
🌴🌴🌴
"Sampai berapa hari cutimu, Fa?" tanya Papi Axel kala sore itu, sepasang suami istri muda ini dipanggil oleh Papi Axel ke kediamannya. tepat sekali, saat itu mereka baru saja check out dari Hotel
"Dua minggu, Yah. berarti sisa sebelas hari lagi." jawabnya
Papi Axel mengangguk paham, ia menyodorkan sebuah amplop kepada dua anak muda ini. "Ambillah." titahnya,mengulurkan tangan yang menggenggam amplop coklat berukuran kecil tersebut
"Apa ini, Yah?" Melani mengambilnya
"Tiket honeymoon, nikmatilah masa pengantin kalian. Ayah juga memberikan jetpri untuk memudahkan kalian."
"Wow!" seru Melani dan Raffa bersamaan
"Lalu, Mamaku gimana? usahaku juga?"
"Bukannya mulai hari ini, Mama Sarah tinggal dikediaman Raffa, ya? kamu tidak tau?"
Melani menggeleng
"Kamu sih, saking sudah asyiknya berdua." goda Ayah, membuat Raffa tergelak mendengarnya, sedangkan Melani mencebikkan bibir
"Mama tinggal dengan besannya, lagian orang tua kalian itu sahabatan di masa muda dulu, ya kan? jangan khawatirkan. Toko mu, Mama dan Mama Risha yang mengurus. sesekali Ayah memeriksa pekerjaan mereka." jelasnya panjang lebar
Melani lupa, dirinya sudah memiliki tiga keluarga, Mama, keluarga suaminya dan juga keluarga Ayahnya, dan ia masih memikirkan keadaan mama dan tokonya?? padahal seluruh keluarganya bersedia membantu dengan senang hati untuk mengurus itu semua.
"Jadi Yah--boleh nggak, sekarang saja kami berangkat?" tanya Raffa, ia tidak ingin menyiakan waktu yang tersisa. sebelas hari rasanya sangat singkat baginya.
"Sekarang???" Melani terlonjak kaget
"Tentu saja, emang kamu nggak mau ingin melihat indahnya dunia?" tanya Raffa
"Tentu saja aku mau!" cebiknya
"Berangkatlah ... lagi pula pakaian kalian sudah dikemas ke dalam koper." ucap Ayah.
__ADS_1
"Loh--gercep, Yah?"
"Harus! karna Ayah tahu, pasti kalian akan langsung berkelana setelah keluar dari Hotel."
Melani dan Raffa hanya bisa nyengir kuda sembari menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.
"Baiklah, Yah. kami pamit dulu untuk pulang, pamit sama orang tua kami." Raffa bangkit berdiri, mereka berdua akan diantar oleh Alex dan Jenny hingga ke Bandara.
"Hati-hati di jalan, kebetulan cuacanya sangat mendukung." pesan Ayah Axel
**
Disinilah sepasang pengantin baru itu, telah tiba di pelataran Bandara, tepat disamping jetpri milik keluarga sang Ayah. Melani memeluk erat saudarinya dengan penuh rindu dan cinta.
"Aku pengen ikut tapi nggak mungkin, dan Papi melarangnya. aku kesepian nggak ada kamu." keluhnya
"Kenapa gitu? padahal seru kalau kita beramai-ramai."
"Kamu ini benar-benar polos! kamu itu kan mau berbulan madu, mana boleh ada yang ngeganggu." gerutu Jenny, Melani hanya cengengesan mendengarnya
"Berhati-hatilah, bersenang-senang disana dan jangan lupa oleh-oleh, itu wajib! satu lagi, harus ada keponakanku sepulang dari sana." pesannya
"Oh iya, kado dari sahabat kamu, aku masukkan kedalam koper, setiba disana jangan lupa dibuka." peringatnya, Melani mengangguk
Raffa dan Melani pun bergegas naik kedalam pesawat, melambaikan tangan kepada kakak adik itu hingga keduanya tidak bisa saling bersitatap lagi.
Raffa dan Melani mendudukkan tubuhnya di bangku yang telah tersedia. Pramugari memberitahukan ada sebuah kamar pula untuk keduanya jika ingin beristirahat. Melani mengangguk seraya mengulum senyum padanya.
Melani dan Raffa bersiap-siap tatkala benda raksasa ini akan mengudara, akan terjadi sedikit guncangan diawal. Melani yang baru pertama kali menaiki pesawat, seketika tubuhnya menegang dan kedua matanya ia pejam secara erat.
"Hei, buka matamu! tidak akan terjadi apa-apa kok." ucap Raffa, menggenggam tangan sang istri
"Benarkah?" Melani membuka kelopak matanya
"Iya, hanya sedikit guncangan saja.",
__ADS_1
"Pantasan nggak terasa lagi. apa kita sedang berjalan di udara?" tanya Melani dengan polosnya
"Tentu saja." Raffa menatap lucu pada wanita ini, sangat menggemaskan baginya
"Wow, tapi terasa diam, tidak ada pergerakan."
"Yaiyalah, Sayang. kalau mau ada guncangan, ayo kita ke kamar." goda pria tersebut
"Is, nggaklah! itu guncangannya beda lagi." gerutu Melani
"Dasar! giliran itu aja langsung konect otaknya." Raffa memeluk sang istri, mengecup keningnya dengan penuh cinta
"Hehehehehe, kamu yang ajarin, bukan?" Melani mendongak
"Tidak, pasti Chika yang mengotori otakmu itu." tebak Raffa
"Sok tau!" Melani langsung mencubit perut lelaki ini, menguraikan pelukan dan kembali menatap jendela kala sore itu.
Pramugari kembali datang mendekati mereka, mendorong stroller yang diatasnya berisi beragam makanan dan minuman. Melani tampak berbinar-binar, ia sangat ingin menikmati sajian itu selama di perjalanan.
"Silakan dinikmati Tuan dan Nona, makan malam akan berlangsung dua jam lagi." ucapnya dengan penuh sopan santun dan sangat ramah
"Terima kasih, Mbak." ucap Melani, Pramugari itu mengangguk dan bergegas pergi meninggalkan keduanya.
Ada beragam cemilan diatas meja tepat dihadapannya, ada kue basah dan kering, dan pula segelas coklat hangat dan air mineral. begitu pula diatas meja milik suaminya, semua suguhan ini akan menemani perjalanan mereka hingga menjelang makan malam.
"Ayo cheers dulu!" Melani mengangkat brownies blackforest miliknya dihadapan sang suami
Raffa mengernyit heran. "Haruskah begitu?" tanya pria itu
"Tentu saja, supaya lebih afdol." ucapnya
"Akan lebih afdol kalau cheersnya dilakukan di ranjang." goda Raffa dengan tatapan sensual menatap sang istri
"Apaan sih!" Melani menggigit cake nya dengan kasar.
__ADS_1
🌴🌴🌴
Hati-hati dijalan, Ramel! pulang nanti harus ada hadiah didalam perutnya ya 😂