Java System

Java System
Merasakan Energi Spiritual Musuh


__ADS_3

Mobil mereka sampai di warung bakso tempat janjian dengan Glembo. Aditya mencari tempat parkiran, baru setelah itu mereka berempat turun dari mobil.


"Kamu membohongiku Dit, katanya ka...." suara Glembo tercekat ketika melihat tiga wanita Aditya. Sintia yang ikut menoleh juga tertegun ketika melihat gadis cantik yang ikut bersama Aditya.


Aditya menaik turunkan alisnya. "Bagiamana Ndut, tadi kamu mau bilang apa?" ucapnya sambil menyeringai.


"Baksonya gede, Dit," celetuk Glembo ketika melihat gundukan gunung kembar yang terbungkus pakaian sedikit ketat milik Sekar.


Aditya mengerutkan keningnya, ia mencaritahu apa yang sedang di lihat sahabatnya itu, hingga sampai tertegun seperti itu.


"Sialan, berani kau memandangi milikku!" hardik Aditya sambil memiting leher Glembo.


"Ampun Dit, tidak sengaja sumpah, tadi cuma reflek, ternyata gede!" ungkapnya jujur.


Sekar reflek menyilangkan tangannya di depan dada, mengingat memang ukuran miliknya cukup besar, tadi siang tidak terlihat karena wanita itu memakai kemben yang ketat di padu dengan pakaian putri raja, karena itulah bentuknya baru kelihatan sekarang.


"Sudahlah, kalian ini kalau bertemu pasti berantem," tegur Rebecca yang kemudian duduk di sebelah sahabatnya itu. "Sin, sudah lama menunggu?" lanjutnya bertanya kepada Sintia.


Sintia tersenyum. "Ini, baru juga dapat pesanan, siapa dia, Re?" tanya Sintia penasaran.


Rebecca menghela napas. "Istri Aditya yang ke tiga, bisa dikatakan saudariku," jawabnya tidak berdaya.

__ADS_1


"Astaga, maruk amat kamu, Dit!" tegur Sintia.


Aditya menghela napas, ia duduk di kursi depan Sintia. "Nasib pria tampan begini, padahal aku tidak mencari sama sekali, tapi para wanita berdatangan sendiri, jadi ya aku terima saja," ujarnya percaya diri.


Rebecca, Aliya dan Sekar sontak langsung memelototkan matanya kerah suami mereka, Aditya langsung membuang wajahnya sambil bersiul-siul merasa tidak bersalah sama sekali.


Sintia dan Glembo hanya bisa tersenyum getir, tapi perkataan Aditya ada benarnya juga, karena semua wanitanya bisa di bilang jatuh cinta dengannya terlebih dahulu.


Mereka pun akhirnya mengalihkan topik pembicaraan, berbincang-bincang santai layaknya seorang teman yang bereuni.


Ketika mereka sedang berbincang-bincang santai, tiba-tiba Aditya merasakan ada energi spiritual negatif berada di dekat tempatnya dan yang lebih membuat heran Aditya, amarahnya seolah langsung membuncah saja.


Sekar yang memiliki kepekaan yang sama seperti Aditya, ia langsung melihat ke arah suaminya tersebut. Wanita itu langsung beranjak dari duduknya dan duduk di sebelah Aditya kemudian menggenggam tangannya.


Sekar menggunakan telepati untuk berbicara dengan Aditya. Pria itu mengangguk mengerti, ia langsung memejamkan matanya dan membayangkan Buta Ireng dan Buta Ijo, karena hanya mereka berdua yang masih teringat jelas di pikiran Aditya, mengingat keduanya selalu berdiri di dekat Angkara Jaya waktu di gunung kumbang.


"Salam Tuan!"


Buta Ijo dan Ireng datang, mereka bertekuk lutut dibelakang Aditya.


"Kalian berdua cari pemilik energi spiritual yang membuatku merasakan tidak enak, kalau bisa kalian hadapi mereka, kalau tidak berikan laporan padaku!"

__ADS_1


Aditya berbicara dengan dua buta itu menggunakan telepati, sehingga hanya ia dan Sekar saja yang mendengarnya.


"Baik Tuan!"


Kedua Buta tersebut langsung menghilang, mencari keberadaan energi spiritual yang membuat Aditya merasa tidak nyaman.


"Bulu kudukku, tiba-tiba kok merinding yah?" celetuk Glembo tiba-tiba.


"Iya sayang, aku juga sama," timpal Sintia.


"Aku juga sama loh, ada apa yah?" tanya Rebecca yang memegangi leher belakangnya.


Mereka bertiga memang tidak memiliki benerin spiritual yang kuat seperti Aditya, Sekar dan Aditya, karena itulah mereka hanya merasakan hawa kehadiran dua Buta tersebut.


Aliya menatap aneh Aditya, karena sekarang suaminya itu memiliki khodam dua Buta sekaligus. Namun, ia tetap diam dan akan menanyakan nanti ketika hanya berdua dengan Aditya.


Bruak


Bruak


Tiba-tiba terdengar suara benda yang di hantam oleh sesuatu, seketika mereka semua keluar dari warung bakso tersebut.

__ADS_1


Tampak banyak orang yang sedang melihat beberapa kelompok geng motor yang tiba-tiba, terbang berhamburan menjatuhi motor dan benda-benda yang ada di tempat tersebut.


Mereka semua yang tidak melihat apa yang sebenarnya terjadi dengan mata telanjang, tentu saja sangat heran. Sementara Aditya , Sekar dan Aliya tahu kalau kedua Buta tersebut sedang menghajar orang-orang tersebut yang notabenya memiliki energi spiritual.


__ADS_2