JONES, Dipaksa Jatuh Cinta

JONES, Dipaksa Jatuh Cinta
Perdebatan Sepasang Jones


__ADS_3

🌴🌴🌴


Bagaimana perasaanmu jika orang terdekat memaksa kehendak atas dirimu? memaksa dirimu untuk jatuh cinta kepada orang lain, sedangkan hati saja terkadang tidak sejalan dengan pikiran.


Apakah dirimu merasa jengah dengan itu semua? tentu saja, seperti yang dirasakan Melani dan Assisten Raffa.


Walaupun berawal dari kecanggungan, saling dingin dan cuek, namun seiring waktu hubungan mereka sudah mulai ada perkembangan.


Dimana keduanya mulai mengobrol, layaknya seorang teman kepada temannya. terkadang mereka juga bertengkar kecil, hanya sedikit bercekcok mulut.


Hanya sekedar berteman kah? apa tidak bisa untuk naik pangkat sedikit---saja, entah teman tapi mesra gitu?


Tidak semudah itu, fergusso!


**


Hari itu Assisten Raffa bertandang ke sebuah Kafe tongkrongan anak muda, bersama dengan Boss nya yang ingin bertemu sang istri.


Tanpa sengaja pandangannya langsung menjurus kepada sosok itu, Melani, perempuan cantik nan manis tapi menyebalkan. membuat Assisten Raffa memutar bola matanya, malas.


Begitu pula dengan wanita itu, membuang pandangannya ke arah lain. Melani menatap sekilas pria yang dengan santainya mendudukkan tubuh di samping dirinya, menatap sinis, kemudian kembali memerhatikan dua insan yang selalu menebar kemesraan di depan umum.


"Hehehehe, maaf, Sayang, habisnya aku terlalu merindukanmu." goda Andrew, mendudukkan tubuhnya di samping sang istri. mendengarnya saja membuat sepasang JONES itu merasa jengah.


"Cih!" seru Melani dan juga Assisten Raffa secara bersamaan, menyatakan nada tidak suka.


Sontak saja sepasang suami istri itu mengalihkan pandangannya kepada sepasang JONES ini.


"Kenapa kalian seperti itu?" Andrew menatap kedua insan itu dengan tajam


"Nggak ada, biasa aja." jawab Raffa, sesekali ia melirik Melani di sebelahnya


"Iri bilang bos!" ledek Chika, tersenyum seringai lalu menyendoki desert ke mulutnya


"Siapa juga yang iri," gumam Melani


"Makanya buruan jatuh cinta, ups!" Chika menutup mulutnya sembari terkekeh


Kedua orang di depannya secara serempak memutar bola matanya bersamaan


"Hati tidak bisa dipaksa, wahai Nona." tegas Melani

__ADS_1


Chika tersenyum seringai menatap sepasang JONES itu, ia mendekatkan tubuhnya kepada sang suami, membisikkan sesuatu. entah apa itu, tapi Melani mulai merasa tidak enak dengan perasaannya. perempuan dihadapannya seperti tengah merencanakan sesuatu.


Dan benar saja feeling Melan, mantan boss nya itu meminta kunci mobil kepada Raffa.


"Raff, kemarikan kunci mobil!" Andrew menengadahkan tangannya ke atas meja


Assisten Raffa menggeleng cepat, ia juga merasakan hal yang sama.


"Hei, ayolah! atau gajimu saya potong?" ancamnya, mata itu melotot dengan tatapan beringas


"Hhh ....." terdengar helaan nafas dari pria di samping Melani ini. Raffa merogoh kunci mobil di saku celananya


"Saya ikut saja kalau gitu, Boss."


"No! saya ingin berdua dengan istri saya, supaya mata kalian yang suci itu tidak ternoda." tolak Andrew


Dan sesaat itu pula Assisten Raffa menaruh kunci itu di telapak tangan Tuannya.


"Nikmatilah waktu kalian berdua, saatnya kalian butuh pendekatan, bukan? jatuh cintalah." ia tergelak, beranjak bangkit dari duduknya bersama dengan Chika hingga sepasang suami istri itu melenggang pergi meninggalkan mereka yang diam termanggu


Hening, tidak ada percapakan lagi yang mampu menghangatkan suasana itu. tiba-tiba suasananya jadi dingin, seolah keduanya enggan sekali untuk membuka topik percakapan.


Melani menoleh menatap pria disampingnya, bersamaan dengan itu ternyata Assisten Raffa juga menoleh menatapnya. sontak saja sepasang insan itu merasa kaget, keduanya serempak untuk membuang wajah bersamaan.


Sedangkan Melani, perempuan itu masih santai menikmati juice miliknya


"Hallo! bisa antarkan saya??" ulangnya lagi dengan tatapan kesal kepada gadis itu


"Pulang aja sendiri pakai taksi." Melani bersikap acuh


Assisten Raffa tergelak, ia mendongak menatap langit yang cerah. ia kembali menunduk menatap gadis itu.


"Beraninya kamu ya! jangan harap kalau ada apa-apa, nebeng sama mobil saya!" ancamnya


Assisten Raffa pun melenggang pergi meninggalkan wanita itu. lagian siapa dia sampai dirinya harus mengemis-ngemis pada gadis itu?


Assisten Raffa berjalan tegap melewati para pengunjung lainnya.


Disisi lain, Melani tertegun melihat punggung pria tampan itu hingga perlahan mulai menghilang dari pandangannya.


**

__ADS_1


"Ayo naik!" Melani muncul tepat di depan Raffa yang tengah menanti taksi


Raffa tak kalah acuh, bahkan ia menganggap tidak ada makhluk dihadapannya.


"Woi!" teriak Melani, ia merasa tidak dianggap


Melani menghembuskan nafas dengan kasar, ia beranjak turun dari motornya dan mendekati pria itu.


"Ayo, cepat!!" ia mendorong tubuh tegap pria menyebalkan ini


"Aduh, apaan sih!" ia menyingkir


"Buruan setir!"


"Nggak mau! emangnya siapa kamu!"


"Anggap aku malaikat di siang bolong!"


"Cih!" pria itu berdecak


"Mau nebeng atau kagak???"


"Kalau kagak mah gue capcus ninggalin lo!" geram Melani


Namun, pria ini hanya diam tidak menjawab, bahkan tidak menatapnya sekali pun.


"Oke, baiklah." Melani bergegas naik ke atas motornya


"Bye!!" ucap Melani dengan lantang. namun, tiba-tiba saja kendaraan itu terasa berat, tidak seperti biasanya.


🌴🌴🌴


Visual tokoh utama:


Raffa Vanderick



Melanie Felisha


__ADS_1


**Semoga kalian menyukai kisah Melani dan Assisten Raffa ya ...


Terima kasih udah baca, jangan lupa like koment vote dan hadiah poinnya** 😉


__ADS_2