
🌴🌴🌴
Alex terpaku melihat Raffa berada di kediaman milik Melani, wanita yang tengah ia dekati. dua pasang mata milik pria-pria tampan ini saling bersitatap dalam keheningan, memasang wajah tenang dan datar. Raffa merasa kecewa, ternyata mereka telah sepakat untuk bertemu malam ini, bahkan berkencan.
"Ayo, Mas." ajak Melani, membuyarkan suasana mencekam baginya
Alex mengangguk, terlebih dahulu ia menghampiri Mama Sarah untuk meminta izin padanya.
"Melani boleh saya bawa, Tante?" ia menunjuk Melani dan memperagakan dua jari tengah berjalan ke udara.
Mama mengangguk sembari tersenyum kecut. sungguh, Mama merasa tidak enak dengan Raffa yang berada diantara mereka.
"Terima kasih, Tante." Alex menyalimi tangan Mama Sarah.
"Melani, bisa kamu bawa Raffa bersama kalian?" Mama berkata kepada putrinya, dua pria itu hanya memerhatikan dalam kebingungan
Melani menatap teduh wajah Raffa yang menunjukkan sikap tenang, walau sebenarnya pria itu tengah kecewa dan patah hati.
"Hmmm, saya pergi, Tante. saya harus ke rumah Boss ada sedikit masalah tentang pekerjaan." Raffa mencoba berbicara dengan bahasa isyarat dengan versinya sendiri. entah Mama Sarah mengerti atau tidak, namun sang putri turut menerjemahkan apa yang disampaikan oleh Raffa.
Mama mengangguk, wajahnya menunjukkan kesedihan, seolah ia begitu paham apa yang dirasakan pria malang ini. "Hati-hati." Mama menulis di note book yang ia genggam, menunjukkannya kepada Raffa
__ADS_1
Raffa mengangguk dengan senyum yang menutupi kesedihannya, sembari mengacungkan dua jempol kepada sang calon mertua yang ia impikan. Raffa menyalimi tangan Mama Sarah, setelahnya melenggang pergi tanpa menatap Melani sedikit pun.
Sungguh hatinya telah sesak saat ini, perasaannya hancur lebur karena kalah cepat dengan pria itu.
Melani menatap dalam pada mobil yang melesat cepat meninggalkan pelataran rumahnya, sesuatu di dalam sana berdenyut kuat hingga membuat dadanya terasa sesak. entah apa artinya ini, seolah Melani tengah merasakan apa yang dirasakan oleh Raffa. ia masih diam terpaku, hingga sentuhan telapak tangan di pundaknya membuat alam bawahnya kembali sadar.
Melani menoleh ke samping, menatap pria itu sembari tersenyum.
"Ah, ya ampun! ayo, Mas." ajak Melani
Pria yang bersamanya mengangguk, membuka pintu mobil untuk gadis cantik ini.
Di sepanjang perjalanan, Melani hanya diam melamun memikirkan sosok yang berhasil mengobrak-abrik perasaannya, hingga ia merasa tidak enak hati kepada sosok itu. Raffa, pria menyebalkan yang memberikan banyak sensasi dalam hidupnya. berhasil menaikkan emosinya, meluluhkan hatinya, bahkan telah memanjakan dirinya dengan pesona alam lautan yang indah, hanya karena ingin meminta maaf atas kesalahannya yang telah lancang atas diri Melani.
Gadis itu memerhatikan setiap kendaraan mobil yang melewati dirinya, mencari mobil milik Raffa yang mungkin saja berpapasan dengan mobil yang tengah ia naiki. perasaannya benar-benar tidak tenang, seharusnya ia happy bersama Alex, namun kini telah berubah tatkala hati dan pikirannya dipenuhi oleh sosok Raffa.
Raffa memarkirkan mobilnya di tempat parkiran, buru-buru ia langkahkan kaki memasuki sebuah tempat remang-remang dengan sorotan lampu warna-warni yang berputar menyoroti setiap sisi tempat tersebut.
Raffa membenamkan tubuhnya di bangku, tepat di depan meja bartender.
"Alkohol tinggi!" pintanya
__ADS_1
"Kadar tinggi, Tuan?" ulang pria bartender dengan tatapan sedikit heran
"Ya! apa kau budeg!" gertaknya. saat ini pria malang itu tengah merasa frustasi dengan keadaannya malam ini.
Dengan cepat, Bartender tersebut menyerahkan sebotol Wiski beserta gelas untuk menuangkan minuman tersebut. dengan cepat, Raffa meneguknya dalam sekali teguk, mengulangnya lagi dan lagi, hingga satu botol telah ludes olehnya.
"Lagi!" pintanya, kali ini dengan suara berat yang tertahan. jelas terlihat bila pria tersebut sudah dalam keadaan mabuk.
"Oh, Melani ..." Raffa tersenyum getir, kembali meneguk minuman keras yang tak pernaah lepas dari genggamannya. menikmati Wiski sembari membayangkan wajah galak gadis itu, hingga senyum dan tawa yang begitu renyah juga tak luput dari ingatannya.
"Hah! wanita bodoh! seharusnya kau sedang bersamaku sekarang, Sayang. tapi kau pergi meninggalkanku!" Raffa menendang body meja bartender dengan cukup kuat, hingga ia menggaduh kesakitan pada kakinya itu.
"Aaakh, ****!" ia meringis sembari memegang kakinya yang dibaluti oleh sepatu.
"Anda tidak apa-apa, Tuan?" tanya Bartender
"Bekerjalah! lupakan aku!" usirnya
"Hmmm, bawakan tiga botol Wiski ke meja sana!" perintahnya, menunjuk sebuah sofa yang masih kosong tak berpenghuni. tanpa menunggu sahutan dari pekerja itu, Raffa melenggang pergi dengan langkah gontai tak berdaya.
"Ah, pria malang itu ... apa kasih minuman alkohol rendah aja ya? ah tidak-tidak!"
__ADS_1
🌴🌴🌴
...Ayo beri aku hadiah dan votenya dong 😁🙏...