JONES, Dipaksa Jatuh Cinta

JONES, Dipaksa Jatuh Cinta
Istri Merajuk


__ADS_3

🌴🌴🌴


Raffa dan Andrew baru saja tiba di Kota Bandung, keduanya langsung bertandang ke sebuah Hotel di Kota tersebut. memenuhi undangan untuk seluruh kalangan CEO di Indonesia, membahas perihal kemajuan bisniss.


Banyak orang penting yang mereka sapa, sedikit obrolan untuk sekedar berbasa-basi hingga membahas topik perihal Bisnis. mereka yang berpapasan dengannya pun masuk berbarengan kedalam Aula yang berukuran hampir seluas lapangan bola. kursi berjejeran untuk menyambut bokong para tamu, Raffa dan Andrew mendudukkan tubuhnya di tengah-tengah para ratusan orang penting ini.


Tak berselang lama, acara pun dimulai, semua tampak fokus memerhatikan seseorang yang diketahui para Suhu dari kalangan tertinggi, memberikan pidato kepada mereka semua.


Hampir tiga jam lamanya, akhirnya acara pertama telah selesai dengan lancar dan sempurna. seluruh tamu pun disuguhi hidangan siang oleh pihak Hotel, mereka berganti-gantian mengantri untuk mengambil hidangan tersebut.


"Ya ampun, Tuan, dari tadi saya sudah menginginkan ini. akhirnya kesampaian juga." seloroh Raffa menatap hidangan makan siang miliknya diatas meja


"Astaga! pikiranmu hanya makan saja! tadi di jalan sudah singgah ke Alfamart beli cemilan." gerutu Andrew, ia sungguh heran dengan pria disampingnya ini, semakin aneh saja melihat perut karet yang tidak ada kenyang-kenyangnya, Raffa hanya cengengesan


Andrew menoleh ke samping kiri dan kanan, entah apa yang ia lihat. "Jaga image, plis! dirimu mengambil porsi tiga kali lipat dari mereka semua." tunjuknya dengan dagu mengarah samping kanan sang Assisten


"Bodo amat ah, Tuan, yang penting makan." tukasnya


"Astaga!" Andrew mengusap wajahnya dengan kasar


"Sebaiknya anda diam, agar image anda terjaga. bersikaplah elegant dan berwibawa." ceramah Raffa, tangannya masih asyik menyuapkan nasi kedalam mulut


"Kau!" Andrew menudingnya, pria itu tidak lagi menggubris sang atasan. sungguh membuat Andrew kesal kepadanya.


Kini kedua lelaki tampan itu telah tiba di kamar Hotel, setelah selesai acara, keduanya langsung bertandang ke kamar yang telah dipesan oleh sang Sopir. Raffa langsung membaringkan tubuhnya diatas ranjang, jas navy yang ia kenakan ditaruh asal diatas sofa hingga menyisakan kemeja putih yang melekat ditubuh kekarnya.


"Hhh ... bahkan aku belum menghubungi istri ku." gumamnya, merogoh ponsel didalam saku


"Astaga! seratus pesan dan lima puluh panggilan? bengek!" Raffa melotot menatap notifikasi yang tertera dilayar ponselnya, itu dari Melani, sang istri yang sangat ia cintai.

__ADS_1


Tanpa berlama-lama, pria itu langsung menghubungi Melani via video call sebelum wanita itu akan memarahinya. tak berselang lama, panggilan pun diterima, menampikkan wajah cantik yang sedang ditekuk pada layar ponselnya.


"Sayang, maaf, baru bisa menghubungimu." ucap Raffa dengan tatapan puppy eye


"Aku merajuk!" Melani membuang mukanya kearah lain


"Jangan gitu dong, ada acara seminar untuk seluruh kalangan CEO."


"Kau kan bukan CEO!" ketus wanita diseberang sana


"Ck! tapi Assistennya, Sayang. tiap CEO membawa Asistennya." jelas Raffa, ia menarik nafas dengan kasar


"Setidaknya pas baru sampai, chat kek, biar aku senang." Melani mencebikkan bibirnya bak itik sepanjang sepuluh senti


"Hei! bibirmu jangan dimonyongkan! aku jadi pengen melahapnya!" dengus Raffa


"Baru saja sampai, Sayang. ada tiga tugas lagi disini."


Melani memutar bola matanya, merasa sebal bin kesal.


"Baiklah, jangan macam-macam disana! sempat ketahuan .... aku potong burung loyomu!" ancamnya, menunjukkan pisau kelayar ponsel


"Pisau? kamu sedang apa, Yang?" tanya Raffa


"Ini, makan buah." ucapnya,menunjukkan sepiring buah segar dengan beraneka ragam diatasnya. sontak saja melihat itu, membuat pria tersebut merasa tergiur. bahkan air liurnya hampir saja menetes.


"Enak. kamu sendiri?"


"Ho'oh, di kamar sambil nonton." jawabnya, Raffa mengangguk paham hingga obrolan keduanya berlanjut, terdengar canda tawa yang menghiasi kamar mereka. bahkan Raffa menceritakan serangkaian acara yang ia hadiri beberapa menit lalu, dan memberitahukan kegiatan selanjutnya kepada sang istri

__ADS_1


"Kalau mau pulang, bawa oleh-oleh, ya ... yang banyak!"


"Siap, Nyonya Ratu." sahut Raffa


Hingga obrolan keduanya terhenti tatkala pria itu menunjukkan reaksi tubuhnya yang mulai kelelahan, sesekali ia menguap sebagai bentuk peringatan pada tubuhnya.


Melani pun menyuruh pria itu untuk tidur, apalagi beberapa jam kemudian dia akan berangkat ke urusan pekerjaan lainnya. Raffa mengangguk, ia pamit kepada sang istri.


**


Melani tampak cantik dengan dress yang membaluti tubuh rampingnya, ia akan bergegas pergi ke Toko untuk memeriksa keadaaan usahanya. sopir yang dipekerjakan untuknya pun siap mengantarkan sang Nyonya ke tempat tujuan, mobill yang ia kenakan adalah pemberian dari sang Ayah beserta sopir pribadi tersebut.


Kendaraan beroda empat itu melesat dengan sempurna membelah jalanan Ibukota yang cukup padat pada siang itu. Melani terlebih dulu ke Toko cabang pertama, toko kecil dari hasil keringatnya sendiri


"Assalamualaikum ..." sapa Melani, menyelonong masuk kedalam Tokonya, tampak tiga karyawan termasuk Ratih sedang menikmati makan siang yang cukup telat.


"Waalaikumsalam, Nona, sudah makan?"


"Alhamdulillah, sudah ... baru makan siang?" tanya Melani, diangguki oleh ketiganya


"Banyak pesanan, Kak, membludak."


"Ohya? nggak minta tolong sama cabang dua? nanti kalian keteteran lho."


"Nggak kok, acaranya besok juga."


Melani mengangguk paham. "Ohya, kalau stok bahan ada yang sudah berkurang, jangan lupa catat dan buat laporan."


🌴🌴🌴

__ADS_1


__ADS_2