin anda tambahkan?" tanya Remon memastikan.


Aditya tampak berpikir sebentar. "Kalau bisa kamu buat pabrik yang bisa mengelola hasil Bumi wilayah kota Bibes, karena aku akan segera berinvestasi di sana!" ujarnya yakin.


Remon mengangguk mengerti, ia tahu kalau tujuan Aditya memang sangat besar, karena itulah ia menyanggupi semua rencananya. Asalkan ada uang, baginya semua masalah tersebut sangatlah mudah.

__ADS_1


__ADS_2