
πΏπΏπΏ
"Sayang, kamu jemput?" Chika menghambur memeluk suami tercintanya, terlihat kaget tatkala pria itu menyusul
"Ya, Sayang. Aku ingin melihat twins sekarang, sekaligus menjemput kamu." Andrew turut membalas pelukan istrinya, meninggalkan kecupan yang dalam di dahi mulus itu.
"Oh, sweet sekali. Kita ajak mereka ya?" usul Chika menunjuk sepasang Jones yang sama-sama jaim dan keras kepala itu. menunjukkan deretan giginya yang putih bersih.
"Tentu saja."
Kemudian Andrew beralih menatap sang Assisten. "Kamu sama Melani, ya ... saya sama sopir." ucapnya, Raffa mengangguk dengan cepat menatap sang Boss
Sepasang suami istri itu saling tersenyum, saling merangkul hingga tiada jarak antara tubuh keduanya. Mereka berjalan terlebih dahulu meninggalkan sepasang Jones tersebut
"Mau ikut atau balik?" tanya Raffa kepada Melani
"Ikut mereka saja, nggak enak kan kalau nolak undangan."
"Hm. nggak dijemput dia?"
"Dia? Mas Alex?" Melani menjawab dengan pertanyaan pula, tatapannya menelusuri raut wajah pria yang ia rindukan ini
"Siapa lagi." Raffa melangkah lebih dulu, dirinya merasa malas bila membahas saingannya. Meninggalkan Melani dengan wajah dingin tanpa senyuman, diikuti pula oleh gadis tersebut
Lagi-lagi dia dingin terhadapku, Batin Melani sembari berdecak kesal
Setelah sekian lama, akhirnya kursi tumpangan dibagian jok depan sebelah kemudi ditempati oleh tubuh mungil itu, pemilik raga sang pujaan hati. Raffa tersenyum tipis dibalik wajah datarnya, memerhatikan Melani yang sedang mengenakan seatbelt. Setelah selesai, Raffa bergegas menekan pedal gas mobil hingga kendaraan tersebut melaju kencang membelah jalanan tersebut.
__ADS_1
Keadaan didalam mobil terasa hening, keduanya saling bungkam dan memilih berbicara dipikiran masing-masing. entah apa yang mereka pikirkan, seolah hati dan akal tengah berperang didalam sana. Sesekali Melani melirik ke sebelah, menatap pria itu yang tampak tenang dalam mengemudi. Pikirannya masih kalut, apa yang harus ia katakan untuk membuka percakapan? walaupun respon yang ia dapat sangatlah singkat.
Aku merasa bingung, otakku jadi buntu kalau didekatnya. Aaaaih! Batin Melani berdecak
Hingga dering ponsel memekikkan telinga, menggelegar memenuhi ruangan mobil. Melani bergegas merogoh ponselnya didalam tas, mengangkat panggilan dari seseorang tersebut.
"Hallo, Mas ..."
"Apa kamu masih di Kampus? aku ingin mengajakmu makan siang."
"Waduh, maaf, Mas ... aku lagi diperjalanan mau kerumah teman. lain kali saja, ya?" seloroh Melani
"Oh, oke, Lan ... tapi nanti sore bisa ketemu 'kan? aku ingin menunjukkan sesuatu padamu."
"Hmm ... bisa, jemput aja nanti ke Toko."
Pria diseberang sana menurutinya, hingga panggilan yang berlangsung cukup lama itu pun diakhiri oleh kedua pihak. Melani kembali menyimpan ponselnya didalam tas, lagi-lagi ia melirik Raffa yang masih bersikap tenang.
"Hei, pelan dong! mau mati apa ya? ini jalanan lagi ramai, tau!" omel Melani, namun Raffa tidak menanggapinya. pikirannya masih bergelayut akan pembicaraan mereka ditelepon.
Mereka lagi-lagi akan bertemu
Hampir setiap hari bertemu
Mau apa pria itu?
Aku tau mereka berhubungan, apa nggak bosan ketemu mulu?
__ADS_1
Ck! sial!
Tanpa sadar Raffa memukul-mukul stir kemudi, hingga menjadi sorot perhatian dari gadis disampingnya.
"Stop!!" teriak Melani, sontak saja Raffa menghentikan mobilnya secara mendadak, untung saja tidak ada kendaraan dihadapan mereka.
"Ada apa?"
"Telpon anak buahmu untuk kemari, aku tidak mau mati muda, tau! aku masih ada Mama!" geram Melani, tatapannya menghunus tajam kepada pria disampingnya
"Aku bisa menyetir, tenang saja." ucap Raffa dengan santainya
"Dengan seperti itu? kau ngamuk-ngamuk sambil ngemudi. aaah ... mending aku turun saja, lebih baik aku pergi sama Mas Alex." Melani bergegas membuka seatbelt, namun sebelum itu berhasil dilepas, Raffa lebih dulu melajukan mobilnya. Melanjutkan perjalanan dari pada ia diam saja dan melihat wanita ini bersama pria lain. untuk kali ini tidak, ia tidak akan mengizinkan selagi gadis tersebut berada di daerah kuasanya.
Raffa menyetir dengan kecepatan rata-rata, tanpa menunjukkan rasa emosinya yang memanas.
"Dia pasti sedang beristirahat makan siang, aku tidak akan mengebut lagi." ucap Raffa
Melani melengos, menatapnya dengan malas.
Aaah ... sudah lama aku tidak merasakan suasana seperti ini. Batin Raffa dengan perasaan yang cukup senang
Apa yang membuatnya mengamuk? apa dia sedang ada masalah? mungkin dia sudah balikkan dengan mantan, dan wanita itu buat ulah lagi. dasar pria bodoh! umpat Melani didalam hati.
πΏπΏπΏ
Otor buat cerita bikin geregetan terus! cepatan dong jadiannya ...π€§
__ADS_1
Sabar ya ... otor suka mengobrak-abrik perasaan kalian sekarang ini ππππ€ͺπ€ͺ
Part besok adalah yang menegangkan untuk kita semua πͺπ³