JONES, Dipaksa Jatuh Cinta

JONES, Dipaksa Jatuh Cinta
Menanti Kucing Yang Menghilang


__ADS_3

🌿🌿🌿


"Apa jadwal kita hari ini?" tanya Andrew kepada sang Assisten Raffa


Raffa memerhatikan dengan lekat schedule di Ipad milik perusahaan. Lalu memberitahukan deretan jadwal yang cukup padat pada hari itu. Tuan Andrew pun mengangguk paham, memerintahkan sang Assisten untuk menyiapkan semuanya.


Mereka masuk kedalam lift menuju ruangan keduanya, bersamaan dengan para pegawai yang langsung terpaku ditempat tatkala dua pria tampan ini juga turut masuk bergabung dengan para pegawai. Namun dari mereka tidak ada yang berani untuk menoleh karena merasa kurang sopan bila memerhatikan atasan dengan lekat.


Ting!


Pintu lift pun terbuka, penghuni yang menyisakan tiga orang itu pun keluar dari benda tersebut.


"Mereka wangi sekali, Tuan." ucap Raffa


Andrew mengernyitkan dahinya. "Tentu saja. bekerja disini harus good looking dan wangi, termasuk good attitude." sanggah pria beranak dua itu


"Ya, tapi aku suka wangi mereka." gumamnya


**


Melani menanti suaminya di ruang kerja pria itu, sudah cukup lama, bahkan hampir satu jam. Wanita itu menatap kotak nasi yang ia bawa dari rumah mertua untuk pria tercintanya, seketika salivanya ia teguk dengan susah payah mengingat didalamnya adalah lauk kesukaannya. Ternyata sepasang suami istri itu memiliki selera menu favorit yang sama.


"Ah, lama sekali! pengen ku makan nasinya." gerutu wanita itu


"Tidak-tidak! aku kan udah makan di rumah Mama." Melani menggeleng, menyadarkan dirinya.

__ADS_1


Melani pun lebih memilih untuk berbaring saja di sofa sembari menonton film komedi di ponsel, alih-alih menghilangkan rasa suntuk yang mulai menjalar.


Disisi lain, Raffa telah tiba di Kantor setelah mengantarkan Tuannya pulang ke kediaman. Pria itu melangkahkan kakinya dengan lebar, nafasnya menggebu-gebu seolah tidak sabar untuk menemui sesuatu. Melani, ya, wanita itu adalah alasannya kembali ke perusahaan setelah mampir ke Toko dan rumah Mama untuk mencari gadis tersebut. dan ternyata--Melani telah pergi ke Kantor saat satu jam yang lalu.


Ceklek


"Sayang ..." panggilnya


Raffa terpaku menatap sesosok wanita cantik yang terbaring di sofa, terdengar suara percakapan dari ponsel yang menampikkan sebuah film sedang di putar.


"Sayang, kamu nonton?" Raffa menyentuh pundak sang istri, posisi wanita itu tengah membelakanginya. Tidak ada sahutan, menuntun pria tersebut untuk memerhatikannya lebih lekat. Seketika saja ia mengulum senyum dan merasa lega tatkala sang istri sedang terlelap dengan ponsel yang masih menyala. Raffa mengambilnya, mematikan layar pada ponsel tersebut.


"Maaf ya ... buat kamu menunggu lama. Aku ada meeting dan sekalian makan siang." bisiknya ditelinga sang istri, lalu mengecup pucuk kepala wanita itu. Raffa pun membenarkan posisi tidurnya yang menyamping, kini diluruskan hingga wajah cantik itu terlihat damai dalam pandangannya.


Raffa mencium suatu aroma yang tidak asing baginya, ia mencari sumber yang berasal dari wangi tersebut. Ternyata kotak nasi yang tutupnya sedikit terbuka, Raffa mengambilnya, mendudukkan tubuhnya di sofa tunggal.


"Wow! nila saos!" ucapnya takjub


Raffa menyendokkan nasi dan lauknya, menyuapinya kedalam mulut sendiri dengan begitu nikmat. walaupun nasi dan lauknya tidak hangat lagi, namun tak masalah. yang terpenting adalah masakan Ibu mertua yang tiada duanya, sangat lezat dan menggiurkan.


Hingga Raffa mendengar suara dengkuran dari sofa disampingnya, sang istri sudah siuman lalu mengucek matanya yang dirasa masih mengantuk.


"Kamu udah balik? kenapa lama sekali? hoaaam!"


"Hei, tidur saja lagi. ayo kita ke kamar." Raffa merengkuh tubuh itu, membawanya ke kamar yang terdapat di ruangan itu

__ADS_1


"Eeemmh .... kau jahat! sengaja membuatku menunggumu." Melani yang kesadarannya sudah mulai pulih, langsung menghantam tubuh pria itu dengan kedua tangannya


"Maaf, aku ada meeting, Sayang." ucapnya, menaruh Melani diatas ranjang


"Lain kali telpon atau chat, dasar pengagum rahasia jaim!"


"Eh, masih ingat aja." Raffa menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"Tentu saja ingat!"


"Kamu kok ngajak gelud terus sih kalau sudah di kamar?" tanya Raffa, mendaratkan tubuhnya diatas tubuh Melani, tatapan nakal menghunus menatap sang istri


"Ja-jangan disini, Yang, ini kantor dan kamu harus bekerja." peringat Melani dengan kalimat terbata-bata


Raffa tersenyum seringai, menatap jam di pergelangan tangan. "Masih ada dua puluh menit lagi, Sayang." ucapnya, mulai menyentuh sepasang harta karun milik sang istri. membuka kancing bajunya dengan perlahan sembari menatap lekat wajah yang terperangah itu


"Stop! nanti aja di rumah!" cegahnya menahan tangan suami


Raffa tak punya cara lain untuk menghentikan penolakan istrinya ini, ia pun langsung menyambar bibir itu, ********** dengan buas. sedangkan tangannya masih berusaha membuka kancing itu.


"Emmmh ...!" Melani memukul pelan punggung suaminya


🌿🌿🌿


Kucing garong yang suka menerkam πŸ˜‚ jangan lupa hadiahnya dan vote

__ADS_1


__ADS_2